Prabowo Sulit Didikte Asing, Banyak Kepentingan Tidak Terakomodir di Indonesia
Sabtu, 20 September 2025 - 12:20 WIB
loading...
A
A
A
Tipe pemimpin yang kedua, kata dia, yang benar-benar tidak bisa berkompromi dengan asing. Sehingga, pemimpin tersebut akan mengalami gejolak terus di masa kepemimpinannya.
“Yang kulihat Pak Prabowo itu agak susah diatur sama asing. Jadi banyak kepentingan asing itu tidak terakomodir di Indonesia,” ungkapnya.
Menurut Ulta, Prabowo ingin memajukan kepentingan negara yang dipahami. “Jadi, tidak bisa diaturlah. Akan terus menghadapi gejolak dan sekarang kita juga sudah ngelihat nih ini ada upaya lagi gitu,” katanya.
Baca juga: Tiba di Jepang, Presiden Prabowo Bakal Kunjungi Paviliun Indonesia di Expo 2025 Osaka
Diketahui, Presiden Prabowo Subianto bertolak ke New York, Amerika Serikat, pada Jumat (19/5/2025) malam untuk menghadiri Sidang Majelis Umum ke-80 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan, kehadiran Presiden pada forum internasional ini merupakan agenda penting bagi diplomasi Indonesia.
Dia menyampaikan bahwa Presiden Prabowo dijadwalkan akan menyampaikan pidato pada sesi Debat Umum PBB. “Sesuai jadwal yang diterima, Presiden Prabowo akan menyampaikan pidato pada urutan ketiga pada sesi Debat Umum PBB pada 23 September 2025, setelah Presiden Brasil dan Presiden Amerika Serikat,” ujar Seskab dalam keterangan tertulisnya.
“Yang kulihat Pak Prabowo itu agak susah diatur sama asing. Jadi banyak kepentingan asing itu tidak terakomodir di Indonesia,” ungkapnya.
Menurut Ulta, Prabowo ingin memajukan kepentingan negara yang dipahami. “Jadi, tidak bisa diaturlah. Akan terus menghadapi gejolak dan sekarang kita juga sudah ngelihat nih ini ada upaya lagi gitu,” katanya.
Baca juga: Tiba di Jepang, Presiden Prabowo Bakal Kunjungi Paviliun Indonesia di Expo 2025 Osaka
Diketahui, Presiden Prabowo Subianto bertolak ke New York, Amerika Serikat, pada Jumat (19/5/2025) malam untuk menghadiri Sidang Majelis Umum ke-80 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan, kehadiran Presiden pada forum internasional ini merupakan agenda penting bagi diplomasi Indonesia.
Dia menyampaikan bahwa Presiden Prabowo dijadwalkan akan menyampaikan pidato pada sesi Debat Umum PBB. “Sesuai jadwal yang diterima, Presiden Prabowo akan menyampaikan pidato pada urutan ketiga pada sesi Debat Umum PBB pada 23 September 2025, setelah Presiden Brasil dan Presiden Amerika Serikat,” ujar Seskab dalam keterangan tertulisnya.
Lihat Juga :