Rustini Muhaimin Tekankan Budaya Literasi dengan Gerakan Membaca
Selasa, 14 Oktober 2025 - 14:40 WIB
loading...
Founder Jendela Dunia Rustini Muhaimin menggagas Gerakan Ayo Membaca sebagai langkah nyata menumbuhkan budaya literasi di kalangan anak-anak Indonesia di Jagakarsa, Jakarta Selatan, Senin (13/10/2025). Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Founder Jendela Dunia Rustini Muhaimin menggagas Gerakan Ayo Membaca sebagai langkah nyata menumbuhkan budaya literasi di kalangan anak-anak Indonesia di Jagakarsa, Jakarta Selatan, Senin (13/10/2025). Dia mengatakan, ide gerakan membaca muncul ketika dirinya berdiskusi dengan pegiat literasi.
Dia menemukan keresahan atas kuatnya pengaruh gawai dalam tumbuh kembang anak-anak. “Gadget begitu besar pengaruhnya hingga melemahkan minat baca, membuat anak-anak lebih akrab dengan layar ketimbang buku. Padahal buku adalah jendela utama untuk membuka dunia,” ujarnya dikutip Selasa (14/10/2025).
Dari keresahan tersebut, lanjut Rustini, lahirlah Gerakan Ayo Membaca. Menurutnya, Gerakan Ayo Membaca adalah lentera kecil yang diharapkan berdampak besar dalam membiasakan literasi sejak dini.
Baca juga: Rustini Muhaimin: Kekerasan Seksual adalah Kejahatan Kemanusiaan!
Sebagai langkah pertama, istri dari Menko PM Muhaimin Iskandar ini mengajak 100 anak-anak Jagakarsa memulai gerakan tersebut. Kegiatan ini diisi dengan membaca bersama, diskusi ringan, dan pembacaan deklarasi komitmen literasi anak Indonesia.
Rustini menegaskan, literasi adalah kunci kemajuan bangsa. “Indonesia tidak akan maju jika semangat literasi masyarakatnya rendah. Dari membaca lahir pengetahuan, dari pengetahuan lahir peradaban,” tegasnya.
Ke depan, Rustini bersama komunitas Jendela Dunia berkomitmen membawa Gerakan Ayo Membaca ke berbagai daerah pelosok Indonesia. Ia berharap, kebiasaan membaca dapat tertanam dalam keseharian anak-anak Indonesia, bukan sekadar menjadi kegiatan musiman.
Dalam kesempatan tersebut, anak-anak peserta juga mendeklarasikan ikrar literasi dengan penuh semangat:
1. Buku sebagai sahabatku
2. Membaca buku setiap hari
3. Mulai hari ini membaca adalah kebiasaanku dan kunci masa depanku
“Kami ingin anak-anak merasa bahwa membaca itu menyenangkan. Jika mereka sudah mencintai buku, maka masa depan bangsa ini akan lebih cerah,” pungkasnya.
Dia menemukan keresahan atas kuatnya pengaruh gawai dalam tumbuh kembang anak-anak. “Gadget begitu besar pengaruhnya hingga melemahkan minat baca, membuat anak-anak lebih akrab dengan layar ketimbang buku. Padahal buku adalah jendela utama untuk membuka dunia,” ujarnya dikutip Selasa (14/10/2025).
Dari keresahan tersebut, lanjut Rustini, lahirlah Gerakan Ayo Membaca. Menurutnya, Gerakan Ayo Membaca adalah lentera kecil yang diharapkan berdampak besar dalam membiasakan literasi sejak dini.
Baca juga: Rustini Muhaimin: Kekerasan Seksual adalah Kejahatan Kemanusiaan!
Sebagai langkah pertama, istri dari Menko PM Muhaimin Iskandar ini mengajak 100 anak-anak Jagakarsa memulai gerakan tersebut. Kegiatan ini diisi dengan membaca bersama, diskusi ringan, dan pembacaan deklarasi komitmen literasi anak Indonesia.
Rustini menegaskan, literasi adalah kunci kemajuan bangsa. “Indonesia tidak akan maju jika semangat literasi masyarakatnya rendah. Dari membaca lahir pengetahuan, dari pengetahuan lahir peradaban,” tegasnya.
Ke depan, Rustini bersama komunitas Jendela Dunia berkomitmen membawa Gerakan Ayo Membaca ke berbagai daerah pelosok Indonesia. Ia berharap, kebiasaan membaca dapat tertanam dalam keseharian anak-anak Indonesia, bukan sekadar menjadi kegiatan musiman.
Dalam kesempatan tersebut, anak-anak peserta juga mendeklarasikan ikrar literasi dengan penuh semangat:
1. Buku sebagai sahabatku
2. Membaca buku setiap hari
3. Mulai hari ini membaca adalah kebiasaanku dan kunci masa depanku
“Kami ingin anak-anak merasa bahwa membaca itu menyenangkan. Jika mereka sudah mencintai buku, maka masa depan bangsa ini akan lebih cerah,” pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :