Tak Hanya Modal, Pemerintah Harap ESQ Tanamkan Nilai Spiritual di Kopdes Merah Putih
Kamis, 11 September 2025 - 11:32 WIB
loading...
Foto: Doc. Istimewa
A
A
A
Menteri Koperasi (Menkop), Ferry Juliantono, menegaskan kembali komitmen pemerintah dalam menegakkan sistem ekonomi berbasis kekeluargaan sesuai amanat UUD 1945. Penegasan itu disampaikan dalam acara Wisuda Ke-9 sekaligus Welcoming Reception Ke-13 Universitas Ary Ginanjar (UAG) bersama ESQ Business School yang mengusung tema “Grow to Lead, Lead with Purpose” di Menara 165 Jakarta, Rabu (10/9/2025).
Ferry menjelaskan bahwa arah pembangunan ekonomi di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto ingin kembali diluruskan agar sesuai dengan cita-cita para pendiri bangsa, yakni menjadikan koperasi sebagai sokoguru perekonomian nasional.
“Dalam pemerintahan Presiden Prabowo, kita ingin meluruskan kembali arah pembangunan ekonomi agar sesuai dengan cita-cita para pendiri bangsa. Sistem ekonomi kita adalah sistem berbasis gotong royong, dengan koperasi sebagai sokoguru perekonomian nasional,” ujar Ferry.
Lebih jauh ia menguraikan makna “sokoguru” yang menjadi sebutan bagi koperasi. “Soko itu tiang, guru itu utama, jadi sebenarnya koperasi adalah badan usaha yang harusnya menjadi tiang utama perekonomian nasional. Namun kenyataannya, koperasi kita saat ini masih tertinggal. Maka kita harus melakukan revitalisasi agar koperasi bisa kembali ke peran strategisnya,” paparnya.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Ferry memperkenalkan Program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang menjadi salah satu program unggulan Kementerian Koperasi dan UKM. Melalui program ini, desa-desa akan diperkuat melalui koperasi sehingga mampu membebaskan masyarakat dari jeratan pinjaman rentenir, praktik pinjaman online ilegal, dan utang yang mencekik.
“Harapannya, masyarakat desa bisa terbebas dari jeratan rentenir dan pinjol ilegal. Jika masyarakat desa lebih produktif dan sejahtera, maka pertumbuhan ekonomi desa akan meningkat dan secara otomatis mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” jelas Ferry.
Dalam kesempatan tersebut, ia secara khusus meminta dukungan dari ESQ Leadership Center dan Universitas Ary Ginanjar untuk mendukung kesuksesan Kopdes Merah Putih.
“ESQ memiliki peran penting dalam membangun sumber daya manusia. Kami berharap ESQ dapat menjadi mitra strategis untuk mengawal lahirnya koperasi-koperasi desa yang tidak hanya berdaya saing, tetapi juga berjiwa kebangsaan,” tegas Ferry.
Dukungan terhadap semangat tersebut datang dari Founder ESQ Corp sekaligus Founder Universitas Ary Ginanjar (UAG), Ary Ginanjar Agustian. Ia menegaskan bahwa kampus UAG dirancang sebagai satu-satunya perguruan tinggi di Indonesia yang berbasis pada 3 kecerdasan: intelektual, emosional, dan spiritual, dengan karakter dan moral sebagai fondasi utama.
“Kampus ini menjunjung tinggi pembentukan moral dan karakter anak bangsa menuju Indonesia Emas 2045. Soft skill menjadi inti pembelajaran, sehingga kampus ini dikenal sebagai University of Life. Kami ingin melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh secara mental dan memiliki hati nurani,” ujar Ary.
Ary juga menyampaikan filosofi bahwa apa yang ditanam hari ini akan menentukan masa depan bangsa. Sejak didirikan, ESQ telah melahirkan 2,5 juta alumni secara offline dan 2 juta alumni secara online. Namun jumlah itu baru sekitar 0,5 persen dari total populasi Indonesia.
“Target kami adalah mencapai 10 persen populasi di tahun 2045. Saya yakin, ketika era otot sudah digantikan robot dan otak sudah digantikan AI, maka yang tersisa adalah hati nurani: kecerdasan emosional dan spiritual. Inilah yang akan menjadi bekal utama generasi emas di masa depan,” tambahnya.
Ary menegaskan optimisme bahwa Indonesia akan mampu menjadi “atap dunia” pada tahun 2085, asalkan generasi muda ditempa dengan pendidikan berbasis karakter, berlandaskan nilai kebangsaan, dan ditopang dengan kerja sama antar elemen bangsa.
Founder ESQ Corp, Ary Ginanjar Agustian bersama Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Menteri Koperasi Ferry Juliantono saat Wisuda Ke-9 sekaligus Welcoming Reception Ke-13 Universitas Ary Ginanjar (UAG) dan ESQ Business School (EBS) di Menara 165, Jakarta, pada Rabu (10/9/2025).
Ferry menjelaskan bahwa arah pembangunan ekonomi di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto ingin kembali diluruskan agar sesuai dengan cita-cita para pendiri bangsa, yakni menjadikan koperasi sebagai sokoguru perekonomian nasional.
“Dalam pemerintahan Presiden Prabowo, kita ingin meluruskan kembali arah pembangunan ekonomi agar sesuai dengan cita-cita para pendiri bangsa. Sistem ekonomi kita adalah sistem berbasis gotong royong, dengan koperasi sebagai sokoguru perekonomian nasional,” ujar Ferry.
Lebih jauh ia menguraikan makna “sokoguru” yang menjadi sebutan bagi koperasi. “Soko itu tiang, guru itu utama, jadi sebenarnya koperasi adalah badan usaha yang harusnya menjadi tiang utama perekonomian nasional. Namun kenyataannya, koperasi kita saat ini masih tertinggal. Maka kita harus melakukan revitalisasi agar koperasi bisa kembali ke peran strategisnya,” paparnya.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Ferry memperkenalkan Program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang menjadi salah satu program unggulan Kementerian Koperasi dan UKM. Melalui program ini, desa-desa akan diperkuat melalui koperasi sehingga mampu membebaskan masyarakat dari jeratan pinjaman rentenir, praktik pinjaman online ilegal, dan utang yang mencekik.
“Harapannya, masyarakat desa bisa terbebas dari jeratan rentenir dan pinjol ilegal. Jika masyarakat desa lebih produktif dan sejahtera, maka pertumbuhan ekonomi desa akan meningkat dan secara otomatis mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” jelas Ferry.
Dalam kesempatan tersebut, ia secara khusus meminta dukungan dari ESQ Leadership Center dan Universitas Ary Ginanjar untuk mendukung kesuksesan Kopdes Merah Putih.
“ESQ memiliki peran penting dalam membangun sumber daya manusia. Kami berharap ESQ dapat menjadi mitra strategis untuk mengawal lahirnya koperasi-koperasi desa yang tidak hanya berdaya saing, tetapi juga berjiwa kebangsaan,” tegas Ferry.
Dukungan terhadap semangat tersebut datang dari Founder ESQ Corp sekaligus Founder Universitas Ary Ginanjar (UAG), Ary Ginanjar Agustian. Ia menegaskan bahwa kampus UAG dirancang sebagai satu-satunya perguruan tinggi di Indonesia yang berbasis pada 3 kecerdasan: intelektual, emosional, dan spiritual, dengan karakter dan moral sebagai fondasi utama.
“Kampus ini menjunjung tinggi pembentukan moral dan karakter anak bangsa menuju Indonesia Emas 2045. Soft skill menjadi inti pembelajaran, sehingga kampus ini dikenal sebagai University of Life. Kami ingin melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh secara mental dan memiliki hati nurani,” ujar Ary.
Ary juga menyampaikan filosofi bahwa apa yang ditanam hari ini akan menentukan masa depan bangsa. Sejak didirikan, ESQ telah melahirkan 2,5 juta alumni secara offline dan 2 juta alumni secara online. Namun jumlah itu baru sekitar 0,5 persen dari total populasi Indonesia.
“Target kami adalah mencapai 10 persen populasi di tahun 2045. Saya yakin, ketika era otot sudah digantikan robot dan otak sudah digantikan AI, maka yang tersisa adalah hati nurani: kecerdasan emosional dan spiritual. Inilah yang akan menjadi bekal utama generasi emas di masa depan,” tambahnya.
Ary menegaskan optimisme bahwa Indonesia akan mampu menjadi “atap dunia” pada tahun 2085, asalkan generasi muda ditempa dengan pendidikan berbasis karakter, berlandaskan nilai kebangsaan, dan ditopang dengan kerja sama antar elemen bangsa.
Founder ESQ Corp, Ary Ginanjar Agustian bersama Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Menteri Koperasi Ferry Juliantono saat Wisuda Ke-9 sekaligus Welcoming Reception Ke-13 Universitas Ary Ginanjar (UAG) dan ESQ Business School (EBS) di Menara 165, Jakarta, pada Rabu (10/9/2025).
(unt)
Lihat Juga :