Gatot Nurmantyo Dikabarkan Masuk Bursa Calon Menko Polkam, Bagaimana Peluangnya?
Sabtu, 13 September 2025 - 21:16 WIB
loading...
Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo. Foto/Dok SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Sosok yang bakal ditunjuk menjadi Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) definitif masih menjadi teka-teki. Sejumlah nama pun diisukan untuk mengisi kursi pengganti Budi Gunawan (BG) tersebut.
Salah satunya adalah Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo . “Nama Gatot Nurmantyo mengemuka sebagai salah satu kandidat Menko Polkam mengantikan Budi Gunawan,” kata Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul M. Jamiluddin Ritonga kepada SindoNews, Sabtu (13/9/2025).
Jamiluddin mengungkapkan tiga penyebab Gatot Nurmantyo layak menjadi Menko Polkam. Pertama, kata dia, hubungan Presiden Prabowo Subianto dengan Gatot Nurmantio selama ini baik-baik saja.
Baca juga: Jabat Menko Polkam Ad Interim, Sjafrie Sjamsoeddin Langsung Pimpin Rapat Internal
Menurut dia, selama ini tidak terdengar kedua tokoh tersebut berseteru secara terbuka di ranah publik. “Hubungan baik itu juga terlihat saat Gatot Nurmantyo salah satu nama yang disampaikan Prabowo Subianto sebagai sosok yang akan membantunya jika terpilih menjadi Presiden periode 2019-2024,” ujarnya.
Dia mengungkapkan, Gatot juga ikut kampanye akbar Prabowo di Surabaya pada April 2019. “Hal itu menunjukkan, dua tokoh tersebut saling percaya. Kiranya saling percaya itu masih berlangsung hingga saat ini,” katanya.
Baca juga: Akhir Kisah 5 Menteri di Kabinet Merah Putih
Dia berpendapat, hal itu terlihat tidak adanya kritik dari Gatot Nurmantyo sejak Prabowo disumpah menjadi Presiden pada 20 Oktober 2024 hingga saat ini.
Alasan kedua, kata Jamiluddin, selama menjadi Panglima TNI, Gatot Nurmantyo dinilai berhasil. TNI termasuk disenangi dan dipercaya masyarakat.
“Selain itu, Gatot juga punya prestasi baik di luar dan dalam negeri. Di luar negeri, mendapat penghargaan dari Amerika Serikat, Brunei Darussalam, Singapura, dan Malaysia,” imbuhnya.
Dari dalam negeri, kata dia, Gatot juga mendapat banyak penghargaan. “Jadi, kepemimpinan Gatot sangat diterima di luar dan dalam negeri. Karena itu, bila Gatot ditunjuk oleh Prabowo menjadi Menko Polkam, berpeluang akan diterima mayoritas rakyat Indonesia,” jelasnya.
Ketiga, selama menjadi Panglima TNI dan setelah pensiun, Gatot dekat dengan umat Islam, termasuk ormas Islam di Indonesia. Gatot juga dekat dengan ormas agama lainnya.
“Karena itu, Gatot bila menjadi Menko Polkam akan relatif diterima berbagai agama di Tanah Air. Hal ini akan membuat situasi kondusif di Tanah Air. Jadi, Gatot memang salah satu sosok yang dinilai tepat untuk mengisi pos Menko Polkam,” ungkapnya.
Menurut dia, Gatot lebih berpeluang diterima berbagai lapisan masyarakat Indonesia. “Karena itu, Gatot berpeluang dapat membantu presiden membenahi di bidang Polkam,” pungkas Mantan Dekan FIKOM IISIP Jakarta ini.
Sementara itu, Pengamat Politik sekaligus Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah mengakui bahwa secara kapasitas Gatot layak menjadi Menko Polkam. Hal tersebut tentu menimbang pengalaman sebagai Panglima TNI dan sebagai tokoh militer berpengaruh.
“Semakin layak jika Gatot dari sisi politik tidak terkontaminasi dengan propaganda, artinya ia harus mampu meyakinkan pemerintah jika kepentingan Gatot murni untuk bangsa dan negara, meskipun ini akan alami masalah karena Gatot selama ini berseberang dengan kepentingan Jokowi, dan Gibran tentu akan berupaya menghalangi,” ujar Dedi.
Dedi menambahkan, meskipun kembali lagi bahwa Gibran secara kewenangan tidak miliki suara untuk melarang atau menghalangi pemilihan menko. “Secara umum Gatot layak, karena tentu setiap tokoh yang ada di kabinet selalu miliki dua kepentingan, politik dan kebangsaan,” ungkapnya.
Dia mengatakan, Gatot mungkin punya afiliasi politik. Tetapi karena tidak secara terang berada di parpol, bukan tidak mungkin Presiden Prabowo masih berpeluang menimbangnya.
“Tokoh militer senior sekalipun punya kecenderungan politik, sebut saja Moeldoko, atau Dudung, bahkan dibanding dengan dua tokoh militer populer tersebut, Gatot bisa jadi lebih berkapasitas,” pungkasnya.
Salah satunya adalah Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo . “Nama Gatot Nurmantyo mengemuka sebagai salah satu kandidat Menko Polkam mengantikan Budi Gunawan,” kata Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul M. Jamiluddin Ritonga kepada SindoNews, Sabtu (13/9/2025).
Jamiluddin mengungkapkan tiga penyebab Gatot Nurmantyo layak menjadi Menko Polkam. Pertama, kata dia, hubungan Presiden Prabowo Subianto dengan Gatot Nurmantio selama ini baik-baik saja.
Baca juga: Jabat Menko Polkam Ad Interim, Sjafrie Sjamsoeddin Langsung Pimpin Rapat Internal
Menurut dia, selama ini tidak terdengar kedua tokoh tersebut berseteru secara terbuka di ranah publik. “Hubungan baik itu juga terlihat saat Gatot Nurmantyo salah satu nama yang disampaikan Prabowo Subianto sebagai sosok yang akan membantunya jika terpilih menjadi Presiden periode 2019-2024,” ujarnya.
Dia mengungkapkan, Gatot juga ikut kampanye akbar Prabowo di Surabaya pada April 2019. “Hal itu menunjukkan, dua tokoh tersebut saling percaya. Kiranya saling percaya itu masih berlangsung hingga saat ini,” katanya.
Baca juga: Akhir Kisah 5 Menteri di Kabinet Merah Putih
Dia berpendapat, hal itu terlihat tidak adanya kritik dari Gatot Nurmantyo sejak Prabowo disumpah menjadi Presiden pada 20 Oktober 2024 hingga saat ini.
Alasan kedua, kata Jamiluddin, selama menjadi Panglima TNI, Gatot Nurmantyo dinilai berhasil. TNI termasuk disenangi dan dipercaya masyarakat.
“Selain itu, Gatot juga punya prestasi baik di luar dan dalam negeri. Di luar negeri, mendapat penghargaan dari Amerika Serikat, Brunei Darussalam, Singapura, dan Malaysia,” imbuhnya.
Dari dalam negeri, kata dia, Gatot juga mendapat banyak penghargaan. “Jadi, kepemimpinan Gatot sangat diterima di luar dan dalam negeri. Karena itu, bila Gatot ditunjuk oleh Prabowo menjadi Menko Polkam, berpeluang akan diterima mayoritas rakyat Indonesia,” jelasnya.
Ketiga, selama menjadi Panglima TNI dan setelah pensiun, Gatot dekat dengan umat Islam, termasuk ormas Islam di Indonesia. Gatot juga dekat dengan ormas agama lainnya.
“Karena itu, Gatot bila menjadi Menko Polkam akan relatif diterima berbagai agama di Tanah Air. Hal ini akan membuat situasi kondusif di Tanah Air. Jadi, Gatot memang salah satu sosok yang dinilai tepat untuk mengisi pos Menko Polkam,” ungkapnya.
Menurut dia, Gatot lebih berpeluang diterima berbagai lapisan masyarakat Indonesia. “Karena itu, Gatot berpeluang dapat membantu presiden membenahi di bidang Polkam,” pungkas Mantan Dekan FIKOM IISIP Jakarta ini.
Sementara itu, Pengamat Politik sekaligus Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah mengakui bahwa secara kapasitas Gatot layak menjadi Menko Polkam. Hal tersebut tentu menimbang pengalaman sebagai Panglima TNI dan sebagai tokoh militer berpengaruh.
“Semakin layak jika Gatot dari sisi politik tidak terkontaminasi dengan propaganda, artinya ia harus mampu meyakinkan pemerintah jika kepentingan Gatot murni untuk bangsa dan negara, meskipun ini akan alami masalah karena Gatot selama ini berseberang dengan kepentingan Jokowi, dan Gibran tentu akan berupaya menghalangi,” ujar Dedi.
Dedi menambahkan, meskipun kembali lagi bahwa Gibran secara kewenangan tidak miliki suara untuk melarang atau menghalangi pemilihan menko. “Secara umum Gatot layak, karena tentu setiap tokoh yang ada di kabinet selalu miliki dua kepentingan, politik dan kebangsaan,” ungkapnya.
Dia mengatakan, Gatot mungkin punya afiliasi politik. Tetapi karena tidak secara terang berada di parpol, bukan tidak mungkin Presiden Prabowo masih berpeluang menimbangnya.
“Tokoh militer senior sekalipun punya kecenderungan politik, sebut saja Moeldoko, atau Dudung, bahkan dibanding dengan dua tokoh militer populer tersebut, Gatot bisa jadi lebih berkapasitas,” pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :