Diskusi Forum Warga Negara Soroti Kasus Korupsi
Rabu, 08 Oktober 2025 - 21:19 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Jaksa Agung Copot Kajari Jakbar Hendri Antoro, Dugaan Penggelapan Barang Bukti
Sudirman Said menambahkan, mencari biang adalah kerja menguras energi. Mengingat, sifatnya fundamental, holistik, komprehensif, dan kolaboratif. Namun, itu harus dilakukan, karena kebermanfaatannya dipercaya lebih luas, dampaknya berjangka panjang (longterm).
“Akar masalah kita ada pada hilangnya moral leadership. Kekuasaan tak lagi dianggap terbatas, tapi seolah-olah milik pribadi beserta keluarga. Dan, kalau bisa, untuk selama-lamanya. Pada gilirannya, ini menciptakan suasana ‘serba boleh’,” kata Sudirman.
Sudirman menambahkan, satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berjalan cukup dinamis.
"Kita menanti dengan penuh harap agar pemerintah yang masih punya waktu empat tahun ke depan ini harus mampu menjawab sekurang-kurangnya empat tantangan besar. Yakni demokrasi yang makin kaya prosedur tapi makin kering substansi, ketimpangan ekonomi, semakin rusaknya ekologi, serta makin maraknya korupsi-kolusi-nepotisme,” ujarnya.
“Praktik korupsi kita hari ini levelnya bukan saja memeras atau merampas hak manusia, lho, tapi juga ‘hak Tuhan’ (misalnya dugaan korupsi kuota haji). Hebat sekali,” ujarnya.
Sedangkan aktivis antikorupsi Chandra M. Hamzah mengingatkan, dalam tataran praksis, masih ada ketidakpahaman tentang korupsi. Biang keroknya adalah masih kuatnya akar neofeodalisme.
Sudirman Said menambahkan, mencari biang adalah kerja menguras energi. Mengingat, sifatnya fundamental, holistik, komprehensif, dan kolaboratif. Namun, itu harus dilakukan, karena kebermanfaatannya dipercaya lebih luas, dampaknya berjangka panjang (longterm).
“Akar masalah kita ada pada hilangnya moral leadership. Kekuasaan tak lagi dianggap terbatas, tapi seolah-olah milik pribadi beserta keluarga. Dan, kalau bisa, untuk selama-lamanya. Pada gilirannya, ini menciptakan suasana ‘serba boleh’,” kata Sudirman.
Sudirman menambahkan, satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berjalan cukup dinamis.
"Kita menanti dengan penuh harap agar pemerintah yang masih punya waktu empat tahun ke depan ini harus mampu menjawab sekurang-kurangnya empat tantangan besar. Yakni demokrasi yang makin kaya prosedur tapi makin kering substansi, ketimpangan ekonomi, semakin rusaknya ekologi, serta makin maraknya korupsi-kolusi-nepotisme,” ujarnya.
“Praktik korupsi kita hari ini levelnya bukan saja memeras atau merampas hak manusia, lho, tapi juga ‘hak Tuhan’ (misalnya dugaan korupsi kuota haji). Hebat sekali,” ujarnya.
Sedangkan aktivis antikorupsi Chandra M. Hamzah mengingatkan, dalam tataran praksis, masih ada ketidakpahaman tentang korupsi. Biang keroknya adalah masih kuatnya akar neofeodalisme.
Lihat Juga :