Menteri Haji dan Umrah Gus Irfan Datangi KPK, Audiensi Pencegahan Korupsi
Jum'at, 03 Oktober 2025 - 14:26 WIB
loading...
Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf mendatangi Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (3/10/2025) siang. Foto/Nur Khabibi
A
A
A
JAKARTA - Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf mendatangi Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ), Jumat (3/10/2025) siang. Pantauan di lokasi, ia tiba di Kantor KPK sekitar pukul 13.50 WIB.
Dalam kesempatan ini, ia mengenakan kemeja cokelat dan berpeci hitam. Saat memasuki gedung, pria yang akrab disapa Gus Irfan itu tidak memberikan pernyataan terkait tujuannya ke kantor KPK.
Ia hanya terlihat memberikan gestur akan memberikan komentar setelah kegiatan. Terpisah, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menjelaskan, kedatangan Gus Irfan untuk kegiatan audiensi.
Baca juga: Di Balik Harta Rp16 Miliar Menteri Haji dan Umrah, Terselip Harta Karun Mio Karbu Rp2 Jutaan
"Siang ini, KPK menerima audiensi dari Kementerian Haji dan Umrah, dalam kerangka pencegahan korupsi," kata Budi dalam keterangannya.
Budi menjelaskan, kegiatan ini merupakan upaya KPK memerangi praktik korupsi melalui pencegahan. Salah satunya kata Budi, melalui kajian untuk memotret titik-titik rawan korupsi dan memberikan rekomendasi perbaikan sistem dalam penyelenggaraan ibadah haji.
Baca juga: Jejak Pendidikan Gus Irfan, Menteri Haji dan Umrah Pertama Republik Indonesia
"KPK berharap melalui kedua pendekatan tersebut, penindakan dan pencegahan, menjadi pemantik bagi perbaikan salah satu pelayanan publik ini," ujar Budi.
"KPK juga selalu terbuka dalam bersinergi dan berkolaborasi dengan kementerian, lembaga, maupun pemerintah daerah dalam upaya pemberantasan korupsi salah satunya untuk mendukung perwujudan good governance," pungkasnya.
Dalam kesempatan ini, ia mengenakan kemeja cokelat dan berpeci hitam. Saat memasuki gedung, pria yang akrab disapa Gus Irfan itu tidak memberikan pernyataan terkait tujuannya ke kantor KPK.
Ia hanya terlihat memberikan gestur akan memberikan komentar setelah kegiatan. Terpisah, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menjelaskan, kedatangan Gus Irfan untuk kegiatan audiensi.
Baca juga: Di Balik Harta Rp16 Miliar Menteri Haji dan Umrah, Terselip Harta Karun Mio Karbu Rp2 Jutaan
"Siang ini, KPK menerima audiensi dari Kementerian Haji dan Umrah, dalam kerangka pencegahan korupsi," kata Budi dalam keterangannya.
Budi menjelaskan, kegiatan ini merupakan upaya KPK memerangi praktik korupsi melalui pencegahan. Salah satunya kata Budi, melalui kajian untuk memotret titik-titik rawan korupsi dan memberikan rekomendasi perbaikan sistem dalam penyelenggaraan ibadah haji.
Baca juga: Jejak Pendidikan Gus Irfan, Menteri Haji dan Umrah Pertama Republik Indonesia
"KPK berharap melalui kedua pendekatan tersebut, penindakan dan pencegahan, menjadi pemantik bagi perbaikan salah satu pelayanan publik ini," ujar Budi.
"KPK juga selalu terbuka dalam bersinergi dan berkolaborasi dengan kementerian, lembaga, maupun pemerintah daerah dalam upaya pemberantasan korupsi salah satunya untuk mendukung perwujudan good governance," pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :