Sinergi Asprindo dan Kemendes PDT Bangun Kampung Industri
Jum'at, 19 September 2025 - 20:26 WIB
loading...
Kerja sama Kemendes PDT dan Asprindo dimulai dari penandatanganan MoU yang kemudian ditindaklanjuti dengan penandatanganan PKS. Sinergi pemerintah dan pelaku usaha domestik membuka potensi daerah untuk mandiri. Foto: Ist
A
A
A
JAKARTA - Sinergi pemerintahan dan pelaku usaha domestik akan membuka potensi daerah untuk mandiri. Tak hanya menyasar pada membuka lapangan pekerjaan, tapi pada jangka panjang akan menjadi penguatan ekosistem industri di daerah.
Ujungnya mampu menjadi solusi bagi berbagai permasalahan yang saat ini dihadapi Indonesia seperti kemiskinan dan ketimpangan ekonomi.
Kepala Badan Pengembangan Informasi Desa dan Daerah Tertinggal Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Mulyadin Malik menyatakan Kementerian Desa melihat Asprindo sebagai mitra strategis pembangunan desa.
Baca juga: BNN dan Kemendes PDT Jadikan Desa Sancang Lokus Penguatan P4GN
Asprindo mempunyai jejaring lintas sektor dalam pengembangan produk unggulan desa dan mampu mengakselerasi potensi usaha dan bisnis untuk mendukung ekonomi desa. Hal ini sejalan dengan Asta Cita Presiden yang ke-6 yaitu pembangunan dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi.
Kemudian, diimplementasikan ke dalam 12 rencana aksi Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal di antaranya rencana aksi ke-2 peningkatan ketahanan pangan lokal desa (swasembada pangan) dan rencana aksi ke-9 investasi serta kerja sama dengan korporasi nasional dan investor dari luar negeri.
"Dampaknya, diharapkan wilayah yang dijadikan lokasi kerja sama akan terjadi akselerasi pengembangan usaha dan peningkatan ekonomi bagi masyarakat wilayah tersebut,' kata Mulyadin, Jumat (19/9/2025).
Kemendes PDT selalu membuka peluang kerja sama untuk mendukung tugas dan fungsi kementerian desa dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa. Sementara, Asprindo juga mempunyai visi dan misi yang sejalan dengan Kemendes untuk mendukung Asta Cita presiden dalam pembangunan desa.
"Inilah yang diperlukan, sinergi kementerian dengan berbagai stakeholder seperti Asprindo untuk mengakselerasi pembangunan desa. Hal ini karena keterbatasan sumber daya pemerintah untuk mengintervensi 75.266 desa di Indonesia. Swasta juga biasanya lebih cepat beradaptasi dengan teknologi dan mempunyai inovasi. Melibatkan swasta juga membuka alih teknologi dan peningkatan keterampilan. Selain itu membuka peluang investasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal," ungkapnya.
Dia menuturkan tahapan kerja sama Kemendes PDT dan Asprindo dimulai dari penandatanganan MoU yang kemudian ditindaklanjuti dengan penandatanganan PKS. Setelah itu, merencanakan aksi bersama yang dituangkan dalam dokumen rencana kerja tindak lanjut selama 3 tahun
"Kami akan melakukan koordinasi dalam rangka mendukung pencapaian kerja sama, menyediakan data dan informasi terkait kebutuhan pemetaan, dan pengakajian potensi unggulan desa untuk mendukung digitalisasi data desa dan pembangunan daerah tertinggal," ujarnya.
Ketua Umum Asprindo Jose Rizal mengatakan, adanya kerja sama dengan Kemendes PDT diharapkan bisa meningkatkan pergerakan ekonomi di daerah. Dan tujuannya memandirikan pengusaha lokal, mensejahterakan masyarakat daerah, dan pada ujungnya akan menjadi penopang bagi perekonomian nasional.
"Di tengah tantangan ekonomi yang dihadapi Indonesia, sinergi pemerintah dengan pengusaha kecil harus didorong dan ditingkatkan. Karena seperti kita tahu, UMKM dan pengusaha kecil merupakan pilar penting apada perekonomian negara kita. Dan dengan mendorong perekonomian daerah, maka akan menciptakan berbagai peluang di daerah," ujar Jose.
Sinergi ini tak hanya membuka lapangan kerja di daerah tapi akan membangun suatu sistem industri dari hulu ke hilir dengan ditopang manajemen yang baik dan digitalisasi.
"Jika kampung industri ini bisa berkembang di banyak titik di Indonesia, maka perekonomian daerah akan bisa bertumbuh tanpa terlalu banyak membutuhkan anggaran dari pusat. Dan jika perekonomian daerah bertumbuh, maka putra daerah tak perlu lagi datang ke perkotaan untuk menuai pendapatan. Daerah terbangun, masyarakat sejahtera, pembangunan merata, dan perkotaan tak lagi dibebani oleh pendatang dari daerah," katanya.
Ujungnya mampu menjadi solusi bagi berbagai permasalahan yang saat ini dihadapi Indonesia seperti kemiskinan dan ketimpangan ekonomi.
Kepala Badan Pengembangan Informasi Desa dan Daerah Tertinggal Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Mulyadin Malik menyatakan Kementerian Desa melihat Asprindo sebagai mitra strategis pembangunan desa.
Baca juga: BNN dan Kemendes PDT Jadikan Desa Sancang Lokus Penguatan P4GN
Asprindo mempunyai jejaring lintas sektor dalam pengembangan produk unggulan desa dan mampu mengakselerasi potensi usaha dan bisnis untuk mendukung ekonomi desa. Hal ini sejalan dengan Asta Cita Presiden yang ke-6 yaitu pembangunan dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi.
Kemudian, diimplementasikan ke dalam 12 rencana aksi Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal di antaranya rencana aksi ke-2 peningkatan ketahanan pangan lokal desa (swasembada pangan) dan rencana aksi ke-9 investasi serta kerja sama dengan korporasi nasional dan investor dari luar negeri.
"Dampaknya, diharapkan wilayah yang dijadikan lokasi kerja sama akan terjadi akselerasi pengembangan usaha dan peningkatan ekonomi bagi masyarakat wilayah tersebut,' kata Mulyadin, Jumat (19/9/2025).
Kemendes PDT selalu membuka peluang kerja sama untuk mendukung tugas dan fungsi kementerian desa dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa. Sementara, Asprindo juga mempunyai visi dan misi yang sejalan dengan Kemendes untuk mendukung Asta Cita presiden dalam pembangunan desa.
"Inilah yang diperlukan, sinergi kementerian dengan berbagai stakeholder seperti Asprindo untuk mengakselerasi pembangunan desa. Hal ini karena keterbatasan sumber daya pemerintah untuk mengintervensi 75.266 desa di Indonesia. Swasta juga biasanya lebih cepat beradaptasi dengan teknologi dan mempunyai inovasi. Melibatkan swasta juga membuka alih teknologi dan peningkatan keterampilan. Selain itu membuka peluang investasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal," ungkapnya.
Dia menuturkan tahapan kerja sama Kemendes PDT dan Asprindo dimulai dari penandatanganan MoU yang kemudian ditindaklanjuti dengan penandatanganan PKS. Setelah itu, merencanakan aksi bersama yang dituangkan dalam dokumen rencana kerja tindak lanjut selama 3 tahun
"Kami akan melakukan koordinasi dalam rangka mendukung pencapaian kerja sama, menyediakan data dan informasi terkait kebutuhan pemetaan, dan pengakajian potensi unggulan desa untuk mendukung digitalisasi data desa dan pembangunan daerah tertinggal," ujarnya.
Ketua Umum Asprindo Jose Rizal mengatakan, adanya kerja sama dengan Kemendes PDT diharapkan bisa meningkatkan pergerakan ekonomi di daerah. Dan tujuannya memandirikan pengusaha lokal, mensejahterakan masyarakat daerah, dan pada ujungnya akan menjadi penopang bagi perekonomian nasional.
"Di tengah tantangan ekonomi yang dihadapi Indonesia, sinergi pemerintah dengan pengusaha kecil harus didorong dan ditingkatkan. Karena seperti kita tahu, UMKM dan pengusaha kecil merupakan pilar penting apada perekonomian negara kita. Dan dengan mendorong perekonomian daerah, maka akan menciptakan berbagai peluang di daerah," ujar Jose.
Sinergi ini tak hanya membuka lapangan kerja di daerah tapi akan membangun suatu sistem industri dari hulu ke hilir dengan ditopang manajemen yang baik dan digitalisasi.
"Jika kampung industri ini bisa berkembang di banyak titik di Indonesia, maka perekonomian daerah akan bisa bertumbuh tanpa terlalu banyak membutuhkan anggaran dari pusat. Dan jika perekonomian daerah bertumbuh, maka putra daerah tak perlu lagi datang ke perkotaan untuk menuai pendapatan. Daerah terbangun, masyarakat sejahtera, pembangunan merata, dan perkotaan tak lagi dibebani oleh pendatang dari daerah," katanya.
(jon)
Lihat Juga :