Hasil Dialog Prabowo dengan Tokoh Gerakan Nurani Bangsa: Tegaskan Supremasi Sipil hingga Bentuk Tim Reformasi Kepolisian
Jum'at, 12 September 2025 - 09:32 WIB
loading...
Presiden Prabowo Subianto melakukan dialog dengan tokoh-tokoh Gerakan Nurani Bangsa (GNB) di Istana Negara, Jakarta, Kamis (11/9/2025). Foto/BPMI
A
A
A
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto melakukan dialog dengan tokoh-tokoh Gerakan Nurani Bangsa (GNB) di Istana Negara, Jakarta, Kamis (11/9/2025). Pertemuan yang berlangsung selama hampir tiga jam itu menghasilkan kesepakatan penting.
Sejumlah tokoh GNB yang dilaporkan hadir bertemu Presiden Prabowo di antaranya Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, M Quraish Shihab, Omi Komaria Nurcholish Madjid, Romo Franz Magnis Suseno, Lukman Hakim Saifuddin, Pdt. Gomar Gultom, Erry Riyana Hardjapamekas, Komaruddin Hidayat, Ery Seda, Alissa Wahid, Laode M Syarif, dan Beka Ulung Hapsara.
Mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya terhadap penegakan supremasi sipil dalam dialog tersebut.
Dalam pertemuan tersebut, mereka menekankan pentingnya supremasi sipil dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Merespons hal itu, Lukman mengatakan bahwa Presiden Prabowo menegaskan komitmennya.
Baca Juga: Bertemu Tokoh Gerakan Nurani Bangsa, Presiden Prabowo Setuju Bentuk Tim Reformasi Kepolisian
"Itu salah satu poin yang kami sampaikan bahwa supremasi sipil harus ditegakkan dan presiden berkali-kali menyatakan bahwa komitmennya untuk itu. Bahwa Presiden berkomitmen untuk menegakkan supremasi sipil," kata Lukman.
Lukman berharap, komitmen dari Presiden Prabowo tersebut dapat diwujudkan secara nyata dalam kebijakan maupun tindakan pemerintahan ke depan. "Oleh karenanya kita lihat saja ke depan seperti apa, mudah-mudahan apa yang beliau sampaikan, yang beliau janjikan, itu terealisasikan dalam tataran implementasi," ujarnya.
Lukman juga mengatakan, salah satu tuntutan utama adalah pembentukan komisi investigasi independen untuk menyelidiki peristiwa demonstrasi yang menelan banyak korban jiwa dan luka-luka.
"Saya ingin sampaikan di sini bahwa salah satu tuntutan masyarakat sipil yang juga menjadi aspirasi kami dari GNB adalah perlunya dibentuk komisi investigasi independen terkait dengan kejadian Prahara Agustus beberapa waktu yang lalu, yang menimbulkan jumlah korban jiwa, korban kekerasan, luka-luka, dan seterusnya yang cukup banyak. Presiden menyetujui pembentukan itu. Dan detailnya tentu nanti pihak Istana akan menyampaikan bagaimana formatnya," paparnya.
Presiden Prabowo Subianto juga disebut setuju untuk segera membentuk tim atau komisi reformasi kepolisian. Pembentukan tim tersebut sebagai tindak lanjut terhadap tuntutan mereformasi kepolisian.
Ketua Majelis Pertimbangan Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) Pendeta Gomar Gultom sebagai salah seorang tokoh yang hadir mengungkapkan bagaimana tuntutan reformasi kepolisian langsung disampaikan dan mendapat respons baik dari Prabowo.
"Tadi juga disampaikan oleh Gerakan Nurani Bangsa perlunya evaluasi dan reformasi kepolisian yang disambut juga oleh Pak Presiden akan segera membentuk tim atau komisi reformasi kepolisian. Saya kira ini juga atas tuntutan dari masyarakat yang cukup banyak," kata Pendeta Gultom.
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar yang mendampingi Presiden Prabowo dalam pertemuan tersebut menuturkan dialog berlangsung terbuka dan penuh keakraban. "Dengan begitu terbuka Bapak Presiden memberikan jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan dari tokoh Nurani Bangsa ini," kata Menag.
Menag menambahkan, semua pihak berharap Indonesia dapat tumbuh menjadi bangsa yang rukun, damai, dan membanggakan. "Dan intinya adalah semuanya kita berharap semoga Insya Allah ke depan bangsa Indonesia ini akan menjadi bangsa yang lebih besar, bangsa yang rukun, bangsa yang damai dan menjadi kebanggaan kita semuanya," tegasnya.
Sejumlah tokoh GNB yang dilaporkan hadir bertemu Presiden Prabowo di antaranya Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, M Quraish Shihab, Omi Komaria Nurcholish Madjid, Romo Franz Magnis Suseno, Lukman Hakim Saifuddin, Pdt. Gomar Gultom, Erry Riyana Hardjapamekas, Komaruddin Hidayat, Ery Seda, Alissa Wahid, Laode M Syarif, dan Beka Ulung Hapsara.
Mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya terhadap penegakan supremasi sipil dalam dialog tersebut.
Dalam pertemuan tersebut, mereka menekankan pentingnya supremasi sipil dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Merespons hal itu, Lukman mengatakan bahwa Presiden Prabowo menegaskan komitmennya.
Baca Juga: Bertemu Tokoh Gerakan Nurani Bangsa, Presiden Prabowo Setuju Bentuk Tim Reformasi Kepolisian
"Itu salah satu poin yang kami sampaikan bahwa supremasi sipil harus ditegakkan dan presiden berkali-kali menyatakan bahwa komitmennya untuk itu. Bahwa Presiden berkomitmen untuk menegakkan supremasi sipil," kata Lukman.
Lukman berharap, komitmen dari Presiden Prabowo tersebut dapat diwujudkan secara nyata dalam kebijakan maupun tindakan pemerintahan ke depan. "Oleh karenanya kita lihat saja ke depan seperti apa, mudah-mudahan apa yang beliau sampaikan, yang beliau janjikan, itu terealisasikan dalam tataran implementasi," ujarnya.
Lukman juga mengatakan, salah satu tuntutan utama adalah pembentukan komisi investigasi independen untuk menyelidiki peristiwa demonstrasi yang menelan banyak korban jiwa dan luka-luka.
"Saya ingin sampaikan di sini bahwa salah satu tuntutan masyarakat sipil yang juga menjadi aspirasi kami dari GNB adalah perlunya dibentuk komisi investigasi independen terkait dengan kejadian Prahara Agustus beberapa waktu yang lalu, yang menimbulkan jumlah korban jiwa, korban kekerasan, luka-luka, dan seterusnya yang cukup banyak. Presiden menyetujui pembentukan itu. Dan detailnya tentu nanti pihak Istana akan menyampaikan bagaimana formatnya," paparnya.
Presiden Prabowo Subianto juga disebut setuju untuk segera membentuk tim atau komisi reformasi kepolisian. Pembentukan tim tersebut sebagai tindak lanjut terhadap tuntutan mereformasi kepolisian.
Ketua Majelis Pertimbangan Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) Pendeta Gomar Gultom sebagai salah seorang tokoh yang hadir mengungkapkan bagaimana tuntutan reformasi kepolisian langsung disampaikan dan mendapat respons baik dari Prabowo.
"Tadi juga disampaikan oleh Gerakan Nurani Bangsa perlunya evaluasi dan reformasi kepolisian yang disambut juga oleh Pak Presiden akan segera membentuk tim atau komisi reformasi kepolisian. Saya kira ini juga atas tuntutan dari masyarakat yang cukup banyak," kata Pendeta Gultom.
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar yang mendampingi Presiden Prabowo dalam pertemuan tersebut menuturkan dialog berlangsung terbuka dan penuh keakraban. "Dengan begitu terbuka Bapak Presiden memberikan jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan dari tokoh Nurani Bangsa ini," kata Menag.
Menag menambahkan, semua pihak berharap Indonesia dapat tumbuh menjadi bangsa yang rukun, damai, dan membanggakan. "Dan intinya adalah semuanya kita berharap semoga Insya Allah ke depan bangsa Indonesia ini akan menjadi bangsa yang lebih besar, bangsa yang rukun, bangsa yang damai dan menjadi kebanggaan kita semuanya," tegasnya.
(zik)
Lihat Juga :