Kemendikdasmen Dorong Siswa Kuasai Keterampilan Akademik
Jum'at, 10 Oktober 2025 - 06:56 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Lebih dari 3,5 Juta Siswa Siap Ikut TKA Pengganti Ujian Nasional 2025
Sementara itu, Pemerhati Pendidikan Doni Koesoema A menilai, kebijakan baru ini merupakan terobosan positif. Menurutnya, berbeda dengan ujian nasional yang bersifat wajib, maka tes kemampuan akademik bersifat sukarela sehingga memberi ruang bagi siswa untuk memilih.
“Ini hal baru, karena sebelumnya ujian model standar seperti UN diwajibkan. Sekarang siswa bisa memilih untuk ikut atau tidak. Itu menghargai hak anak agar tidak merasa terpaksa,” kata Doni.
Doni menambahkan terkait pentingnya persetujuan siswa ketika mengikuti tes yang berskala nasional. “Kalau ada orang tua, guru, atau kepala dinas yang memaksa siswa ikut, itu keliru. Tes ini sebaiknya diposisikan seperti cek kesehatan gratis, yang bermanfaat untuk mengetahui kondisi diri,” ujarnya.
Dia juga menilai tes in dapat mendorong semangat belajar siswa. “Setiap ujian pada akhirnya membuat anak belajar. Memang hasil tes standar tidak bisa menggambarkan keseluruhan diri anak, tetapi tetap berguna untuk kepentingan tertentu, misalnya pemetaan kemampuan akademik,” sebutnya.
Sementara itu, Pemerhati Pendidikan Doni Koesoema A menilai, kebijakan baru ini merupakan terobosan positif. Menurutnya, berbeda dengan ujian nasional yang bersifat wajib, maka tes kemampuan akademik bersifat sukarela sehingga memberi ruang bagi siswa untuk memilih.
“Ini hal baru, karena sebelumnya ujian model standar seperti UN diwajibkan. Sekarang siswa bisa memilih untuk ikut atau tidak. Itu menghargai hak anak agar tidak merasa terpaksa,” kata Doni.
Doni menambahkan terkait pentingnya persetujuan siswa ketika mengikuti tes yang berskala nasional. “Kalau ada orang tua, guru, atau kepala dinas yang memaksa siswa ikut, itu keliru. Tes ini sebaiknya diposisikan seperti cek kesehatan gratis, yang bermanfaat untuk mengetahui kondisi diri,” ujarnya.
Dia juga menilai tes in dapat mendorong semangat belajar siswa. “Setiap ujian pada akhirnya membuat anak belajar. Memang hasil tes standar tidak bisa menggambarkan keseluruhan diri anak, tetapi tetap berguna untuk kepentingan tertentu, misalnya pemetaan kemampuan akademik,” sebutnya.
(shf)
Lihat Juga :