PDIP dan PKS Didorong Jadi Oposisi Kritisi Kebijakan Pemerintah

Minggu, 21 September 2025 - 09:13 WIB
loading...
PDIP dan PKS Didorong...
Peneliti senior politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof. Dr. R. Siti Zuhro dalam podcast To The Point Aja!. Foto: YouTube SindoNews
A A A
JAKARTA - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( PDIP ) dan Partai Keadilan Sejahtera ( PKS ) didorong menjadi oposisi untuk mengawasi dan mengkritisi kebijakan-kebijakan pemerintah. Mekanisme checks and balances antara lembaga legislatif dengan eksekutif dinilai harus dihidupkan.

“Harus efektif, harus fungsional. Kita tidak boleh berasumsi bahwa semua kebijakan eksekutif itu bagus semua,” kata peneliti senior politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof. Dr. R. Siti Zuhro dalam podcast To The Point Aja! di YouTube SindoNews dikutip pada Minggu (21/9/2025).

“Kalau bagus semua, lah kalau pas jelek merugikan negara bangsa, merugikan rakyat, siapa yang harus melakukan koreksi? Nah, DPR diadakan untuk melakukan fungsi pengawasan secara konstruktif kepada eksekutif,” kata wanita yang akrab disapa Wiwiek itu.

Baca juga: PDIP Pecat Wahyudin Moridu Buntut Viral Video Mau Rampok Uang Negara



Dia menjelaskan, sistem presidensial Indonesia ini akan kuat ketika menghadirkan checks and balances. “Tentu harus dibenahi dulu fraksi yang ada di DPR. Idealnya ada dua fraksi saja. Jadi fraksi untuk pendukung pemerintah yang paralel dan yang oposisi,” ujarnya.

“Dalam bahasa demokrasi kosakata itu memang sudah tepat. Tidak bisa penyeimbang apa gitu ya, oposisi gitu ya. Artinya di luar pemerintah. Kerjanya apa? Untuk memberikan masukan secara kritis,” tambahnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Cerita Megawati Pergoki...
Cerita Megawati Pergoki Intelijen: Hidup Saya Ini Diinteli Terus
Sangkal Isu Reshuffle,...
Sangkal Isu Reshuffle, Mensesneg: Evaluasi Tak Selalu Berujung Pergantian Menteri
Beredar Isu Menteri...
Beredar Isu Menteri PU Dody Hanggodo Kena Reshuffle Agustus Mendatang, Istana Buka Suara
Menteri PU Dody Hanggodo...
Menteri PU Dody Hanggodo Respons Isu Kena Reshuffle: Ampun Bos Ampun
Sekjen PKS: Pemilih...
Sekjen PKS: Pemilih Muda Jadi Kunci, Kader Harus Siap Menangkan Pemilu 2029
Mantan Ketua KAMMI,...
Mantan Ketua KAMMI, BEM UI, hingga Korpus BEM SI Masuk Pengurus Gema Keadilan
Hardiyanto Kenneth PDIP...
Hardiyanto Kenneth PDIP Apresiasi Pemprov DKI Jakarta Luncurkan Mobil Klinik Hewan Keliling
Megawati Ziarah ke Makam...
Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto: Untuk Merawat Api Perjuangan yang Tak Pernah Padam
SDN di NTT Dibongkar...
SDN di NTT Dibongkar untuk KDMP, Andreas PDIP: Jangan Korbankan Program Lainnya
Rekomendasi
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
IHSG Ditutup Melemah...
IHSG Ditutup Melemah ke 6.315, 309 Saham Berakhir di Zona Merah
Berita Terkini
Prabowo Pimpin Ratas...
Prabowo Pimpin Ratas soal Kopdes Merah Putih, Gibran Duduk di Sebelah Kirinya
Dokter Tifa Klaim Simpan...
Dokter Tifa Klaim Simpan Bukti Kejanggalan Ijazah Jokowi Meski Eksepsinya Diterima
Sudaryono Jadi Kepala...
Sudaryono Jadi Kepala BGN, Aktivis 98 Yakin Program MBG Jadi Lebih Baik
Prabowo Pimpin Ratas...
Prabowo Pimpin Ratas selama 3,5 Jam di Istana, Ini yang Dibahas
Hakim Kabulkan Eksepsi...
Hakim Kabulkan Eksepsi Dokter Tifa, Khozinudin Sebut Tidak Ada Kejelasan tentang Ijazah Jokowi
Kejagung: Jadi Deputi...
Kejagung: Jadi Deputi di BGN, Ketut Sumedana Tak Lagi Jabat Kajati Sumsel
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved