Pengakuan Internasional bagi Palestina

Selasa, 23 September 2025 - 07:49 WIB
loading...
A A A
Sebagai contoh, dalam jajak pendapat yang ditugaskan oleh Ecotricity, perusahaan yang didirikan oleh donatur Partai Buruh Dale Vince, dan dilakukan oleh Survation, 49% responden mengatakan Inggris harus mengakui Palestina sebagai negara, dibandingkan dengan 13% yang mengatakan tidak. Dalam sistem politik demokratis, suara rakyat seperti ini tentu tidak bisa diabaikan pemimpin politik. Ia adalah alarm bagi kelangsungan politiknya ke depan sehingga pemimpin politik bersuara dan bertindak.

Arus kedua gerakan kemanusiaan berada di tingkat global yang terus menyuarakan tuntutan bagi penghentian kekejian di Palestina. Gerakan All eyes on Raffah (semua mata mengawasi Raffah) misalnya hingga ribuan aktivis yang melakukan pelayaran perdamaian Global Sumud Frotilla bisa disebut mewakili sebagian. Gerakan- gerakan ini bersifat sans frontiers lintasbangsa, lintasnegara, hingga tentu lintasagama.

Faktor kedua yang turut mendorong pengakuan internasional adalah keinginan kuat menyelesaikan konflik tertua sejak Perang Dunia Kedua ini melalui solusi dua negara. Solusi ini dinilai sebagai yang paling realistis secara politik. Gagasan ini bahkan sudah muncul sejak 1947 melalui rencana pembagian PBB (Partition Plan). Dinamika konflik yang terus terjadi antara Israel dan Palestina, termasuk perang yang melebar ke Libanon, Suriah, hingga Iran mendorong banyak pihak ingin bisa mengimplementasikan solusi ini. Apalagi tatkala Israel membabi buta dengan dalihnya menyerang Qatar, semakin kuat desakan pada Israel dari pemimpin negara dan organisasi internasional bermunculan.

Solusi ini juga pernah muncul dalam Deklarasi Prinsip 1993 yang ditandatangani Pemimpin Palestina Yasser Arafat dan Perdana Menteri Israel Yitzak Rabin di depan Presiden Amerika Bill Clinton. Rusia misalnya kembali menegaskan bahwa solusi dua negara yang disepakati PBB, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota Palestina, adalah satu-satunya jalan keluar dari konflik yang berkepanjangan ini. Inggris juga menyebut solusi dua negara sebagai salah satu dari delapan poin yang digagas oleh Jonathan Powell, penasihat keamanan Perdana Menteri Keir Starmer, dan mulai dibagikan kepada sekutu Inggris sejak 29 Juli lalu. Fakta- fakta tersebut menguatkan bukti bahwa aktor-aktor global memang berkeinginan mengimplementasikan solusi dua negara.

Jalan Berliku

Pengakuan Palestina oleh keempat negara Barat ini menambah daftar panjang negara-negara yang telah lebih dulu mengakui Palestina sebagai negara merdeka. Lebih dari 150 negara anggota telah memberikan pengakuan serupa sejak Palestina mendeklarasikan kemerdekaannya pada 1988. Ini diyakini akan memberi tekanan politik baru terhadap Israel, memperkuat posisi Palestina dalam diplomasi internasional, serta menguatkan gerakan solidaritas global terhadap perjuangan rakyat Palestina yang telah berlangsung puluhan tahun.

Meskipun demikian, jalan berliku bisa saja terjadi karena sejumlah tantangan masih dihadapi. Sebagaimana sebelumnya, dukungan bagi Palestina diduga akan mulus di Majelis Umum PBB. Namun keputusan ini bersifat rekomendatif karena pemegang keputusan adalah Dewan Keamanan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Adara Ajak Masyarakat...
Adara Ajak Masyarakat Berkarya untuk Al-Aqsa dan Palestina melalui Art & Craft for Palestine
Dubes Iran Tegas Tolak...
Dubes Iran Tegas Tolak Gencatan Senjata di Gaza: Palestina Harus Dibebaskan!
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
Kemenhaj Serahkan Paket...
Kemenhaj Serahkan Paket Daging Dam Jemaah Haji Indonesia untuk Rakyat Palestina
Prabowo Terima Menlu...
Prabowo Terima Menlu Turki di Hambalang, Bahas Palestina hingga Timur Tengah
Macron Puji Prabowo...
Macron Puji Prabowo Punya Sikap Tegas dan Berani Dukung Kemerdekaan Palestina
Israel Menahan Mufti...
Israel Menahan Mufti Agung Yerusalem, Melarangnya Masuk Masjid Al-Aqsa Selama 1 Pekan
Rencana Volkswagen Buat...
Rencana Volkswagen Buat Rudal dengan Rafael Israel Dihalangi Para Investor Qatar
Juru Bicara Hamas Lolos...
Juru Bicara Hamas Lolos dari Serangan Israel, Warga Sipil Tewas Dirudal Zionis di Kota Gaza
Rekomendasi
Ukraina Tidak Akan Produksi...
Ukraina Tidak Akan Produksi Rudal Patriot meski Trump Beri Lisensi, Ini 3 Alasannya
Next Step Bangun Jembatan...
Next Step Bangun Jembatan Dagang UMKM Indonesia ke China
Teknologi Pupuk Hayati...
Teknologi Pupuk Hayati Dongkrak Produktivitas Sawah di Subang, Hasil Panen Tembus 4,76 Ton per Hektare
Berita Terkini
30 Pati TNI AU Naik...
30 Pati TNI AU Naik Pangkat, Danlanud Sultan Hasanuddin Pecah Bintang
Kejagung Janji Profesional...
Kejagung Janji Profesional Usut Kasus Dugaan Korupsi Febrie Adriansyah
BMKG Prediksi Curah...
BMKG Prediksi Curah Hujan Tetap Rendah di Wilayah Indonesia pada Pertengahan Juli 2026
Prabowo Panggil Menhan,...
Prabowo Panggil Menhan, Kapolri, hingga Jaksa Agung di Istana Malam Ini, Ada Apa?
Kasus Febrie Adriansyah...
Kasus Febrie Adriansyah Dilimpahkan ke Kejagung, Pakar: Proses Hukum Harus Transparan
Polri Limpahkan Kasus...
Polri Limpahkan Kasus Febrie Adriansyah ke Kejagung, KPK: Kami Yakin Ditangani Profesional
Infografis
Akankah Pengakuan Negara...
Akankah Pengakuan Negara Palestina Hentikan Perang Gaza?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved