SAS Institute: MBG Bukan Janji Politik, Ini Misi Peradaban Masa Depan
Rabu, 01 Oktober 2025 - 18:55 WIB
loading...
Menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Foto/Dok SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Sekretaris Eksekutif Said Aqil Sirodj (SAS) Institute Abi Rekso menilai bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) pasti dan perlu untuk terus dijalankan. Menurut dia, MBG ini bukan janji politik.
“Bagi saya, MBG ini bukan janji politik, ini misi peradaban masa depan Indonesia. Justru, kita sebagai masyarakat sipil perlu berperan aktif untuk menyukseskan MBG. Kita perlu secara bijak melihat dampak positif dari program MBG ini,” kata Abi Rekso, Rabu (1/10/2025).
Abi Rekso juga menekankan bahwa, program MBG adalah komitmen pemerintah dalam pemenuhan hak mendapatkan makanan (right to food). Tanpa mengabaikan angka korban terpapar bakteri sekitar 5.000 kasus, berbanding 31 juta penerima manfaat.
Baca juga: Marak Keracunan MBG, Dadan Hindayana Akui Belum Semua SPPG Punya Sanitasi yang Baik
Artinya persoalan yang ada sekitar 0,0001% dari 9.615 SPPG yang beroperasi. “Kita perlu yakin dan optimis bahwa kesuksesan program MBG kelak, tidak hanya pemenuhan gizi kepada anak-anak Indonesia,” kata dia.
“Melainkan, terbentuknya rantai pasok berbasis ketahanan pangan, serta pangan berkualitas dengan harga terjangkau. Ini benar-benar mulia, sebagai misi peradaban Indonesia,” pungkasnya.
Diketahui, Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat hingga 22 September 2025 tercatat adanya 4.711 kasus bakteri dalam makanan yang terdistribusi melalui program MBG.Dengan pembagian 3 wilayah, yang secara keseluruhan kurang lebih 45 lokasi sepanjang dimulainya program ini.
Namun, hal ini langsung direspons oleh Presiden Prabowo setelah kepulangan dari lawatan luar negri. Dalam pernyataanya, Presiden Prabowo tidak menutup mata bahwa terjadi persoalan. Namun dirinya optimistis hal ini bisa terselesaikan dengan baik.
“Ini masalah (program) besar jadi pasti ada kekurangan di awal, Tapi, saya juga yakin bahwa kita akan selesaikan dengan baik,” kata Prabowo di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (27/9/2025).
“Bagi saya, MBG ini bukan janji politik, ini misi peradaban masa depan Indonesia. Justru, kita sebagai masyarakat sipil perlu berperan aktif untuk menyukseskan MBG. Kita perlu secara bijak melihat dampak positif dari program MBG ini,” kata Abi Rekso, Rabu (1/10/2025).
Abi Rekso juga menekankan bahwa, program MBG adalah komitmen pemerintah dalam pemenuhan hak mendapatkan makanan (right to food). Tanpa mengabaikan angka korban terpapar bakteri sekitar 5.000 kasus, berbanding 31 juta penerima manfaat.
Baca juga: Marak Keracunan MBG, Dadan Hindayana Akui Belum Semua SPPG Punya Sanitasi yang Baik
Artinya persoalan yang ada sekitar 0,0001% dari 9.615 SPPG yang beroperasi. “Kita perlu yakin dan optimis bahwa kesuksesan program MBG kelak, tidak hanya pemenuhan gizi kepada anak-anak Indonesia,” kata dia.
“Melainkan, terbentuknya rantai pasok berbasis ketahanan pangan, serta pangan berkualitas dengan harga terjangkau. Ini benar-benar mulia, sebagai misi peradaban Indonesia,” pungkasnya.
Diketahui, Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat hingga 22 September 2025 tercatat adanya 4.711 kasus bakteri dalam makanan yang terdistribusi melalui program MBG.Dengan pembagian 3 wilayah, yang secara keseluruhan kurang lebih 45 lokasi sepanjang dimulainya program ini.
Namun, hal ini langsung direspons oleh Presiden Prabowo setelah kepulangan dari lawatan luar negri. Dalam pernyataanya, Presiden Prabowo tidak menutup mata bahwa terjadi persoalan. Namun dirinya optimistis hal ini bisa terselesaikan dengan baik.
“Ini masalah (program) besar jadi pasti ada kekurangan di awal, Tapi, saya juga yakin bahwa kita akan selesaikan dengan baik,” kata Prabowo di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (27/9/2025).
(rca)
Lihat Juga :