Diskusi Forum Warga Negara Soroti Kasus Korupsi

Rabu, 08 Oktober 2025 - 21:19 WIB
loading...
Diskusi Forum Warga...
Diskusi Forum Warga Negara yang ketiga digelar di kawasan Ampera, Jakarta Selatan pada Selasa (7/10/2025). Sejumlah peserta diskusi menyoroti kasus korupsi di Tanah Air. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Diskusi Forum Warga Negara yang ketiga digelar di kawasan Ampera, Jakarta Selatan pada Selasa (7/10/2025). Sejumlah peserta diskusi menyoroti kasus korupsi di Tanah Air.

“Apa sebenarnya akar, sumber, atau biang dari karut-marut permasalahan bangsa hari-hari ini?” kata Sudirman Said saat membuka diskusi.

Baca juga: KPK Tak Henti Sikat Koruptor, Novel Baswedan: Pelaku Korupsi Itu Orang Sakit

Dia menyebut problem bangsa datang susul-menyusul. Sayang, selama ini gaya penyelesaiannya hampir selalu ala pemadam kebakaran, di mana ada kebakaran, di situ saja yang dipadamkan.



"Alhasil, term-nya pendek-pendek (shorttermistic), sehingga efeknya mirip obat pereda nyeri, sesaat saja. Begitu terus, hingga jadi kerutinan (business as usual), bahkan kelaziman," sebutnya.

Pertanyaannya, mengapa tidak ada upaya serius mencari tahu tentang apa sejatinya biang dari semua problem, lalu dari situlah pembenahan yang komprehensif dilakukan.

Baca juga: Jaksa Agung Copot Kajari Jakbar Hendri Antoro, Dugaan Penggelapan Barang Bukti

Sudirman Said menambahkan, mencari biang adalah kerja menguras energi. Mengingat, sifatnya fundamental, holistik, komprehensif, dan kolaboratif. Namun, itu harus dilakukan, karena kebermanfaatannya dipercaya lebih luas, dampaknya berjangka panjang (longterm).

“Akar masalah kita ada pada hilangnya moral leadership. Kekuasaan tak lagi dianggap terbatas, tapi seolah-olah milik pribadi beserta keluarga. Dan, kalau bisa, untuk selama-lamanya. Pada gilirannya, ini menciptakan suasana ‘serba boleh’,” kata Sudirman.

Sudirman menambahkan, satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berjalan cukup dinamis.

"Kita menanti dengan penuh harap agar pemerintah yang masih punya waktu empat tahun ke depan ini harus mampu menjawab sekurang-kurangnya empat tantangan besar. Yakni demokrasi yang makin kaya prosedur tapi makin kering substansi, ketimpangan ekonomi, semakin rusaknya ekologi, serta makin maraknya korupsi-kolusi-nepotisme,” ujarnya.

“Praktik korupsi kita hari ini levelnya bukan saja memeras atau merampas hak manusia, lho, tapi juga ‘hak Tuhan’ (misalnya dugaan korupsi kuota haji). Hebat sekali,” ujarnya.

Sedangkan aktivis antikorupsi Chandra M. Hamzah mengingatkan, dalam tataran praksis, masih ada ketidakpahaman tentang korupsi. Biang keroknya adalah masih kuatnya akar neofeodalisme.

Chandra menyebut “neofeodalisme” karena dari semula sumbernya adalah penguasaan tanah, kini beralih-rupa jadi penguasaan sektor alias soal kewenangan.

“Neofeodalisme tidak mengenal korupsi dalam artian maling uang rakyat. Yang ada ialah praktik memonetisasi kewenangan. Padahal, itulah dasar dari tindak korupsi,” tandasnya.

Diskusi berlangsung antusias. Melalui mimbar-mimbar diskursus publik semacam ini Forum Warga Negara beritikad untuk ambil peran mengawal setidaknya dua hal.

Pertama, menjaga momentum kesadaran kritis publik atas kondisi bangsa, kebenaran, dan keadaban. Kedua, mewadahi, mengelaborasi, dan lalu menyalurkan kesadaran kritis tersebut ke kanal-kanal yang tepat dalam bentuk rekomendasi, advokasi, aksi, dsb.

Di pengujung diskusi, Forum Warga Negara membacakan pernyataan sikapnya terhadap kondisi bangsa. Pernyataan sikap itu ditajuki sebagai “Manifesto Ampera”.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Cegah Kasus Korupsi...
Cegah Kasus Korupsi di BGN Terulang, Saut Situmorang Beri Saran Ini ke Nanik Deyang
Prihatin Kasus Korupsi...
Prihatin Kasus Korupsi di BGN, Hasto PDIP: Suara Kritis Masyarakat Sudah Mengungkapkan Hal Itu
Prabowo Berulang Kali...
Prabowo Berulang Kali Ingatkan Jajarannya, Tugas Berat adalah Melawan Korupsi
Mensos Gus Ipul Tegaskan...
Mensos Gus Ipul Tegaskan Tak Ada Zona Aman untuk Korupsi di Kemensos
KPK Lelang 106 Lot Barang...
KPK Lelang 106 Lot Barang Rampasan Korupsi dari 26 Perkara, Ada Handphone hingga Bidang Tanah
Eks Wakil Kepala BGN...
Eks Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya Masih Syok setelah Jadi Tersangka Korupsi
Bukan Garasi Pejabat...
Bukan Garasi Pejabat Biasa: Dua Harley, Tiga Jip Legendaris, dan Rompi Oranye Silmy Karim
Misteri Garasi Dadan...
Misteri Garasi Dadan Hindayana: Setengah Abad Usianya, Modis dan Estetik Mobilnya
Cuan Miliaran Tiap Hari...
Cuan Miliaran Tiap Hari dari Piring Anak Sekolah: Mengintip Garasi Eks Kepala BGN Dadan Hindayana
Rekomendasi
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
Bhakti TNI, Satgas Yonif...
Bhakti TNI, Satgas Yonif 631/Antang Bangun MCK di Dagai Puncak Jaya
Berita Terkini
25 Wilayah Indonesia...
25 Wilayah Indonesia Berpotensi Tsunami Akibat Gempa M7,7 di Mindanao Filipina
Hari Ini Presiden Akan...
Hari Ini Presiden Akan Menerima Surat Kepercayaan dari Dubes Negara Sahabat
BNPP Raih Peningkatan...
BNPP Raih Peningkatan Signifikan Capaian Reformasi Birokrasi 2025 dari Kemenpan RB
Brigjen TNI Marinir...
Brigjen TNI Marinir Rino Rianto Resmi Jabat Dandenjaka, Pimpin Pasukan Elite TNI AL
7 Brigjen Pol Dimutasi...
7 Brigjen Pol Dimutasi oleh Kapolri pada Awal Mei Dalam Rangka Pensiun
Vesak Festival 2026,...
Vesak Festival 2026, Stafsus Menag Doakan Presiden Prabowo Diberi Kekuatan Memimpin Bangsa
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved