Pidato Prabowo di PBB, Simbol Kepercayaan Diri Bangsa dan Diplomasi Kebenaran
Kamis, 25 September 2025 - 08:56 WIB
loading...
A
A
A
Harris menegaskan, dunia tidak boleh diam atas penderitaan rakyat Palestina. Namun menariknya, Prabowo juga menyebut pentingnya menghormati keamanan Israel.
Baca juga: Momen Prabowo Entakkan Meja hingga Dapat Standing Ovation saat Pidato di PBB
“Inilah keseimbangan diplomatik yang jarang disentuh secara terbuka. Berpihak pada keadilan tanpa menutup pintu dialog. Posisi ini menegaskan Indonesia sebagai jembatan moral yang tetap tegak di atas prinsip, tetapi tidak menutup diri dari realitas geopolitik,” kata Wakil Rektor Universitas Jayabaya ini.
Harris juga menyebut, pidato ditutup Prabowo dengan salam lintas agama yakni, “Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Shalom, Om Shanti Shanti Om, Namo Buddhaya” sebagai penutup yang sederhana namun sarat makna.
“Dalam satu tarikan napas, Prabowo memproyeksikan wajah Indonesia sebagai bangsa multikultural, religius, dan toleran. Dunia melihat Indonesia tidak hanya berbicara soal HAM dan keadilan, tetapi juga menjadi contoh nyata pluralisme yang hidup,” ucapnya.
Harris menambahkan, mikrofon yang sempat mati karena aturan teknis waktu lima menit, tidak menghalangi suara Prabowo untuk tetap terdengar. Peristiwa ini bisa dibaca sebagai simbol, meskipun ada batasan, pesan kebenaran selalu menemukan jalannya. Bagi publik, momen ini meneguhkan citra seorang pemimpin yang tidak gentar oleh hambatan.
Baca juga: Momen Prabowo Entakkan Meja hingga Dapat Standing Ovation saat Pidato di PBB
“Inilah keseimbangan diplomatik yang jarang disentuh secara terbuka. Berpihak pada keadilan tanpa menutup pintu dialog. Posisi ini menegaskan Indonesia sebagai jembatan moral yang tetap tegak di atas prinsip, tetapi tidak menutup diri dari realitas geopolitik,” kata Wakil Rektor Universitas Jayabaya ini.
Harris juga menyebut, pidato ditutup Prabowo dengan salam lintas agama yakni, “Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Shalom, Om Shanti Shanti Om, Namo Buddhaya” sebagai penutup yang sederhana namun sarat makna.
“Dalam satu tarikan napas, Prabowo memproyeksikan wajah Indonesia sebagai bangsa multikultural, religius, dan toleran. Dunia melihat Indonesia tidak hanya berbicara soal HAM dan keadilan, tetapi juga menjadi contoh nyata pluralisme yang hidup,” ucapnya.
Harris menambahkan, mikrofon yang sempat mati karena aturan teknis waktu lima menit, tidak menghalangi suara Prabowo untuk tetap terdengar. Peristiwa ini bisa dibaca sebagai simbol, meskipun ada batasan, pesan kebenaran selalu menemukan jalannya. Bagi publik, momen ini meneguhkan citra seorang pemimpin yang tidak gentar oleh hambatan.
Lihat Juga :