Hari Jantung Sedunia, Penurunan Obesitas Kunci Atasi Kardiovaskular

Minggu, 28 September 2025 - 19:54 WIB
loading...
Hari Jantung Sedunia,...
Pada peringatan Hari Jantung Sedunia 2025 digelar jalan sehat komunitas, lari 5K–10K, serta sesi edukasi kesehatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang obesitas dan kesehatan kardiovaskular. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Penyakit jantung tetap menjadi penyebab utama kematian di seluruh dunia. Berdasarkan data yang dihimpun, lebih dari 20,5 juta kasus kematian terjadi setiap tahunnya. Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi menekankan kembali urgensi menurunkan beban penyakit kardiovaskular.

Kemenkes melalui Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran (PNPK) Obesitas menegaskan pengurangan obesitas sangat penting. “Prevalensi penyakit jantung di Indonesia terus meningkat dan menimbulkan beban ekonomi yang sangat besar, khususnya penyakit jantung koroner yang sangat terkait dengan BMI tinggi," katanya.

Baca juga: Hari Jantung Sedunia, Dinkes DKI Ajak Masyarakat Terapkan Pola Hidup Sehat

Menyikapi fenomena tersebut, dalam momen Hari Jantung Sedunia 2025 Novo Nordisk Indonesia menegaskan kembali komitmennya untuk mengatasi isu mendesak ini melalui kerja sama dengan tenaga kesehatan, pasien, pembuat kebijakan, dan komunitas dalam upaya mengurangi beban penyakit kronis di Tanah Air.



General Manager Novo Nordisk Indonesia Sreerekha Sreenivasan menegaskan, penyakit kardiovaskular tetap menjadi penyebab utama kematian di Indonesia maupun di dunia, dengan obesitas memegang peran sentral.

Berdasarkan bukti terbaru, individu dengan obesitas memiliki risiko serangan jantung 75% lebih tinggi dibandingkan mereka dengan BMI di bawah 30.3. Menurut dia, 8 dari 10 pasien penyakit jantung mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.

Baca juga: Perbedaan Gejala Henti Jantung, Serangan Jantung, dan Gagal Jantung

"Kelebihan berat badan merupakan salah satu faktor pendorong terkuat terjadinya penyakit jantung," ucapnya.

Dia menegaskan, komitmennya dalam mendukung agenda nasional dalam menurunkan penyakit kardiovaskular dengan menangani obesitas melalui solusi inovatif berbasis bukti ilmiah. "Pada Hari Jantung Sedunia, kami ingin meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit jantung agar orang Indonesia lebih memahami cara melindungi jantung mereka. Salah satu kontributor terbesar penyakit jantung adalah kelebihan berat badan dan obesitas,” ujarnya.

InfoComm, Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) atau Indonesian Heart Association Vito A. Damay mengatakan, PNPK Obesitas menekankan perlunya mempertimbangkan pendekatan tambahan, seperti farmakoterapi dan prosedur bariatrik, khususnya bagi pasien dengan risiko kardiovaskular yang lebih tinggi.

“Bagi dokter spesialis jantung, penting untuk memandang obesitas dan penyakit jantung sebagai kondisi kronis yang saling terkait, serta memastikan pasien mendapatkan perawatan komprehensif berbasis bukti yang dapat menurunkan risiko,” Vito.

Meningkatkan Kesadaran Bersama


Melalui peringatan Hari Jantung Sedunia bersama PERKI dan Yayasan Jantung Indonesia (YJI), Novo Nordisk Indonesia berupaya memberdayakan masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga kesehatan jantung dan mengelola obesitas.

Novo Nordisk Indonesia mendorong setiap orang untuk mulai berdiskusi mengenai berat badan dengan dokter, mencari pengobatan medis yang sesuai, serta mengakses NovoCare untuk mendapatkan informasi dan dukungan yang tepercaya.

“Turunkan berat badan untuk melindungi jantung Anda. Kunjungi NovoCare untuk memahami lebih jauh dan mulai berdiskusi dengan dokter Anda – bersama-sama kita dapat mengurangi beban penyakit jantung di Indonesia,” tegas Sreerekha.

Pada peringatan Hari Jantung Sedunia kali ini, Novo Nordisk Indonesia bersama PERKI dan YJI menggelar acara publik yang dihadiri lebih dari 2.000 peserta. Kegiatan yang diselenggarakan meliputi jalan sehat komunitas, lari 5K–10K, serta sesi edukasi kesehatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai keterkaitan antara obesitas dan kesehatan kardiovaskular.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
Ribuan Pekerja Rokok...
Ribuan Pekerja Rokok Tembakau Tolak Rancangan Aturan Kemasan Kemenkes
Asosiasi Minta Rancangan...
Asosiasi Minta Rancangan Aturan Peringatan Kesehatan Tak Bertentangan dengan UU Hak Kekayaan Intelektual
UU Kesehatan Digugat...
UU Kesehatan Digugat Dharma Pongrekun, Kemenkes: Aturan Disusun Perhatikan Hak Warga Negara
Dharma Pongrekun Gugat...
Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan, Kemenkes Siapkan Penjelasan dan Dokumen Pendukung
6 Juta Pekerja Rokok...
6 Juta Pekerja Rokok Terancam di PHK, Wamenaker: Kebijakan Harus Berpihak pada Rakyat
Jangan Sepelekan Kolesterol...
Jangan Sepelekan Kolesterol Tinggi, Diam-diam Sebabkan Serangan Jantung
Tio Pakusadewo Dirawat...
Tio Pakusadewo Dirawat Akibat Gangguan Jantung, Dewi Irawan Buka Donasi
Kaya Nutrisi, Semangka...
Kaya Nutrisi, Semangka Ternyata Berkhasiat Turunkan Risiko Penyakit Jantung
Rekomendasi
Pertamina NRE dan Koperasi...
Pertamina NRE dan Koperasi Kemenkop Bangun PLTS KDKMP Pulau Sembur, Progres Capai 80%
Said Iqbal Blak-blakan...
Said Iqbal Blak-blakan 2.500 Buruh Pabrik Terancam PHK
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Berita Terkini
Dokter Tifa Masih Diinfus...
Dokter Tifa Masih Diinfus dan Roy Suryo Tidak Mau Makan Obat
Refly Harun Sudah Siapkan...
Refly Harun Sudah Siapkan Surat Permohonan Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa
Refly Harun Ungkap Kondisi...
Refly Harun Ungkap Kondisi Terkini Roy Suryo dan Dokter Tifa
Prabowo Panggil Rosan...
Prabowo Panggil Rosan Roeslani ke Kertanegara Minggu Malam, Ada Apa?
MUI Tegaskan LGBT adalah...
MUI Tegaskan LGBT adalah Penyimpangan: Wajib Disembuhkan
Deretan Pasal Menjerat...
Deretan Pasal Menjerat Roy Suryo dan Dokter Tifa di Kasus Ijazah Jokowi
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved