Rangsang Pariwisata, ICTM Akan Digelar Pertengahan September
Minggu, 13 September 2020 - 16:51 WIB
loading...
Pertemuan membahas perhelatan Indonesia Corporate Travel and Micr (ICTM) yang akan digelar oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Foto/SINDOnews/Yan Yusuf
A
A
A
BALI - Pemerintah pusat terus berupaya untuk menghidupkan kembali sektor pariwisata di masa pandemi Covid-19. Salah satunya gelaran Indonesia Corporate Travel and Micr (ICTM) oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) yang akan dihelat di lima kota pada beberapa bulan ke depan.
Seiring dengan itu, protokol kesehatan terus diperketat demi menghindari munculnya klaster baru di masa pandemi.“Salah satunya menerapkan swab test kepada peserta,” kata Kepala Bidang Jejaring Kapasitas Kemenparekraf, Titik Lestari di Hotel Nusa Dua Beach, Bali, Kamis (10/9/2020) kemarin.
Titik mengakui sejak penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dilakukan di beberapa kota di Indonesia, pariwisata Indonesia mengalami penurunan. Sejumlah wisatawan asing enggan mendatangi tempat wisata, devisa negara terus menurun.
“Saya mengapresiasi ICTM digelar. Dengan demikian, perlahan pasti wisata kita akan baik,” kata Titik.(Baca juga: Jadi Tren Baru dan Pasarnya Luas, Sport Tourism Primadona Baru Pariwisata Pascapandemi)
ICTM akan digelar pertengahan September hingga Desember 2020 mendatang. MNC media menjadi media partner dalam penyelenggaraan yang dilangsungkan di Jakarta, Bogor, Bali, Yogyakarta dan Medan ini.
Titik menyadari, saat ini pemerintah pusat sendiri tengah mengupayakan merangsang pariwisata demi menghidupkan kembali ekonomi. Pihaknya akan terus mengetatkan protokol kesehatan, mulai dari serangkaian tes kesehatan, menjaga jarak, hingga penggunaan masker.( Baca juga: Pulihkan Pariwisata, Mas Menteri Usul Hibah Rp3,3 T Fokus untuk Program CHSE di Destinasi )
Bali, kata Titik, bakal menjadi tuan rumah dan acara pembuka penyelenggaraan ICTM. Ratusan pengelola wisata, tour and travel akan terlibat dalam gelaran acara ini.
Seiring dengan itu, protokol kesehatan terus diperketat demi menghindari munculnya klaster baru di masa pandemi.“Salah satunya menerapkan swab test kepada peserta,” kata Kepala Bidang Jejaring Kapasitas Kemenparekraf, Titik Lestari di Hotel Nusa Dua Beach, Bali, Kamis (10/9/2020) kemarin.
Titik mengakui sejak penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dilakukan di beberapa kota di Indonesia, pariwisata Indonesia mengalami penurunan. Sejumlah wisatawan asing enggan mendatangi tempat wisata, devisa negara terus menurun.
“Saya mengapresiasi ICTM digelar. Dengan demikian, perlahan pasti wisata kita akan baik,” kata Titik.(Baca juga: Jadi Tren Baru dan Pasarnya Luas, Sport Tourism Primadona Baru Pariwisata Pascapandemi)
ICTM akan digelar pertengahan September hingga Desember 2020 mendatang. MNC media menjadi media partner dalam penyelenggaraan yang dilangsungkan di Jakarta, Bogor, Bali, Yogyakarta dan Medan ini.
Titik menyadari, saat ini pemerintah pusat sendiri tengah mengupayakan merangsang pariwisata demi menghidupkan kembali ekonomi. Pihaknya akan terus mengetatkan protokol kesehatan, mulai dari serangkaian tes kesehatan, menjaga jarak, hingga penggunaan masker.( Baca juga: Pulihkan Pariwisata, Mas Menteri Usul Hibah Rp3,3 T Fokus untuk Program CHSE di Destinasi )
Bali, kata Titik, bakal menjadi tuan rumah dan acara pembuka penyelenggaraan ICTM. Ratusan pengelola wisata, tour and travel akan terlibat dalam gelaran acara ini.
Lihat Juga :