Panggil Kepala BGN, Prabowo Tegaskan Dapur MBG Wajib Punya Alat Tes Kit
Senin, 06 Oktober 2025 - 00:13 WIB
loading...
Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih di kediaman pribadinya, Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan pada Minggu (5/10/2025) malam. Foto/IG @Sekretariat.Kabinet
A
A
A
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih di kediaman pribadinya, Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan pada Minggu (5/10/2025) malam. Selain menteri, hadir dalam pertemuan itu Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana.
Informasi tersebut dibagikan melalui akun instagram @Sekretariat.Kabinet pada Minggu (5/10/2025). Dalam unggahan tersebut, pemanggilan para pembantu presiden ini membahas perkembangan berbagai program, antara lain MBG, Koperasi Desa, Kampung Nelayan, Ketahanan Pangan dan Energi, Stimulus Ekonomi dan berbagai program lainnya.
Baca juga: Presiden Prabowo Kembali Panggil Menteri ke Kertanegara, Bahas Apa?
Khusus untuk progam Makan Bergizi Gratis (MBG), Presiden meminta Dadan agar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur pengelolaan MBG, wajib memiliki alat tes kit. Presiden memberikan waktu seluruh dapur MBG memiliki alat tersebut satu Minggu.
"Presiden menegaskan kepada Kepala BGN bahwa setidaknya pada minggu depan ini, dapur-dapur harus sudah dilengkapi dengan alat tes kit yakni mengecek kebersihan makanan, alat pencuci dan pengering higienis dilengkapi air hangat dan alat khusus untuk menghindari bakteri, dan penyediaan filter air bersih," tulis keterangan akun, @Sekretariat.Kabinet.
Baca juga: Pertemuan Prabowo dan Jokowi, Luhut: Bagus Kalau Presiden Ketemu Mantan Presiden
Selain program MBG, presiden juga memerintahkan Menko Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar untuk memeriksa sekaligus memperbaiki Pondok Pesantren (Ponpes) resmi yang perlu dicek kekuatan struktur bangunannya.
"Serta memberikan bantuan dan menekankan kepada pemilik pondok pesantren untuk memperhatikan betul proses renovasi atau pengembangan gedung bila hendak membangun pondoknya," ujarnya.
Berkaitan dengan pondok ini, terbaru musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny ambruk pada Senin (29/10/2025). Musala itu roboh ketika ratusan santri tengah menunaikan salat Asar.
Tim SAR gabungan langsung melakukan proses evakuasi terhadap korban yang masih tertimpa reruntuhan. Hingga Minggu (5/10/2025) malam, sebanyak 40 santri dinyatakan meninggal dunia akibat musibah itu. Sedangkan 20 santri lainnya masih belum diketemukan.
Informasi tersebut dibagikan melalui akun instagram @Sekretariat.Kabinet pada Minggu (5/10/2025). Dalam unggahan tersebut, pemanggilan para pembantu presiden ini membahas perkembangan berbagai program, antara lain MBG, Koperasi Desa, Kampung Nelayan, Ketahanan Pangan dan Energi, Stimulus Ekonomi dan berbagai program lainnya.
Baca juga: Presiden Prabowo Kembali Panggil Menteri ke Kertanegara, Bahas Apa?
Khusus untuk progam Makan Bergizi Gratis (MBG), Presiden meminta Dadan agar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur pengelolaan MBG, wajib memiliki alat tes kit. Presiden memberikan waktu seluruh dapur MBG memiliki alat tersebut satu Minggu.
"Presiden menegaskan kepada Kepala BGN bahwa setidaknya pada minggu depan ini, dapur-dapur harus sudah dilengkapi dengan alat tes kit yakni mengecek kebersihan makanan, alat pencuci dan pengering higienis dilengkapi air hangat dan alat khusus untuk menghindari bakteri, dan penyediaan filter air bersih," tulis keterangan akun, @Sekretariat.Kabinet.
Baca juga: Pertemuan Prabowo dan Jokowi, Luhut: Bagus Kalau Presiden Ketemu Mantan Presiden
Selain program MBG, presiden juga memerintahkan Menko Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar untuk memeriksa sekaligus memperbaiki Pondok Pesantren (Ponpes) resmi yang perlu dicek kekuatan struktur bangunannya.
"Serta memberikan bantuan dan menekankan kepada pemilik pondok pesantren untuk memperhatikan betul proses renovasi atau pengembangan gedung bila hendak membangun pondoknya," ujarnya.
Berkaitan dengan pondok ini, terbaru musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny ambruk pada Senin (29/10/2025). Musala itu roboh ketika ratusan santri tengah menunaikan salat Asar.
Tim SAR gabungan langsung melakukan proses evakuasi terhadap korban yang masih tertimpa reruntuhan. Hingga Minggu (5/10/2025) malam, sebanyak 40 santri dinyatakan meninggal dunia akibat musibah itu. Sedangkan 20 santri lainnya masih belum diketemukan.
(shf)
Lihat Juga :