Akademisi: Program Makan Bergizi Gratis Akselerator Kemajuan Bangsa
Senin, 06 Oktober 2025 - 15:52 WIB
loading...
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai sebagai langkah strategis pemerintah untuk mempercepat kemajuan bangsa melalui investasi gizi generasi muda. Foto: Dok Sindonews
A
A
A
JAKARTA - Akademisi IAIN Gorontalo Sahmin Madina menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan langkah strategis pemerintah untuk mempercepat kemajuan bangsa melalui investasi gizi generasi muda. MBG bukan sekadar program sosial melainkan instrumen percepatan pembangunan sumber daya manusia yang akan menentukan masa depan Indonesia.
“MBG adalah investasi jangka panjang untuk membangun kualitas manusia Indonesia. Dampaknya langsung pada perkembangan kognitif anak, produktivitas, dan daya saing bangsa. Jika dijalankan dengan baik, MBG akan menjadi akselerator kemajuan Indonesia,” ujar Sahmin, Senin (6/10/2025).
Baca juga: Marak Kasus Keracunan MBG, Prabowo: Waspada, Jangan Sampai Dipolitisasi
Data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 menunjukkan prevalensi stunting nasional berhasil ditekan hingga 19,8 persen. Angka ini memperlihatkan arah kebijakan gizi nasional yang tepat.
"Namun, keberhasilan itu bisa terganggu jika tata kelola program MBG tidak diperbaiki secara serius, terutama setelah munculnya sejumlah insiden keracunan massal di beberapa daerah," katanya.
![Akademisi: Program Makan Bergizi Gratis Akselerator Kemajuan Bangsa]()
Akademisi IAIN Gorontalo Sahmin Madina. Foto: Ist
Menurut dia, skala MBG yang begitu besar memang punya potensi dampak luar biasa. Di sisi lain, risiko juga meningkat bila standar pelaksanaan, pengawasan, dan keamanan pangan tidak berjalan baik.
"Insiden keracunan jadi evaluasi bersama, tapi jangan dipolitisasi bahwa program MBG tidak benar. Kita harus realistis bahwa program ini sangat baik dalam mengakselerasi pembangunan generasi bangsa melalui intervensi gizi seimbang," ujar Sahmin.
Dia mengapresiasi pemerintah yang telah bergerak cepat melakukan evaluasi dan perbaikan dengan menutup dapur yang tidak memenuhi standar, menyediakan alat rapid test, memasang CCTV di dapur MBG, serta memperkuat kepercayaan publik.
"Kita patut apresiasi respons cepat pemerintah terutama Presiden Prabowo dengan memerintahkan perbaikan tata kelola dan higienitas untuk bangun kepercayaan masyarakat," katanya.
“MBG adalah investasi jangka panjang untuk membangun kualitas manusia Indonesia. Dampaknya langsung pada perkembangan kognitif anak, produktivitas, dan daya saing bangsa. Jika dijalankan dengan baik, MBG akan menjadi akselerator kemajuan Indonesia,” ujar Sahmin, Senin (6/10/2025).
Baca juga: Marak Kasus Keracunan MBG, Prabowo: Waspada, Jangan Sampai Dipolitisasi
Data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 menunjukkan prevalensi stunting nasional berhasil ditekan hingga 19,8 persen. Angka ini memperlihatkan arah kebijakan gizi nasional yang tepat.
"Namun, keberhasilan itu bisa terganggu jika tata kelola program MBG tidak diperbaiki secara serius, terutama setelah munculnya sejumlah insiden keracunan massal di beberapa daerah," katanya.

Akademisi IAIN Gorontalo Sahmin Madina. Foto: Ist
Menurut dia, skala MBG yang begitu besar memang punya potensi dampak luar biasa. Di sisi lain, risiko juga meningkat bila standar pelaksanaan, pengawasan, dan keamanan pangan tidak berjalan baik.
"Insiden keracunan jadi evaluasi bersama, tapi jangan dipolitisasi bahwa program MBG tidak benar. Kita harus realistis bahwa program ini sangat baik dalam mengakselerasi pembangunan generasi bangsa melalui intervensi gizi seimbang," ujar Sahmin.
Dia mengapresiasi pemerintah yang telah bergerak cepat melakukan evaluasi dan perbaikan dengan menutup dapur yang tidak memenuhi standar, menyediakan alat rapid test, memasang CCTV di dapur MBG, serta memperkuat kepercayaan publik.
"Kita patut apresiasi respons cepat pemerintah terutama Presiden Prabowo dengan memerintahkan perbaikan tata kelola dan higienitas untuk bangun kepercayaan masyarakat," katanya.
(jon)
Lihat Juga :