Akademisi UI: Jaga Marwah Demokrasi, Jangan Terjebak Propaganda Khilafah

Rabu, 10 September 2025 - 22:52 WIB
loading...
A A A
Dalam konteks ini, Dr. Cecep menekankan dua langkah penting untuk mencegah radikalisasi dan menjaga stabilitas negara. Pertama, pemberantasan korupsi yang konsisten sebagai bentuk respons terhadap kekecewaan publik. Kedua, integritas pejabat publik dalam menjalankan wewenangnya secara bertanggung jawab.

"Kalau dua hal ini bisa dijalankan dengan sungguh-sungguh, itu sudah merupakan jawaban nyata terhadap keresahan masyarakat," ujarnya.

Untuk memperkuat sistem demokrasi, Cecep mendorong Pemerintah agar membuka ruang partisipasi publik seluas mungkin. Ia menilai, partisipasi rakyat harus difasilitasi dalam kanal yang sah agar tidak selalu bermuara pada aksi jalanan yang berisiko.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya investasi jangka panjang dalam sektor pendidikan, terutama pendidikan politik, kewarganegaraan, dan keagamaan yang bersifat inklusif. Menurutnya, pemahaman yang baik mengenai hak dan kewajiban warga negara akan memperkuat ketahanan masyarakat terhadap pengaruh ideologi radikal.

"Harapan kita tentu agar Indonesia tidak mengalami kemunduran seperti negara lain yang jatuh ke otoritarianisme setelah gelombang demonstrasi besar. Kita sudah memilih jalan demokrasi sejak 1999, dan itu adalah komitmen yang harus dijaga," tegas alumni Program Doktoral Universitas Pertahanan (Unhan) RI tersebut.

Ia menambahkan, ketidakpuasan publik kerap kali muncul bukan karena sistem demokrasi itu sendiri, tetapi karena perilaku elit politik yang mengabaikan nilai-nilai demokrasi, seperti korupsi, ketidakadilan hukum, serta minimnya partisipasi publik dalam kebijakan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Garda Prabowo: Penyampaian...
Garda Prabowo: Penyampaian Mahasiswa dalam Aksi Demonstrasi Kurang Beradab
Di Hadapan Pimpinan...
Di Hadapan Pimpinan DPR, Mahasiswa Minta Pemerintah Tak Mainkan Isu Perut Rakyat
Menata Demokrasi Produktif...
Menata Demokrasi Produktif untuk Kesejahteraan Lintas Generasi
28 Tahun Reformasi 1998:...
28 Tahun Reformasi 1998: Demokrasi Tumbuh, Oligarki Menguat, Keadilan Sosial Masih Diperebutkan
Kebangkitan Nasional...
Kebangkitan Nasional dengan Meningkatkan Kohesi Sosial
Feri Amsari Dipolisikan,...
Feri Amsari Dipolisikan, Pangi Syarwi Chaniago: Negara Demokrasi 'Dewanya' Itu Kebebasan
Sempat Ditutup Imbas...
Sempat Ditutup Imbas Ada Unjuk Rasa, Jalan Medan Merdeka Selatan Dibuka Kembali
Massa Mahasiswa Gelar...
Massa Mahasiswa Gelar Demo di Gedung DPR RI, Jalan Gatot Subroto Ditutup
Ratusan Mahasiswa Trisakti...
Ratusan Mahasiswa Trisakti Bergerak dari Tugu 12 Mei Reformasi Menuju Gedung DPR
Rekomendasi
Trump Ungkap Dana Iran...
Trump Ungkap Dana Iran yang Dilepaskan akan Digunakan untuk Beli Barang-barang AS
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Pascapengumuman MSCI,...
Pascapengumuman MSCI, IHSG Sesi Siang Ambruk 1,62% ke Level 6.002
Berita Terkini
DPR Dorong Penguatan...
DPR Dorong Penguatan BPKH untuk Optimalkan Investasi Dana Haji
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Prabowo Sindir Penolak...
Prabowo Sindir Penolak MBG: Enggak Ada yang Lebih Genting dari Perut Lapar
Kejagung Sebut Kasus...
Kejagung Sebut Kasus Pencurian Sandal Jepit Tak Harus ke Pengadilan, Bisa Diselesaikan lewat RJ
2 Calon Manajer Kopdes...
2 Calon Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal saat Latsarmil, TB Hasanuddin Berharap Lakukan Evaluasi Menyeluruh
Legal Standing Belum...
Legal Standing Belum Lengkap, Sidang Perdana Gugatan Bonatua Terhadap KPU-Rektor UGM Ditunda
Infografis
TNI Jaga Kejaksaan,...
TNI Jaga Kejaksaan, Ada Perseteruan Penegak Hukum?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved