KPK Telusuri Dugaan Korupsi Lain dalam Pelayanan Publik di Kementerian Ketenagakerjaan
Rabu, 10 September 2025 - 06:18 WIB
loading...
Kantor Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker). Foto/Aldhi Chandra Setiawan
A
A
A
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) sedang menelusuri dugaan korupsi lain dalam proses pelayanan publik di Kementerian Ketenagakerjaan ( Kemnaker ). Sejauh ini, lembaga Antirasuah itu tengah mengusut dua dugaan korupsi di Kemnaker.
Dua dugaan korupsi itu berkaitan dengan suap perizinan tenaga kerja asing (TKA) dan dugaan korupsi pemerasan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
“Kita juga sedang meneliti pelayanan-pelayanan yang lainnya, juga termasuk pelayanan yang berkaitan dengan pelayanan yang ada di Kementerian Ketenagakerjaan," ungkap Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu, Selasa (9/9/2025).
Baca juga: KPK Ungkap Noel Akui Terima Penerimaan Lain saat Jabat Wamenaker
Bahkan, KPK juga tidak menutup kemungkinan untuk mempelajari pelayanan-pelayanan yang ada di kementerian lain. Menurutnya, hal ini dilakukan agar pelayanan publik bisa sesuai dengan apa yang diamanatkan.
"Jadi tidak hanya di Kementerian Ketenagakerjaan, tetapi juga melihat ke pelayanan-pelayanan umum lainnya yang ada di kementerian lain," pungkasnya.
Baca juga: Noel Terjerat Rasuah, Saatnya Bersihkan Pejabat Serakah
Sebelumnya, KPK mengungkap pengakuan Immanuel Ebenezer (Noel) terkait penerimaan lain saat menjabat sebagai Wamenaker. Penerimaan lain itu berkaitan di luar perkara dugaan korupsi terkait sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
"Nah memang secara garis besar sudah ada informasi dari yang bersangkutan (Noel) bahwa memang ada (penerimaan) dari yang lain," ungkap Asep Guntur Rahayu, Selasa (9/9/2025).
Asep menjelaskan penerimaan lain ini tak terlepas dari temuan KPK. Sebab, kata dia, penyidik menemukan Noel mendapati yang senilai Rp3 miliar dan satu motor Ducati.
Namun, pada kenyataannya, KPK justru menemukan ada aliran lain berupa uang untuk merenovasi rumah. Bahkan juga menemukan mobil-mobil yang disita dari tangan Noel.
Dua dugaan korupsi itu berkaitan dengan suap perizinan tenaga kerja asing (TKA) dan dugaan korupsi pemerasan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
“Kita juga sedang meneliti pelayanan-pelayanan yang lainnya, juga termasuk pelayanan yang berkaitan dengan pelayanan yang ada di Kementerian Ketenagakerjaan," ungkap Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu, Selasa (9/9/2025).
Baca juga: KPK Ungkap Noel Akui Terima Penerimaan Lain saat Jabat Wamenaker
Bahkan, KPK juga tidak menutup kemungkinan untuk mempelajari pelayanan-pelayanan yang ada di kementerian lain. Menurutnya, hal ini dilakukan agar pelayanan publik bisa sesuai dengan apa yang diamanatkan.
"Jadi tidak hanya di Kementerian Ketenagakerjaan, tetapi juga melihat ke pelayanan-pelayanan umum lainnya yang ada di kementerian lain," pungkasnya.
Baca juga: Noel Terjerat Rasuah, Saatnya Bersihkan Pejabat Serakah
Sebelumnya, KPK mengungkap pengakuan Immanuel Ebenezer (Noel) terkait penerimaan lain saat menjabat sebagai Wamenaker. Penerimaan lain itu berkaitan di luar perkara dugaan korupsi terkait sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
"Nah memang secara garis besar sudah ada informasi dari yang bersangkutan (Noel) bahwa memang ada (penerimaan) dari yang lain," ungkap Asep Guntur Rahayu, Selasa (9/9/2025).
Asep menjelaskan penerimaan lain ini tak terlepas dari temuan KPK. Sebab, kata dia, penyidik menemukan Noel mendapati yang senilai Rp3 miliar dan satu motor Ducati.
Namun, pada kenyataannya, KPK justru menemukan ada aliran lain berupa uang untuk merenovasi rumah. Bahkan juga menemukan mobil-mobil yang disita dari tangan Noel.
(rca)
Lihat Juga :