KMI 2025 Ditutup, Hasilkan Rekomendasi Strategis untuk Ekosistem Musik Nasional
Minggu, 12 Oktober 2025 - 17:29 WIB
loading...
A
A
A
Penutupan KMI 2025 memasuki momen puncaknya saat Wamenbud Giring membacakan Minutes of Conference, sebuah rangkuman hasil diskusi intensif selama tiga hari pelaksanaan konferensi. Dalam dokumen ini, tercantum rekomendasi strategis yang dirumuskan secara kolektif oleh para pelaku ekosistem musik, mulai dari musisi, pelaku industri, akademisi, komunitas, hingga regulator.
Rekomendasi tersebut meliputi pentingnya kolaborasi lintas pemangku kepentingan, mulai dari musisi, pemerintah, pelaku industri, akademisi, media, hingga platform digital, untuk membangun sistem yang lebih adil dan berkelanjutan. Sorotan juga diberikan pada perlunya reformasi kurikulum pendidikan musik di semua jenjang, yang menempatkan musik tradisi sebagai bagian utama, serta pengembangan infrastruktur digital seperti database musik nasional. Selain itu, musik religi didorong untuk tumbuh sebagai kekuatan budaya yang inklusif, melalui dukungan ekosistem yang lintas iman dan berkelanjutan.
Rekomendasi lainnya mencakup reformasi tata kelola royalti yang lebih partisipatif, penyederhanaan regulasi perizinan pertunjukan, serta perlindungan sosial dan insentif fiskal bagi pekerja musik. Pemerintah juga didorong membangun venue pertunjukan berstandar internasional, mengoptimalkan ruang publik untuk aktivitas musik, serta mendukung riset industri event guna memperkuat kebijakan berbasis data.
Penerapan regulasi seperti PP No. 24/2022, pengembangan sinergi antara musik dan pariwisata, kebijakan visa mobilitas kebudayaan, serta penyesuaian terhadap tantangan era digital termasuk penggunaan AI dan pembiayaan berbasis kekayaan intelektual, juga menjadi bagian dari agenda. Konferensi juga menekankan pentingnya standar nasional profesi musik yang lebih adil bagi seluruh pelaku, termasuk pekerja belakang panggung, sebagai fondasi ekosistem musik yang sehat dan berdaya saing.
Pada momen ini, Wamenbud Giring turut menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas partisipasi seluruh peserta selama tiga hari penyelenggaraan konferensi. Dirinya menegaskan pentingnya melanjutkan perjuangan bersama untuk mewujudkan ekosistem musik yang sehat, adil, dan berkelanjutan.
Rekomendasi tersebut meliputi pentingnya kolaborasi lintas pemangku kepentingan, mulai dari musisi, pemerintah, pelaku industri, akademisi, media, hingga platform digital, untuk membangun sistem yang lebih adil dan berkelanjutan. Sorotan juga diberikan pada perlunya reformasi kurikulum pendidikan musik di semua jenjang, yang menempatkan musik tradisi sebagai bagian utama, serta pengembangan infrastruktur digital seperti database musik nasional. Selain itu, musik religi didorong untuk tumbuh sebagai kekuatan budaya yang inklusif, melalui dukungan ekosistem yang lintas iman dan berkelanjutan.
Rekomendasi lainnya mencakup reformasi tata kelola royalti yang lebih partisipatif, penyederhanaan regulasi perizinan pertunjukan, serta perlindungan sosial dan insentif fiskal bagi pekerja musik. Pemerintah juga didorong membangun venue pertunjukan berstandar internasional, mengoptimalkan ruang publik untuk aktivitas musik, serta mendukung riset industri event guna memperkuat kebijakan berbasis data.
Penerapan regulasi seperti PP No. 24/2022, pengembangan sinergi antara musik dan pariwisata, kebijakan visa mobilitas kebudayaan, serta penyesuaian terhadap tantangan era digital termasuk penggunaan AI dan pembiayaan berbasis kekayaan intelektual, juga menjadi bagian dari agenda. Konferensi juga menekankan pentingnya standar nasional profesi musik yang lebih adil bagi seluruh pelaku, termasuk pekerja belakang panggung, sebagai fondasi ekosistem musik yang sehat dan berdaya saing.
Pada momen ini, Wamenbud Giring turut menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas partisipasi seluruh peserta selama tiga hari penyelenggaraan konferensi. Dirinya menegaskan pentingnya melanjutkan perjuangan bersama untuk mewujudkan ekosistem musik yang sehat, adil, dan berkelanjutan.
Lihat Juga :