Guru Besar UNJ: MBG Wujud Komitmen Presiden Prabowo, Masyarakat Harus Dukung Penuh
Selasa, 07 Oktober 2025 - 21:59 WIB
loading...
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan langkah mulia pemerintah dalam membangun generasi sehat dan cerdas. Foto: Dok Sindonews
A
A
A
JAKARTA - Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) Prof Abdul Haris Fatgehipon menegaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan langkah mulia pemerintah dalam membangun generasi sehat dan cerdas.
Dia menilai program yang diinisiasi Presiden Prabowo harus mendapat dukungan penuh dari masyarakat dan seluruh lembaga terkait, bukan justru dikerdilkan oleh isu sesaat.
Baca juga: IKAPPI Jakarta: MBG Program Mulia Prabowo, Kasus Keracunan Jadi Momentum Perbaikan
“MBG memiliki tujuan yang sangat mulia, memberikan anak-anak Indonesia makanan bergizi dan sehat. Program pemerintah ini harus kita dukung bersama. Jika ada kasus keracunan, itu bukan berarti program dibubarkan, tetapi dievaluasi untuk perbaikan,” ujar Haris, Selasa (7/10/2025).
Menurut dia, keberhasilan program MBG akan sangat bergantung pada pelibatan pihak-pihak yang berkompeten, mulai dari ahli gizi, akademisi, tenaga kesehatan, hingga pengawas lapangan agar sistem distribusi dan dapur pengolahan makanan dapat berjalan sesuai standar keamanan pangan.
![Guru Besar UNJ: MBG Wujud Komitmen Presiden Prabowo, Masyarakat Harus Dukung Penuh]()
Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNJ Prof Abdul Haris Fatgehipon. Foto: Ist
Guru besar asal Maluku itu juga menekankan pentingnya ketepatan sasaran penerima manfaat. Dia menyoroti anak-anak di wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal) sebagai kelompok yang paling membutuhkan program MBG.
“Pemberian MBG harus tepat sasaran. Anak-anak di daerah terpencil, terluar, dan tertinggal sangat membutuhkan program seperti ini. Kehadiran MBG menjadi harapan nyata bagi mereka,” ucapnya.
Haris mengapresiasi respons cepat Prabowo yang segera memanggil jajaran menteri terkait dan menyiapkan Peraturan Presiden (Perpres) tentang perbaikan tata kelola MBG setelah munculnya beberapa kasus teknis di lapangan.
“Ini menunjukkan keseriusan dan komitmen Presiden Prabowo dalam melaksanakan program MBG. Pemerintah bersama seluruh elemen masyarakat harus memberikan dukungan dan evaluasi agar program ini semakin baik sekaligus berkelanjutan,” ungkapnya.
Dia berharap program mulia MBG jangan sampai dipolitisasi dan disalahgunakan oleh orang atau kelompok yang tidak bertanggung jawab.
"Jangan sampai kasus MBG disalahgunakan dengan dipolitisasi dan jangan ada penyelewengan anggaran korupsi dalam program MBG. Ini program prorakyat untuk membentuk anak Indonesia yang sehat dan pintar," ujar Haris.
Dia menilai program yang diinisiasi Presiden Prabowo harus mendapat dukungan penuh dari masyarakat dan seluruh lembaga terkait, bukan justru dikerdilkan oleh isu sesaat.
Baca juga: IKAPPI Jakarta: MBG Program Mulia Prabowo, Kasus Keracunan Jadi Momentum Perbaikan
“MBG memiliki tujuan yang sangat mulia, memberikan anak-anak Indonesia makanan bergizi dan sehat. Program pemerintah ini harus kita dukung bersama. Jika ada kasus keracunan, itu bukan berarti program dibubarkan, tetapi dievaluasi untuk perbaikan,” ujar Haris, Selasa (7/10/2025).
Menurut dia, keberhasilan program MBG akan sangat bergantung pada pelibatan pihak-pihak yang berkompeten, mulai dari ahli gizi, akademisi, tenaga kesehatan, hingga pengawas lapangan agar sistem distribusi dan dapur pengolahan makanan dapat berjalan sesuai standar keamanan pangan.

Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNJ Prof Abdul Haris Fatgehipon. Foto: Ist
Guru besar asal Maluku itu juga menekankan pentingnya ketepatan sasaran penerima manfaat. Dia menyoroti anak-anak di wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal) sebagai kelompok yang paling membutuhkan program MBG.
“Pemberian MBG harus tepat sasaran. Anak-anak di daerah terpencil, terluar, dan tertinggal sangat membutuhkan program seperti ini. Kehadiran MBG menjadi harapan nyata bagi mereka,” ucapnya.
Haris mengapresiasi respons cepat Prabowo yang segera memanggil jajaran menteri terkait dan menyiapkan Peraturan Presiden (Perpres) tentang perbaikan tata kelola MBG setelah munculnya beberapa kasus teknis di lapangan.
“Ini menunjukkan keseriusan dan komitmen Presiden Prabowo dalam melaksanakan program MBG. Pemerintah bersama seluruh elemen masyarakat harus memberikan dukungan dan evaluasi agar program ini semakin baik sekaligus berkelanjutan,” ungkapnya.
Dia berharap program mulia MBG jangan sampai dipolitisasi dan disalahgunakan oleh orang atau kelompok yang tidak bertanggung jawab.
"Jangan sampai kasus MBG disalahgunakan dengan dipolitisasi dan jangan ada penyelewengan anggaran korupsi dalam program MBG. Ini program prorakyat untuk membentuk anak Indonesia yang sehat dan pintar," ujar Haris.
(jon)
Lihat Juga :