Nanik S Deyang Ngaku Dihubungi Politikus Minta Dapur MBG, Dadan Hindayana: Saya Tak Ingin Mendikotomi
Rabu, 01 Oktober 2025 - 19:53 WIB
loading...
Kepala BGN Dadan Hindayana merespons pengakuan Wakil Kepala BGN Nanik S Deyang yang pernah dihubungi politikus untuk meminta jatah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). Foto/Achmad Al Fiqri
A
A
A
JAKARTA - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana merespons pengakuan Wakil Kepala BGN Nanik S Deyang yang pernah dihubungi politikus untuk meminta jatah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dadan mengatakan tak mau mendikotomikan profesi.
"Saya tidak ingin mendikotomi politisi, pengusaha, TNI, polisi, dan lain-lain. Semua pihak yang berkontribusi di dalam program MBG adalah pejuang republik. Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak," ucap Dadan saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (1/10/2025).
Merespons pengakuan Nanik, Dadan menilai hal itu harus diklarifikasi. Ia berkata, SPPG merupakan instrumen investasi dari sejumlah pihak yang ingin berkontribusi untuk negara.
Baca Juga: Cerita Nanik S Deyang Dihubungi Politikus Minta Dapur MBG: Langsung Saya Blokir
"Mereka adalah para pejuang republik. Badan Gizi punya anggaran dan sampai sekarang belum bisa bangun. Jadi kami ucapkan terima kasih pada semua pihak," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Wakil Kepala BGN Nanik S Deyang mengaku sempat dihubungi seorang politikus yang meminta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dia pun langsung memblokir nomor WhatsApp (WA) politikus tersebut.
Awalnya, Nanik cerita bahwa dia tidak segan-segan menutup dapur MBG yang tidak sesuai prosedur meskipun dapur MBG itu dimiliki oleh seorang jenderal. "Mau punyanya jenderal, mau punyanya siapa, kalau melanggar akan saya tutup, saya enggak peduli," kata Nanik ketika menggelar konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Jumat (26/9/2025).
Kata Nanik, dapur MBG harus menjalankan standar operasional prosedur yang telah ditentukan. Sebab, makanan MBG ini akan dikonsumsi oleh anak-anak generasi penerus bangsa. Jika tidak dilakukan secara prosedural, akan berakibat fatal terhadap keselamatan nyawa manusia.
"Serius saya, jangan main-main sama urusan kesehatan anak, ini kan program. Kasihan banyak anak anak enggak bisa makan, kita mau kasih makan kok rebutan," ujarnya.
"Saya tidak ingin mendikotomi politisi, pengusaha, TNI, polisi, dan lain-lain. Semua pihak yang berkontribusi di dalam program MBG adalah pejuang republik. Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak," ucap Dadan saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (1/10/2025).
Merespons pengakuan Nanik, Dadan menilai hal itu harus diklarifikasi. Ia berkata, SPPG merupakan instrumen investasi dari sejumlah pihak yang ingin berkontribusi untuk negara.
Baca Juga: Cerita Nanik S Deyang Dihubungi Politikus Minta Dapur MBG: Langsung Saya Blokir
"Mereka adalah para pejuang republik. Badan Gizi punya anggaran dan sampai sekarang belum bisa bangun. Jadi kami ucapkan terima kasih pada semua pihak," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Wakil Kepala BGN Nanik S Deyang mengaku sempat dihubungi seorang politikus yang meminta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dia pun langsung memblokir nomor WhatsApp (WA) politikus tersebut.
Awalnya, Nanik cerita bahwa dia tidak segan-segan menutup dapur MBG yang tidak sesuai prosedur meskipun dapur MBG itu dimiliki oleh seorang jenderal. "Mau punyanya jenderal, mau punyanya siapa, kalau melanggar akan saya tutup, saya enggak peduli," kata Nanik ketika menggelar konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Jumat (26/9/2025).
Kata Nanik, dapur MBG harus menjalankan standar operasional prosedur yang telah ditentukan. Sebab, makanan MBG ini akan dikonsumsi oleh anak-anak generasi penerus bangsa. Jika tidak dilakukan secara prosedural, akan berakibat fatal terhadap keselamatan nyawa manusia.
"Serius saya, jangan main-main sama urusan kesehatan anak, ini kan program. Kasihan banyak anak anak enggak bisa makan, kita mau kasih makan kok rebutan," ujarnya.
(zik)
Lihat Juga :