Mentrans Ingin Transmigran Bisa Bersaing di Panggung Dunia
Sabtu, 27 September 2025 - 23:39 WIB
loading...
A
A
A
Kerja sama ini digagas bersama Asosiasi Penyelenggara Pemagangan Luar Negeri (AP2LN) dengan fokus membuka peluang program magang kerja 2-3 tahun di berbagai sektor di Jepang. Kementerian Transmigrasi juga tengah menjajaki peran sebagai sending organisation resmi agar transmigran memiliki akses yang lebih terjamin, mulai dari perekrutan, pelatihan, hingga perlindungan kerja.
“Magang memang terbatas waktunya, tapi nilainya besar: menambah keterampilan, memperluas wawasan, dan menyiapkan mereka kembali ke tanah air dan kawasan transmigrasi dengan pengalaman baru. Sementara untuk kerja permanen, pasar Jepang sangat luas dan potensial,” jelas Mentrans.
Program ini diharapkan tidak hanya membuka lapangan kerja, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan dan peningkatan daya saing transmigran Indonesia. Hasil pertemuan di Osaka ditargetkan melahirkan nota kesepahaman konkret antara Kementerian Transmigrasi, AP2LN, dan mitra Jepang mengenai pola rekrutmen, pelatihan, serta jaminan perlindungan tenaga kerja.
“Jika dulu transmigrasi hanya identik dengan membangun desa, kini transmigran kita juga bisa menjadi duta keterampilan Indonesia di dunia internasional,” kata Iftitah.
Kementerian Transmigrasi optimistis langkah ini akan memberi manfaat ganda: kesejahteraan bagi transmigran dan keluarganya, serta kontribusi nyata bagi pembangunan nasional.
“Magang memang terbatas waktunya, tapi nilainya besar: menambah keterampilan, memperluas wawasan, dan menyiapkan mereka kembali ke tanah air dan kawasan transmigrasi dengan pengalaman baru. Sementara untuk kerja permanen, pasar Jepang sangat luas dan potensial,” jelas Mentrans.
Program ini diharapkan tidak hanya membuka lapangan kerja, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan dan peningkatan daya saing transmigran Indonesia. Hasil pertemuan di Osaka ditargetkan melahirkan nota kesepahaman konkret antara Kementerian Transmigrasi, AP2LN, dan mitra Jepang mengenai pola rekrutmen, pelatihan, serta jaminan perlindungan tenaga kerja.
“Jika dulu transmigrasi hanya identik dengan membangun desa, kini transmigran kita juga bisa menjadi duta keterampilan Indonesia di dunia internasional,” kata Iftitah.
Kementerian Transmigrasi optimistis langkah ini akan memberi manfaat ganda: kesejahteraan bagi transmigran dan keluarganya, serta kontribusi nyata bagi pembangunan nasional.
(rca)
Lihat Juga :