Sempat Diperiksa KPK Kasus Korupsi DJKA, Pengamat: Hormati Asas Praduga Tak Bersalah

Senin, 06 Oktober 2025 - 18:44 WIB
loading...
A A A
Hasanuddin mengingatkan agar isu-isu hukum seperti ini tidak dijadikan alat tekanan terhadap pejabat tertentu. “Karena jangan sampai isu ini, menjadi alat tekan ke kejati nanti malah terbalik, kan. Sehingga dia sendiri akhirnya tidak on the track. Itu terpengaruh, ya,” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa masalah administratif di internal Kejaksaan Agung perlu diperbaiki agar tidak menimbulkan kesan maladministrasi.

“Jika kita hubungkan dengan kejadian salah satu terpidana yang belum dieksekusi, memang ada pesan maladministrasi yang memang harus dipertanyakan di Kejaksaan Agung. Karena ini kan banyak, ya. Banyak pegawai, banyak pejabat. Jangan-jangan administrasi seperti hal ini nggak sempurna," paparnya.

Meski begitu, Hasanuddin menilai tidak ada indikasi bahwa kasus ini melibatkan “orang kuat” atau ada intervensi dari pihak tertentu. Ia menekankan bahwa kewenangan sepenuhnya tetap berada di tangan Jaksa Agung.

“Kalau apakah ada dugaan orang kuat dan yang lain, menurut saya sih enggak. Karena itu kan kewenangannya Kepala Kejaksaan Agung. Dan dalam banyak hal, Kejagung juga melakukan penindakan pidana korupsi. Itu kelihatannya dia juga on the track, kan. Banyak mafia-mafia migas, tambang, dan lain-lain, sama Kejaksaan Agung kan ditindak,” katanya.

Hasanuddin menutup pandangannya dengan menekankan pentingnya klarifikasi terbuka dari Kejaksaan Agung maupun KPK, agar tidak terjadi kesalahpahaman publik.

“Hal ini penting untuk diklarifikasi oleh Kejaksaan Agung maupun KPK, membantu mengklarifikasi, ya. Sehingga nanti kejaksaan tinggi ini tidak ditekan. Jadi orang tidak akan menggunakan celah ini untuk menekan. Sehingga berdampak pada kinerjanya untuk melakukan pemberantasan tindakan-tindakan korupsi, misalnya,” ujarnya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
KPK Sita Rumah Bupati...
KPK Sita Rumah Bupati Pekalongan Fadia Arafiq di Semarang
Periksa Sony Sonjaya,...
Periksa Sony Sonjaya, Kejagung Dalami Pengajuan Justice Collaborator
Sony Sonjaya Bungkam...
Sony Sonjaya Bungkam Jelang Diperiksa Kejagung soal Dugaan Korupsi MBG
Kejagung Segel Gudang...
Kejagung Segel Gudang Motor Listrik Milik BGN di Bogor
Ajukan Tambahan Anggaran...
Ajukan Tambahan Anggaran Rp762 Miliar, KPK: Kami Tidak Muluk-muluk
KPK Periksa Mantan Stafsus...
KPK Periksa Mantan Stafsus Menag Gus Yaqut terkait Kasus Kuota Haji
Sinergi KPK dan BNN...
Sinergi KPK dan BNN dalam Raker Komisi III DPR Bahas Program 2027
Kasus Penipuan Hanania...
Kasus Penipuan Hanania Travel, Polda Metro Periksa 70 Saksi
Kenakan Rompi Tahanan,...
Kenakan Rompi Tahanan, Bupati Muara Enim Edison Resmi Ditahan KPK
Rekomendasi
LAZ Abulyatama Indonesia...
LAZ Abulyatama Indonesia Resmikan Cabang LPP Jawa Barat
APKB Dorong Penyempurnaan...
APKB Dorong Penyempurnaan Regulasi Kawasan Berikat: Menjaga Daya Saing Industri dan Investasi
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Berita Terkini
Pangi Chaniago: Kisruh...
Pangi Chaniago: Kisruh Dialog UGM Cerminan Menumpuknya Kemarahan Publik
Muktamar NU Harus Jadi...
Muktamar NU Harus Jadi Momentum Pemurnian, Bukan Arena Perebutan Kekuasaan
Kejagung Ungkap Peran...
Kejagung Ungkap Peran Glory Harimas Sihombing di Kasus Korupsi MBG: Jual Titik SPPG
Glory Harimas Sihombing...
Glory Harimas Sihombing Jadi Tersangka Baru Korupsi MBG
Sony Sanjaya Beberkan...
Sony Sanjaya Beberkan Ada Pengadaan Fiktif CCTV dan Sidik Jari Rp300 Miliar di Program MBG
Sony Sonjaya Diperiksa...
Sony Sonjaya Diperiksa Kejagung 9 Jam, Daftar Nama terkait Jual Beli Titik SPPG Bertambah Jadi 41 Orang
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved