HUT ke-15 BNPP, Mendagri Ingatkan 3 Tugas Utama di Perbatasan Negara
Kamis, 18 September 2025 - 12:48 WIB
loading...
Mendagri Muhammad Tito Karnavian memimpin upacara peringatan HUT ke-15 Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP). Foto/istimewaRI.
A
A
A
JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-15 Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI. Prosesi upacara berlangsung di Sekretariat Tetap BNPP, Jakarta Pusat, pada Rabu, 17 September 2025.
Mendagri selaku Kepala BNPP mengingatkan seluruh pegawai BNPP pada 3 tugas utama. Yakni menjaga perbatasan, menyelesaikan sengketa batas wilayah dan membangun kawasan perbatasan.
"Peringatan HUT memang dilakukan dengan sederhana. Saya ingin menggarisbawahi sekali lagi tugas BNPP yang paling utama ada tiga," kata Mendagri.
Baca juga: HUT ke-15, BNPP Bagi-bagi Ribuan Paket Sembako di Johar Baru
Menurutnya, dalam tugas yang pertama menjaga perbatasan, BNPP memiliki pekerjaan untuk menambah jumlah Pos Lintas Batas Negara (PLBN) yang tersebar di kawasan perbatasan negara. Saat ini terdapat 15 PLBN yang sudah beroperasional di bawah BNPP.
Ia juga meminta agar zona inti dan zona pendukung di PLBN berfungsi semaksimal mungkin. Zona pendukung terus didorong untuk menjadi pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat perbatasan
"Kita juga bisa mengoordinasikan semua elemen baik pemerintah pusat dan pemerintah daerah yang ada dalam PLBN. Kalau kurang (PLBN) kita memang rencanakan tambah lagi, secara bertahap," tutur Mendagri lagi.
Baca juga: BNPP Canangkan Gerbangdutas, Disambut Antusias Pelajar dan Masyarakat
Mendagri melanjutkan, tugas utama BNPP yang kedua adalah menyelesaikan sengketa batas wilayah negara, baik di perbatasan darat dan laut. Sekaligus menyelesaikan garis batas yang belum jelas.
Fokus penyelesaian sengketa batas negara wilayah darat, menurutnya, masih banyak terjadi di Kalimantan serta di Timor Leste. Untuk wilayah Kalimantan Utara titik utama terdapat di Sebatik, Krayan.
Sedangkan di Timor Leste terdapat di NTT yang berbatasan dengan Distrik Otonomi Oecusse juga dikenal sebagai Oecusse-Ambeno.
"Begitu juga dengan Papua Nugini tidak ada sengketa batas, tetapi batasnya mudah dilintasi mudah diterobos dan rapuh. Belum lagi perbatasan laut , mulai dari natuna, Selat Malaka, kemudian Sulawesi utara, mudah sekali ditembus," imbuhnya.
Dirinya juga menerangkan, pada tugas BNPP yang ketiga adalah membangun daerah perbatasan agar terjadi pemerataan pembangunan dan keadilan. Dengan pembangunan di kawasan perbatasan sekaligus bisa menjadi zona pengamanan untuk pertahanan kedaulatan NKRI.
"Kalau rakyatnya makmur sejahtera menjadi buffer zone, benteng untuk mengamanakan perbatasan mengamanakan kedaulatan. tiga itu tugas Utama, jangan keluar dari situ," pungkasnya.
Mendagri selaku Kepala BNPP mengingatkan seluruh pegawai BNPP pada 3 tugas utama. Yakni menjaga perbatasan, menyelesaikan sengketa batas wilayah dan membangun kawasan perbatasan.
"Peringatan HUT memang dilakukan dengan sederhana. Saya ingin menggarisbawahi sekali lagi tugas BNPP yang paling utama ada tiga," kata Mendagri.
Baca juga: HUT ke-15, BNPP Bagi-bagi Ribuan Paket Sembako di Johar Baru
Menurutnya, dalam tugas yang pertama menjaga perbatasan, BNPP memiliki pekerjaan untuk menambah jumlah Pos Lintas Batas Negara (PLBN) yang tersebar di kawasan perbatasan negara. Saat ini terdapat 15 PLBN yang sudah beroperasional di bawah BNPP.
Ia juga meminta agar zona inti dan zona pendukung di PLBN berfungsi semaksimal mungkin. Zona pendukung terus didorong untuk menjadi pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat perbatasan
"Kita juga bisa mengoordinasikan semua elemen baik pemerintah pusat dan pemerintah daerah yang ada dalam PLBN. Kalau kurang (PLBN) kita memang rencanakan tambah lagi, secara bertahap," tutur Mendagri lagi.
Baca juga: BNPP Canangkan Gerbangdutas, Disambut Antusias Pelajar dan Masyarakat
Mendagri melanjutkan, tugas utama BNPP yang kedua adalah menyelesaikan sengketa batas wilayah negara, baik di perbatasan darat dan laut. Sekaligus menyelesaikan garis batas yang belum jelas.
Fokus penyelesaian sengketa batas negara wilayah darat, menurutnya, masih banyak terjadi di Kalimantan serta di Timor Leste. Untuk wilayah Kalimantan Utara titik utama terdapat di Sebatik, Krayan.
Sedangkan di Timor Leste terdapat di NTT yang berbatasan dengan Distrik Otonomi Oecusse juga dikenal sebagai Oecusse-Ambeno.
"Begitu juga dengan Papua Nugini tidak ada sengketa batas, tetapi batasnya mudah dilintasi mudah diterobos dan rapuh. Belum lagi perbatasan laut , mulai dari natuna, Selat Malaka, kemudian Sulawesi utara, mudah sekali ditembus," imbuhnya.
Dirinya juga menerangkan, pada tugas BNPP yang ketiga adalah membangun daerah perbatasan agar terjadi pemerataan pembangunan dan keadilan. Dengan pembangunan di kawasan perbatasan sekaligus bisa menjadi zona pengamanan untuk pertahanan kedaulatan NKRI.
"Kalau rakyatnya makmur sejahtera menjadi buffer zone, benteng untuk mengamanakan perbatasan mengamanakan kedaulatan. tiga itu tugas Utama, jangan keluar dari situ," pungkasnya.
(cip)
Lihat Juga :