Profil Brigjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro: Pernah Tangani Kasus Ijazah Jokowi, Kini Menjadi Kapolda Sulsel
Jum'at, 26 September 2025 - 16:11 WIB
loading...
Brigjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro. Foto/Tangkapan layar Instagram @dittipidum_bareskrim
A
A
A
JAKARTA - Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro dimutasi menjadi Kapolda Sulawesi Selatan (Sulsel). Djuhandhani menggantikan Irjen Pol Rusdi Hartono yang dimutasi sebagai Pati Bareskrim Polri.
Diketahui, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan rotasi dan mutasi. Mutasi Polri tersebut tertuang dalam surat telegram nomor: ST/2192/IX/KEP./2025, tanggal 24 September 2025.
Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Rusdi Hartono dimutasi sebagai Pati Bareskrim Polri. Posisi Rusdi di Polda Sulsel digantikan oleh Brigjen Djuhandhani Rahardjo Puro yang saat ini menjabat sebagai Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri.
Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menjelaskan bahwa mutasi ini merupakan bagian dari dinamika organisasi dalam rangka penyegaran, pengembangan karier, dan optimalisasi kinerja institusi.
Baca Juga: Mutasi Polri, Djuhandhani Rahardjo Jabat Kapolda Sulsel, Viktor Theodorus Sihombing Jadi Kapolda Babel
"Mutasi dan rotasi jabatan ini adalah hal yang dinamis dalam tubuh Polri. Ini merupakan bagian dari proses pengembangan karier dan memperkuat organisasi untuk menjawab tantangan tugas kontemporer dan kedepannya yang semakin terus berkembang untuk memberikan perlindungan dan pelayanan serta mewujudkan kamtibmas," kata Trunoyudo dalam keterangannya, Jumat (26/9/2025).
Selain Akpol, ia juga telah menyelesaikan pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian, Sekolah Staf dan Pimpinan Lembaga Ketahanan Nasional, Universitas Widya Mataram, Universitas Semarang.
Pria 56 tahun ini pernah menjabat sebagai Kasubdit IV/Poldok Dittipidum Bareskrim Polri. Ia juga pernah duduki posisi Analis Kebijakan Madya Bidang Pidum Bareskrim Polri.
Pada tahun 2020, Djuhandhani diberi amanah untuk menjadi Dirreskrimum Polda Bali. Setahun berselang, jenderal bintang satu ini menduduki posisi Dirreskrimum Polda Jateng. Selanjutnya, pada Desember 2022, dirinya dimutasi untuk emban jabatan Dirtipidum Bareskrim Polri.
Ketika dugaan ijazah palsu diselidiki Polri, Djuhandhani Rahardjo Puro merupakan orang yang mengumumkan penghentian penyelidikan. Keputusan ini diambil setelah Bareskrim Polri menyelesaikan uji laboratorium forensik terhadap dokumen ijazah Jokowi dari Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM).
Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa ijazah Jokowi tersebut identik dengan dokumen rekan seangkatannya, sehingga tidak ditemukan unsur pidana.
"Telah dilaksanakan gelar perkara untuk memberikan kepastian hukum dengan hasil tidak ditemukan adanya tindak pidana," kata Djuhandhani saat jumpa pers di Bareskrim, Jakarta Selatan, Kamis (21/5/2025).
Kini, Djuhandhani dimutasi menjadi Kapolda Sulsel. Bintang di pundaknya akan naik menjadi dua alias Irjen Pol.
Diketahui, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan rotasi dan mutasi. Mutasi Polri tersebut tertuang dalam surat telegram nomor: ST/2192/IX/KEP./2025, tanggal 24 September 2025.
Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Rusdi Hartono dimutasi sebagai Pati Bareskrim Polri. Posisi Rusdi di Polda Sulsel digantikan oleh Brigjen Djuhandhani Rahardjo Puro yang saat ini menjabat sebagai Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri.
Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menjelaskan bahwa mutasi ini merupakan bagian dari dinamika organisasi dalam rangka penyegaran, pengembangan karier, dan optimalisasi kinerja institusi.
Baca Juga: Mutasi Polri, Djuhandhani Rahardjo Jabat Kapolda Sulsel, Viktor Theodorus Sihombing Jadi Kapolda Babel
"Mutasi dan rotasi jabatan ini adalah hal yang dinamis dalam tubuh Polri. Ini merupakan bagian dari proses pengembangan karier dan memperkuat organisasi untuk menjawab tantangan tugas kontemporer dan kedepannya yang semakin terus berkembang untuk memberikan perlindungan dan pelayanan serta mewujudkan kamtibmas," kata Trunoyudo dalam keterangannya, Jumat (26/9/2025).
Profil Djuhandhani Rahardjo Puro
Brigjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro lahir di Magelang, Jawa Tengah, 31 Mei 1969. Ia mulai menjalani karier di Polri setelah lulus dari Akademi Kepolisian (Akpol) pada tahun 1991.Selain Akpol, ia juga telah menyelesaikan pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian, Sekolah Staf dan Pimpinan Lembaga Ketahanan Nasional, Universitas Widya Mataram, Universitas Semarang.
Pria 56 tahun ini pernah menjabat sebagai Kasubdit IV/Poldok Dittipidum Bareskrim Polri. Ia juga pernah duduki posisi Analis Kebijakan Madya Bidang Pidum Bareskrim Polri.
Pada tahun 2020, Djuhandhani diberi amanah untuk menjadi Dirreskrimum Polda Bali. Setahun berselang, jenderal bintang satu ini menduduki posisi Dirreskrimum Polda Jateng. Selanjutnya, pada Desember 2022, dirinya dimutasi untuk emban jabatan Dirtipidum Bareskrim Polri.
Ketika dugaan ijazah palsu diselidiki Polri, Djuhandhani Rahardjo Puro merupakan orang yang mengumumkan penghentian penyelidikan. Keputusan ini diambil setelah Bareskrim Polri menyelesaikan uji laboratorium forensik terhadap dokumen ijazah Jokowi dari Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM).
Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa ijazah Jokowi tersebut identik dengan dokumen rekan seangkatannya, sehingga tidak ditemukan unsur pidana.
"Telah dilaksanakan gelar perkara untuk memberikan kepastian hukum dengan hasil tidak ditemukan adanya tindak pidana," kata Djuhandhani saat jumpa pers di Bareskrim, Jakarta Selatan, Kamis (21/5/2025).
Kini, Djuhandhani dimutasi menjadi Kapolda Sulsel. Bintang di pundaknya akan naik menjadi dua alias Irjen Pol.
(zik)
Lihat Juga :