Pakar Nilai Pertemuan Prabowo Dengan Jokowi Tak Bicarakan Terkait Reshuffle, Soal Ijazah?
Rabu, 08 Oktober 2025 - 20:03 WIB
loading...
A
A
A
"Jadi reshuffle kabinet itu bukan hanya bicara mengenai rotasi politisi. Tetapi bicara mengenai reformasi bagaimana governing arsitektur itu diwujudkan, baik dalam bentuk bangunan institutionalnya," ucapnya.
Dalam kesempatan itu, menteri baru harus memiliki tiga kriteria penting. Pertama, memiliki kompetensi sesuai bidangnya, lalu loyal terhadap visi presiden dan minim potensi melanggar etika maupun hukum di kemudian hari.
"Makanya harus di security clearance ulang siapapun yang masuk ke situ nantinya. Nah karena kalau sampai ada ketidakefektifan di dalam kabinet, itu nanti kebijakan pemerintah itu stagnan dan akhirnya membuang waktu dan kehilangan momentum," sambungnya.
Wibawanto menjelaskan jika dalan sistem presidensial, perombakan kabinet sepenuhnya merupakan hak presiden. Maka dari itu, presiden Prabowo Subianto memiliki kebebasan penuh dalam menentukan menterinya.
"Presiden memilih kabinet itu dengan freedom of action 100%, palingan 99%. Freedom of action. Jadi keputusan untuk memilih, karena itu adalah wajah Presiden. Jadi kalau ada yang salah dengan kabinet, yang kena Presiden, yang bagus kabinet, yang bagus Presiden," katanya.
Dalam kesempatan itu, menteri baru harus memiliki tiga kriteria penting. Pertama, memiliki kompetensi sesuai bidangnya, lalu loyal terhadap visi presiden dan minim potensi melanggar etika maupun hukum di kemudian hari.
"Makanya harus di security clearance ulang siapapun yang masuk ke situ nantinya. Nah karena kalau sampai ada ketidakefektifan di dalam kabinet, itu nanti kebijakan pemerintah itu stagnan dan akhirnya membuang waktu dan kehilangan momentum," sambungnya.
Wibawanto menjelaskan jika dalan sistem presidensial, perombakan kabinet sepenuhnya merupakan hak presiden. Maka dari itu, presiden Prabowo Subianto memiliki kebebasan penuh dalam menentukan menterinya.
"Presiden memilih kabinet itu dengan freedom of action 100%, palingan 99%. Freedom of action. Jadi keputusan untuk memilih, karena itu adalah wajah Presiden. Jadi kalau ada yang salah dengan kabinet, yang kena Presiden, yang bagus kabinet, yang bagus Presiden," katanya.
(cip)
Lihat Juga :