Kubu Husnan Bey Minta Muktamar PPP Digelar Ulang

Selasa, 30 September 2025 - 20:49 WIB
loading...
Kubu Husnan Bey Minta...
Calon Ketua Umum PPP, Husnan Bey Fananie dan eksponen Fusi 1973 mendesak muktamar ulang PPP sebelum akhir 2025 sebagai langkah rekonsiliasi dan penataan partai. Foto/Binti Mufarida
A A A
JAKARTA - Muktamar X Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang digelar pada akhir pekan lalu berakhir ricuh. Dua calon ketua umum Mardiono dan Agus Suparmanto, sama-sama mengklaim diri sebagai ketua umum terpilih secara aklamasi. Situasi ini memunculkan dualisme kepemimpinan dan memperdalam konflik internal di tubuh partai berlambang Ka'bah itu.

Salah satu calon Ketua Umum PPP, Husnan Bey Fananie menyatakan keprihatinannya atas kondisi yang terjadi pada Muktamar PPP. Menurutnya, konflik saat ini menunjukkan bahwa PPP telah menyimpang dari khitah Fusi 1973 yang menjadi fondasi terbentuknya partai.

Baca juga: Mardiono dan Agus Suparmanto Saling Klaim, Menkum: Mudah-mudahan Bisa Diselesaikan secara Internal

Husnan menjadi bagian dari Eksponen Fusi 1973 yang terdiri dari sejumlah organisasi masyarakat di antaranya Nahdlatul Ulama (NU), Persaudaraan Muslim Indonesia (Parmusi), Serikat Islam (SI), dan Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti). Husnan saat ini menjabat sebagai Ketua Umum Parmusi.



"Kondisi saat ini dengan penuh keprihatinan, menyesalkan, dan sangat mengecewakan. Kami melihat bahwa PPP hari ini menghadapi krisis identitas dan kepemimpinan," ujar Husnan saat konferensi pers di kawasan Jakarta Selatan, Selasa (30/9/2025).

Husnan menyerukan agar PPP kembali pada semangat fusi empat kekuatan Islam pada 5 Januari 1973 yang bergabung untuk membentuk satu wadah perjuangan politik Islam.

"PPP ini bukan milik segelintir elite, bukan pula warisan yang diperebutkan kelompok tertentu. PPP adalah amanah sejarah dari umat," tegas Husnan yang juga mantan Dubes Indonesia untuk Azerbaijan itu.

Baca juga: PPP Terbelah, Sejarah yang Terulang Kembali

Dia juga menyatakan penolakannya terhadap hasil Muktamar X PPP yang dinilai tidak sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai. Dia bersama para eksponen Fusi 1973 mendesak agar PPP menggelar muktamar ulang sebelum akhir 2025 sebagai langkah rekonsiliasi dan penataan kembali partai.

"Kami bersama fusi di PPP menyatakan tidak mensahkan atau menolak muktamar yang dilakukan secara tidak benar, tidak sesuai dengan AD/ART. Kami akan minta kepada semuanya untuk melakukan muktamar ulang sebelum akhir tahun 2025," kata Husnan.

Selain menyerukan muktamar ulang, Husnan juga meminta pemerintah, khususnya Presiden Prabowo Subianto, untuk turut memberikan saran dan solusi atas kisruh internal PPP. Menurutnya, sebagai kepala negara, Presiden memiliki peran penting sebagai pembina kehidupan politik nasional.

"Pemerintah, dalam hal ini Presiden Prabowo Subianto, selaku kepala negara, diharapkan memberikan saran sebagai solusi terbaik dalam konflik internal partai yang melegenda ini. PPP adalah partai yang didirikan oleh para pemimpin bangsa dan ikut menjaga Indonesia sejak awal," ujarnya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sidang Gugatan Muktamar...
Sidang Gugatan Muktamar PPP, Saksi Tergugat Dinilai Tidak Konsisten
Konflik PPP Banten Dinilai...
Konflik PPP Banten Dinilai Lebih dari Sekadar Pergantian Ketua
Sidang Gugatan PPP,...
Sidang Gugatan PPP, Ketua SC Mengaku Borong Kamar Hotel untuk Persidangan Muktamar
PN Jakpus Tolak Gugatan...
PN Jakpus Tolak Gugatan soal SK DPW PPP Jawa Barat, Kepengurusan UU-Agus Solihin Dinyatakan Sah
Eks Pimpinan Sidang...
Eks Pimpinan Sidang Muktamar PPP Ungkap Fakta Mengejutkan
Kader PPP Berbagai Wilayah...
Kader PPP Berbagai Wilayah Gugat Taj Yasin dan Agus Suparmanto di PN Jaksel
Sejumlah Pengurus PPP...
Sejumlah Pengurus PPP Daerah Dorong Polda Metro Jaya Usut Dugaan Pemalsuan Dokumen
Resmi Dipilih dalam...
Resmi Dipilih dalam Munas Yogyakarta, Agus Suparmanto Siap Bawa Anggar Indonesia Go International
Muscab PPP se-Papua...
Muscab PPP se-Papua Tengah, Mardiono Dorong Kolaborasi dengan Pemda untuk Sejahterakan Rakyat
Rekomendasi
Ketum KBPP Polri: Demokrasi...
Ketum KBPP Polri: Demokrasi Harus Bermartabat, Stabilitas Nasional Harus Dijaga
Harga Tiket Whoosh Pakai...
Harga Tiket Whoosh Pakai Skema Dinamis Sambut Libur Sekolah Plus Long Weekend, Termurah Rp250 Ribu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Jaring Talenta Pelaut Muda Perkuat Distribusi Energi Nasional
Berita Terkini
Istana Wapres Sebut...
Istana Wapres Sebut Tidak Ada Kesepakatan soal Tenggat Waktu Realisasikan Tuntutan Mahasiswa
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
BGN Pastikan Anggaran...
BGN Pastikan Anggaran MBG Dikurangi, Ini Alasannya
Temui Gibran, Mahasiswa...
Temui Gibran, Mahasiswa Beri Tenggat Waktu 5 Hari ke Pemerintah untuk Realisasikan Tuntutan
Prabowo Bertemu Menlu...
Prabowo Bertemu Menlu Qatar di Istana Merdeka, Ini Tiga Poin yang Dibahas
Sekjen GMNI Serukan...
Sekjen GMNI Serukan Gotong Royong dan Persatuan Nasional
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved