Merosotnya Keterlibatan Politik Generasi Muda, 'Political Development Program' Bawa Angin Segar
Rabu, 08 Oktober 2025 - 22:46 WIB
loading...
A
A
A
“Ini menjadi introspeksi bahwa bisa jadi banyak partai itu tidak membuka ruang kepada generasi muda, terutama Gen X, Z dan M dalam melakukan proses pendidikan politik. Kondisi itu melahirkan kegelisahan, nah bisa jadi PDP ini menjadi oase politik bagi orang muda yang ingin terlibat dalam partai,” ujar Ferry Kurnia Rizkiyansyah, mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang kini menjabat Sekretaris Jenderal DPP Partai Perindo.
Pendidikan politik tidak cukup hanya lewat teori atau wacana di media sosial. Generasi muda butuh pengalaman nyata bagaimana rapat diselenggarakan, bagaimana keputusan dibuat, hingga bagaimana isu publik ditangani. “Melalui PDP, mereka diberi pemahaman nyata tentang aktivitas partai politik, sambil dibekali pendidikan politik,” tutur penulis buku Pertaruhan Demokrasi: Dinamika Pemilu 2009 ini.
Baca juga: Kutip Nelson Mandela, Angela Bakar Semangat Kader di HUT ke-11 Partai Perindo
PDP yang digagas Partai Perindo atau dikenal dengan Partai Kita, berlangsung selama empat bulan pada batch ketiga ini. Peserta diberikan materi komunikasi publik, kampanye digital hingga strategi pemenangan Pemilu. Tak hanya dijalankan di tingkat pusat, PDP telah direplikasi di sejumlah daerah.
Ketua Bidang Kaderisasi dan Keanggotaan DPP Partai Perindo Juang Akbar menilai, banyaknya jumlah pendaftar program ini membuktikan bahwa stigma orang muda apatis politik tidak sepenuhnya benar.
“Antusiasme untuk terlibat bahkan bergabung dengan partai politik sebenarnya besar, tinggal bagaimana partai politik terbuka dan memberikan akses yang inklusif dan setara bagi orang muda. Harapan kita, generasi muda bisa melek politik, optimis dan melihat partai politik sebagai wadah untuk ikut memajukan Indonesia,” ungkap Juang.
Pendidikan politik tidak cukup hanya lewat teori atau wacana di media sosial. Generasi muda butuh pengalaman nyata bagaimana rapat diselenggarakan, bagaimana keputusan dibuat, hingga bagaimana isu publik ditangani. “Melalui PDP, mereka diberi pemahaman nyata tentang aktivitas partai politik, sambil dibekali pendidikan politik,” tutur penulis buku Pertaruhan Demokrasi: Dinamika Pemilu 2009 ini.
Baca juga: Kutip Nelson Mandela, Angela Bakar Semangat Kader di HUT ke-11 Partai Perindo
PDP yang digagas Partai Perindo atau dikenal dengan Partai Kita, berlangsung selama empat bulan pada batch ketiga ini. Peserta diberikan materi komunikasi publik, kampanye digital hingga strategi pemenangan Pemilu. Tak hanya dijalankan di tingkat pusat, PDP telah direplikasi di sejumlah daerah.
Ketua Bidang Kaderisasi dan Keanggotaan DPP Partai Perindo Juang Akbar menilai, banyaknya jumlah pendaftar program ini membuktikan bahwa stigma orang muda apatis politik tidak sepenuhnya benar.
“Antusiasme untuk terlibat bahkan bergabung dengan partai politik sebenarnya besar, tinggal bagaimana partai politik terbuka dan memberikan akses yang inklusif dan setara bagi orang muda. Harapan kita, generasi muda bisa melek politik, optimis dan melihat partai politik sebagai wadah untuk ikut memajukan Indonesia,” ungkap Juang.
Lihat Juga :