Prabowo Sebut Korupsi Seperti Kanker Stadium 4, Hancurkan Negara dan Bangsa
Rabu, 15 Oktober 2025 - 23:21 WIB
loading...
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa korupsi adalah penyakit berbahaya yang bisa menghancurkan bangsa apabila dibiarkan. Foto/Binti Mufarida
A
A
A
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa korupsi adalah penyakit berbahaya yang bisa menghancurkan bangsa apabila dibiarkan. Ia bahkan menggambarkan korupsi seperti kanker stadium 4 yang sulit disembuhkan dan membutuhkan tindakan tegas.
"Korupsi, dalam pembacaan sejarah saya, akan menghancurkan negara, bangsa, dan rezim. Jadi, ya, saya bertekad untuk mencoba memberantas korupsi. Dan terkadang satu-satunya hal adalah Anda harus memberi contoh, bukan?" kata Prabowo dalam dialog Forbes Global CEO Conference 2025 di Jakarta, Rabu (15/10/2025) malam.
Prabowo kemudian menuturkan pengalamannya saat menjabat sebagai Menteri Pertahanan. Pada malam pertama menjabat, dirinya langsung mengumpulkan seluruh anggota keluarga dan memperingatkan agar tidak ada yang terlibat dalam proyek pertahanan negara.
Baca Juga: Prabowo Diharapkan Jadi Bapak Pemberantasan Korupsi Indonesia
"Saya tidak tahu apakah saudara laki-laki saya ada di ruangan itu, tetapi saya berkata, dengar, saya Menteri Pertahanan. Ya, kalian tidak bisa menjadi Menteri Pertahanan untuk kontrak pertahanan apa pun, bukan? Pahami itu," tuturnya.
Namun, Prabowo mengakui bahwa pemberantasan korupsi di Indonesia bukan perkara mudah. Ia menyebut para pelaku bisnis di Tanah Air kerap 'terlalu kreatif' dalam mencari celah untuk mendapatkan keuntungan pribadi.
"Tapi tentu saja, setelah dua, tiga bulan, Anda tahu pebisnis sangat kreatif, bukan? Terutama pebisnis Indonesia. Jadi mereka akan menemukan cara dan sarana. Dan kemudian suatu hari saya menemukan salah satu keponakan saya datang kepada saya, bukan? Dengan proyek da-da-da-da, saya bilang, ayolah, Anda belum pernah di pertahanan. Anda tidak mengerti pertahanan, oke? Jadi tidak, Anda cari saja bisnis lain," cerita Prabowo.
Dia juga menceritakan pengalamannya ketika memimpin rapat proyek pertahanan dan menemukan sejumlah anggota keluarganya masuk dalam daftar perusahaan yang mengikuti tender.
"Jadi suatu kali kami mengadakan konferensi proyek pertahanan. Kepala logistik saya melapor kepada saya, 'Pak, kami punya 250 proyek ini dan izinkan saya melapor kepada Anda proyek nomor satu, tiga perusahaan dalam daftar pendek: perusahaan A, perusahaan B, perusahaan C. Oh, ngomong-ngomong, Pak, saya ingin melapor di perusahaan C ada salah satu keponakan Anda, lihat daftarnya'," tuturnya.
Akibat langkah tegasnya itu, Prabowo mengaku sempat tidak bisa bertemu dengan beberapa keponakannya selama beberapa waktu. Meski begitu, ia menegaskan pentingnya keteladanan dari pemimpin dalam perang melawan korupsi.
"Saya tulis semua keluarga saya. Jadi di komentar, mungkin saya laporkan nama-namanya, dan kemudian mereka tidak lolos. Jadi saya kesulitan bertemu keponakan-keponakan saya selama beberapa bulan setelah itu. Tapi ya, Anda harus memberi contoh. Itu tidak mudah, tetapi Anda harus melakukannya," tandasnya.
"Korupsi, dalam pembacaan sejarah saya, akan menghancurkan negara, bangsa, dan rezim. Jadi, ya, saya bertekad untuk mencoba memberantas korupsi. Dan terkadang satu-satunya hal adalah Anda harus memberi contoh, bukan?" kata Prabowo dalam dialog Forbes Global CEO Conference 2025 di Jakarta, Rabu (15/10/2025) malam.
Prabowo kemudian menuturkan pengalamannya saat menjabat sebagai Menteri Pertahanan. Pada malam pertama menjabat, dirinya langsung mengumpulkan seluruh anggota keluarga dan memperingatkan agar tidak ada yang terlibat dalam proyek pertahanan negara.
Baca Juga: Prabowo Diharapkan Jadi Bapak Pemberantasan Korupsi Indonesia
"Saya tidak tahu apakah saudara laki-laki saya ada di ruangan itu, tetapi saya berkata, dengar, saya Menteri Pertahanan. Ya, kalian tidak bisa menjadi Menteri Pertahanan untuk kontrak pertahanan apa pun, bukan? Pahami itu," tuturnya.
Namun, Prabowo mengakui bahwa pemberantasan korupsi di Indonesia bukan perkara mudah. Ia menyebut para pelaku bisnis di Tanah Air kerap 'terlalu kreatif' dalam mencari celah untuk mendapatkan keuntungan pribadi.
"Tapi tentu saja, setelah dua, tiga bulan, Anda tahu pebisnis sangat kreatif, bukan? Terutama pebisnis Indonesia. Jadi mereka akan menemukan cara dan sarana. Dan kemudian suatu hari saya menemukan salah satu keponakan saya datang kepada saya, bukan? Dengan proyek da-da-da-da, saya bilang, ayolah, Anda belum pernah di pertahanan. Anda tidak mengerti pertahanan, oke? Jadi tidak, Anda cari saja bisnis lain," cerita Prabowo.
Dia juga menceritakan pengalamannya ketika memimpin rapat proyek pertahanan dan menemukan sejumlah anggota keluarganya masuk dalam daftar perusahaan yang mengikuti tender.
"Jadi suatu kali kami mengadakan konferensi proyek pertahanan. Kepala logistik saya melapor kepada saya, 'Pak, kami punya 250 proyek ini dan izinkan saya melapor kepada Anda proyek nomor satu, tiga perusahaan dalam daftar pendek: perusahaan A, perusahaan B, perusahaan C. Oh, ngomong-ngomong, Pak, saya ingin melapor di perusahaan C ada salah satu keponakan Anda, lihat daftarnya'," tuturnya.
Akibat langkah tegasnya itu, Prabowo mengaku sempat tidak bisa bertemu dengan beberapa keponakannya selama beberapa waktu. Meski begitu, ia menegaskan pentingnya keteladanan dari pemimpin dalam perang melawan korupsi.
"Saya tulis semua keluarga saya. Jadi di komentar, mungkin saya laporkan nama-namanya, dan kemudian mereka tidak lolos. Jadi saya kesulitan bertemu keponakan-keponakan saya selama beberapa bulan setelah itu. Tapi ya, Anda harus memberi contoh. Itu tidak mudah, tetapi Anda harus melakukannya," tandasnya.
(zik)
Lihat Juga :