Teror Bom Pakai Nomor Telepon Asing Bukti Tantangan Keamanan Digital Lintas Negara

Jum'at, 10 Oktober 2025 - 18:19 WIB
loading...
Teror Bom Pakai Nomor...
Anggota Komisi I DPR Farah Puteri Nahlia mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum mengambil langkah cepat dan strategis terkait ancaman teror bom melalui WhatsApp. Foto: Ist
A A A
JAKARTA - Anggota Komisi I DPR Farah Puteri Nahlia mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum mengambil langkah cepat dan strategis terkait ancaman teror bom melalui WhatsApp. Rentetan teror bom menyasar 3 sekolah internasional di Kota Tangerang Selatan dan Jakarta Utara.

Menurut dia, insiden yang menggunakan nomor telepon asing ini merupakan bukti nyata adanya tantangan serius dalam pengawasan keamanan digital lintas negara.

"Ancaman ini bukan hanya soal mengganggu ketertiban umum atau menciptakan rasa takut di sekolah, tetapi juga menjadi tantangan tersendiri bagi kemampuan kita dalam mengawasi ruang siber yang tak kenal batas negara," ujar Farah, Jumat (10/10/2025).

Baca juga: Teror Bom 2 Sekolah di Tangsel, Polisi Buru Pelaku

Menyoroti fakta bahwa pelaku menggunakan nomor telepon asing dari Nigeria (+234), dia menekankan penguatan kerja sama internasional sebagai langkah yang tidak bisa ditawar.

Farah mendorong pemerintah agar proaktif memperbarui perjanjian Mutual Legal Assistance (MLA), terutama dengan negara-negara yang sering menjadi sumber ancaman siber.

Langkah ini sangat fundamental karena kejahatan siber bersifat lintas batas (borderless). Tanpa payung hukum MLA yang kuat, aparat penegak hukum akan menghadapi jalan buntu saat meminta bukti dari negara lain di mana proses yang lambat dan birokratis hanya akan memberi pelaku waktu untuk menghilangkan jejak.

"Kerja sama internasional adalah kunci. Hal ini guna mempercepat proses permintaan bukti digital secara legal jika dibutuhkan sehingga pelaku tidak bisa bersembunyi di yurisdiksi negara lain," ucapnya.

Farah juga mendorong lembaga-lembaga mitra Komisi I seperti Badan Intelijen Negara (BIN), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), untuk lebih meningkatkan kapasitas teknologi mereka. Peningkatan ini harus mencakup penguasaan teknologi intelijen siber (cyber intelligence), forensik digital, hingga analisis big data untuk deteksi dini.

Legislator dari Fraksi PAN ini juga menyoroti pentingnya peran regulator domestik. Dia mendorong Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk memperketat verifikasi pengguna pada setiap layanan pesan instan dan platform komunikasi digital.

“Harus ada pengetatan. Ini juga krusial untuk mencegah penyalahgunaan anonimitas oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab untuk melancarkan ancaman dan teror," katanya.

Dia mendesak kasus ini diusut tuntas tanpa kompromi. Penegakan hukum yang tegas tidak hanya krusial untuk memberikan efek jera kepada pelaku, tetapi juga memulihkan rasa aman dan kepercayaan publik, terutama di lingkungan pendidikan yang seharusnya menjadi tempat paling aman bagi anak-anak.

"Kami meminta pemerintah dan aparat penegak hukum untuk segera menemukan serta menghukum pelaku seberat-beratnya sebagai bahan pelajaran agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali," ujar Farah.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Posisi Strategis Indonesia...
Posisi Strategis Indonesia Jadi Incaran Asing, Kesadaran Antispionase Perlu Diperkuat
Waspada Phishing: Belajar...
Waspada Phishing: Belajar dari Konflik Siber Iran–Israel
Tata Kelola Digital...
Tata Kelola Digital dan Investasi Demokrasi
TNI Latihan Gabungan...
TNI Latihan Gabungan di Karimun Jawa, Tembakkan Rudal dan Bom secara Presisi
Habis Gelap Terbitlah...
Habis Gelap Terbitlah Terang Digital, Semangat Kartini di Era Siber
Lokataru Soroti Konflik...
Lokataru Soroti Konflik Kepentingan di RUU Keamanan dan Ketahanan Siber
Ini Identitas Korban...
Ini Identitas Korban Tewas dan Hilang Akibat Ledakan Bom Sisa Perang Dunia II di Biak Numfor
Update Ledakan Bom Sisa...
Update Ledakan Bom Sisa Perang Dunia II di Biak Numfor Papua: 19 Orang Terluka, 55 Mengungsi
5 Fakta Bom Perang Dunia...
5 Fakta Bom Perang Dunia II Meledak di Biak Numfor, Nomor 3 Memilukan
Rekomendasi
Selamatkan Petani, Peran...
Selamatkan Petani, Peran DSI dalam Tata Niaga Sawit Disebut Perlu Evaluasi Ulang
Ini Penampakan Taufik...
Ini Penampakan Taufik Hidayat usai Ditangkap Polisi, Tangan Diborgol Tali Ties
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Berita Terkini
Ichsanuddin Noorsy:...
Ichsanuddin Noorsy: UGM Berada di Titik Nadir dalam Kasus Ijazah Jokowi
Asfinawati: Ujaran Kebencian...
Asfinawati: Ujaran Kebencian dalam HAM Menyangkut Ras hingga Agama Bukan Orang per Orang
UBK Keluarkan 9 Poin...
UBK Keluarkan 9 Poin Pernyataan usai Ketua BEM FH Abdimaludin Terima Uang Rp20 Juta
Haul Akbar Ploso, Gus...
Haul Akbar Ploso, Gus Muhaimin: Jangan Hanya Menonton, Santri Harus Jadi Solusi Bangsa
Tiyo UGM Dilaporkan...
Tiyo UGM Dilaporkan ke Polisi, Ray Rangkuti: Harusnya Orang Jahat yang Dihukum Bukan yang Berpikir
Berkas Perkara Roy Suryo...
Berkas Perkara Roy Suryo dan Dokter Tifa Dilimpahkan ke PN Jakarta Timur
Infografis
Erdogan Sebut Ledakan...
Erdogan Sebut Ledakan Bom Istiklal Istanbul Ada Bau Teror
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved