Gatot Nurmantyo Dikabarkan Masuk Bursa Calon Menko Polkam, Bagaimana Peluangnya?
Sabtu, 13 September 2025 - 21:16 WIB
loading...
A
A
A
Menurut dia, Gatot lebih berpeluang diterima berbagai lapisan masyarakat Indonesia. “Karena itu, Gatot berpeluang dapat membantu presiden membenahi di bidang Polkam,” pungkas Mantan Dekan FIKOM IISIP Jakarta ini.
Sementara itu, Pengamat Politik sekaligus Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah mengakui bahwa secara kapasitas Gatot layak menjadi Menko Polkam. Hal tersebut tentu menimbang pengalaman sebagai Panglima TNI dan sebagai tokoh militer berpengaruh.
“Semakin layak jika Gatot dari sisi politik tidak terkontaminasi dengan propaganda, artinya ia harus mampu meyakinkan pemerintah jika kepentingan Gatot murni untuk bangsa dan negara, meskipun ini akan alami masalah karena Gatot selama ini berseberang dengan kepentingan Jokowi, dan Gibran tentu akan berupaya menghalangi,” ujar Dedi.
Dedi menambahkan, meskipun kembali lagi bahwa Gibran secara kewenangan tidak miliki suara untuk melarang atau menghalangi pemilihan menko. “Secara umum Gatot layak, karena tentu setiap tokoh yang ada di kabinet selalu miliki dua kepentingan, politik dan kebangsaan,” ungkapnya.
Dia mengatakan, Gatot mungkin punya afiliasi politik. Tetapi karena tidak secara terang berada di parpol, bukan tidak mungkin Presiden Prabowo masih berpeluang menimbangnya.
“Tokoh militer senior sekalipun punya kecenderungan politik, sebut saja Moeldoko, atau Dudung, bahkan dibanding dengan dua tokoh militer populer tersebut, Gatot bisa jadi lebih berkapasitas,” pungkasnya.
Sementara itu, Pengamat Politik sekaligus Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah mengakui bahwa secara kapasitas Gatot layak menjadi Menko Polkam. Hal tersebut tentu menimbang pengalaman sebagai Panglima TNI dan sebagai tokoh militer berpengaruh.
“Semakin layak jika Gatot dari sisi politik tidak terkontaminasi dengan propaganda, artinya ia harus mampu meyakinkan pemerintah jika kepentingan Gatot murni untuk bangsa dan negara, meskipun ini akan alami masalah karena Gatot selama ini berseberang dengan kepentingan Jokowi, dan Gibran tentu akan berupaya menghalangi,” ujar Dedi.
Dedi menambahkan, meskipun kembali lagi bahwa Gibran secara kewenangan tidak miliki suara untuk melarang atau menghalangi pemilihan menko. “Secara umum Gatot layak, karena tentu setiap tokoh yang ada di kabinet selalu miliki dua kepentingan, politik dan kebangsaan,” ungkapnya.
Dia mengatakan, Gatot mungkin punya afiliasi politik. Tetapi karena tidak secara terang berada di parpol, bukan tidak mungkin Presiden Prabowo masih berpeluang menimbangnya.
“Tokoh militer senior sekalipun punya kecenderungan politik, sebut saja Moeldoko, atau Dudung, bahkan dibanding dengan dua tokoh militer populer tersebut, Gatot bisa jadi lebih berkapasitas,” pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :