Pakar Nilai Pertemuan Prabowo Dengan Jokowi Tak Bicarakan Terkait Reshuffle, Soal Ijazah?

Rabu, 08 Oktober 2025 - 20:03 WIB
loading...
Pakar Nilai Pertemuan...
Pakar Geopolitik dan Keamanan Nasional, Wibawanto Nugroho menilai, kunjungan Presiden ke-7 Jokowi ke kediaman Presiden Prabowo Subianto di Kertanegara IV, Jakarta Selatan tak bicarakan reshuffle kabinet. Foto/SindoNews
A A A
JAKARTA - Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) kembali menjadi perbincangan setelah melangsungkan pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di kediaman pribadinya Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan pada Sabtu, 4 Oktober 2025. Pertemuan itu dinilai bukan membicarakan soal ressufle kabinet, melainkan urusan pribadi antarkedua tokoh bangsa.

"Kayaknya enggak (bicarakan soal reshuffle? ya. Kayaknya ada urusan pribadi," kata Pakar Geopolitik dan Keamanan Nasional, Wibawanto Nugroho, Rabu (8/10/2025).

Terkait pertemuan itu, Wibawanto menyebut ada kemungkinan membahas soal kasus tudingan ijazah palsu Jokowi. "Ya mungkin (soal Ijazah). Ya kayaknya mungkin, di arah yang kepentingan Pak Jokowi yang dikomunikasikan kepentingan Pak Prabowo bukan kepentingan nasional, jadi kepentingan Pak Jokowi," ucapnya.

Baca juga: Bertemu selama 2 Jam, Prabowo dan Jokowi Bicara Empat Mata

Wibawanto mengingatkan kembali, ketika Jokowi yang saat itu sebagai presiden, memanggil Prabowo yang menjabat sebagai Menteri Pertahanan. Dalam pertemuan itu disebut pembahasannya berkaitan kontestasi Pilpres 2024.

"Dulu kan juga pernah ada 13 Oktober 2024 ketemu Pak Presiden Jokowi memanggil Menhan Pak Prabowo, calon Presiden. Nah sekarang Pak Jokowi mau ketemu lagi tapi ketemu Presiden, berarti kan perlu ketemu Pak Jokowi," ujarnya.

Sementara, terkait reshuffle atau perombakan Kabinet Merah Putih yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto, dia mengapresiasi selama para pembantu presiden baru ini bisa menyesuaikan diri dengan keadaan nasional ataupun tingkat global.

Baca juga: Prabowo dan Jokowi Bertemu 2 Jam di Kertanegara

"Baguslah Reshuffle dilakukan untuk perbaikan efektivitas pemerintahan, untuk stabilitas politik keamanan dari presidensi Pak Prabowo sendiri dan bagaimana mengejar transformasi nasional dan being adaptive di tingkat global," kata Wibawanto.

Wibawanto menegaskan bila reshuffle kabinet ini bukan sekadar pergantian posisi antarpolitisi. Namun, perombakan ini harus bisa menjadi bagian dari perbaikan tata kelola pemerintahan.

"Jadi reshuffle kabinet itu bukan hanya bicara mengenai rotasi politisi. Tetapi bicara mengenai reformasi bagaimana governing arsitektur itu diwujudkan, baik dalam bentuk bangunan institutionalnya," ucapnya.


Dalam kesempatan itu, menteri baru harus memiliki tiga kriteria penting. Pertama, memiliki kompetensi sesuai bidangnya, lalu loyal terhadap visi presiden dan minim potensi melanggar etika maupun hukum di kemudian hari.

"Makanya harus di security clearance ulang siapapun yang masuk ke situ nantinya. Nah karena kalau sampai ada ketidakefektifan di dalam kabinet, itu nanti kebijakan pemerintah itu stagnan dan akhirnya membuang waktu dan kehilangan momentum," sambungnya.

Wibawanto menjelaskan jika dalan sistem presidensial, perombakan kabinet sepenuhnya merupakan hak presiden. Maka dari itu, presiden Prabowo Subianto memiliki kebebasan penuh dalam menentukan menterinya.

"Presiden memilih kabinet itu dengan freedom of action 100%, palingan 99%. Freedom of action. Jadi keputusan untuk memilih, karena itu adalah wajah Presiden. Jadi kalau ada yang salah dengan kabinet, yang kena Presiden, yang bagus kabinet, yang bagus Presiden," katanya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Protes Keras Penangkapan...
Protes Keras Penangkapan Roy Suryo-dr Tifa, Refly Harun: Keduanya Kooperatif Sejak Awal
Kronologi Penangkapan...
Kronologi Penangkapan Roy Suryo dan Dr. Tifa oleh Polda Metro, Refly: Tidak Ada Tanda-tanda
Ditangkap Polda Metro...
Ditangkap Polda Metro Jaya, Dokter Tifa: Tepat saat Saya Menghadap Ujian S3
Selain Dokter Tifa,...
Selain Dokter Tifa, Polda Metro Jaya Juga Tangkap Roy Suryo
Didesak Tegaskan Sikap...
Didesak Tegaskan Sikap ke Pemerintahan Prabowo, PDIP: Memangnya Jazilul Siapa?
Breaking News! Dokter...
Breaking News! Dokter Tifa Ditangkap Polda Metro Jaya Hari Ini
Istana Bicara soal Kembalikan...
Istana Bicara soal Kembalikan Kepercayaan Publik
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Rosan Jelaskan Kondisi Investasi RI di Istana Merdeka Besok
3 Mantan Kapolda Jabar...
3 Mantan Kapolda Jabar yang Duduk di Kabinet Prabowo, 1 di Antaranya Wakapolri
Rekomendasi
Richard Lee Ajukan Penangguhan...
Richard Lee Ajukan Penangguhan Penahanan karena Sakit, Istri Jadi Jaminan
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
MNC Peduli dan MNC Tourism...
MNC Peduli dan MNC Tourism Gelar Edukasi Gizi dan Demo Masak di Kampung Cibilik Sukabumi
Berita Terkini
Kronologi Penangkapan...
Kronologi Penangkapan Roy Suryo, Refly: Untung Masih Sempat Salat Subuh, tapi Belum Mandi
Ade Darmawan Tanggapi...
Ade Darmawan Tanggapi Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa: Memang Sudah Seharusnya
Protes Keras Penangkapan...
Protes Keras Penangkapan Roy Suryo-dr Tifa, Refly Harun: Keduanya Kooperatif Sejak Awal
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap, Refly Harun: Kami Berharap Penahanan Ini Ditangguhkan!
Babak Baru Ijazah Jokowi,...
Babak Baru Ijazah Jokowi, Kala Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap Polda Metro Jaya, Segera Disidang?
Kronologi Penangkapan...
Kronologi Penangkapan Roy Suryo dan Dr. Tifa oleh Polda Metro, Refly: Tidak Ada Tanda-tanda
Infografis
Daftar Anggaran yang...
Daftar Anggaran yang Dipangkas Prabowo, Tak Sentuh Bansos
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved