Reshuffle Kabinet Jadi Pembelajaran Politik, Menteri Diingatkan Jangan Main-main dengan Mandat Rakyat
Selasa, 09 September 2025 - 07:33 WIB
loading...
Pengamat Politik sekaligus Direktur Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago dalam program Sindo Prime. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto melakukan perombakan atau reshuffle kabinet . Empat menteri dan satu orang wakil menteri dilantik Presiden Prabowo kemarin di Istana Negara, Jakarta.
Mereka yang dilantik adalah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pengganti Sri Mulyani, Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin pengganti Abdul Kadir Karding.
Kemudian, Menteri Koperasi Ferry Juliantono pengganti Budi Arie Setiadi, Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan, dan Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak.
Baca juga: Prabowo Reshuffle Kabinet, PDIP Tetap di Luar Pemerintahan
Sedangkan pejabat definitif pengganti Budi Gunawan untuk kursi Menteri Koordinator Politik dan Keamanan (Menko Polkam) belum ditunjuk oleh presiden. Status Menko Polkam sekarang Ad Interim.
Adapun kursi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) masih kosong karena pengganti Dito Ariotedjo masih berada di luar kota, sehingga tidak dilantik pada sore kemarin.
Baca juga: Reshuffle Kabinet, Langkah Strategis Prabowo Pulihkan Kepercayaan Rakyat
Menanggapi hal tersebut, Pengamat Politik sekaligus Direktur Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago menilai ada pembelajaran politik dari reshuffle kabinet tersebut. “Siapa pun bisa dicopot,” kata Pangi dalam program Sindo Prime, dikutip dari YouTube SindoNews, Selasa (9/9/2025).
Dia pun melihat reshuffle kabinet tersebut menjadi peringatan bagi anggota kabinet lainnya agar jangan main-main dengan mandat rakyat. “Jadi, ini artinya tidak bisa bermain-main dengan mandat rakyat. Tetap rakyat adalah kuasa,” tuturnya.
Dia berharap reshuffle kabinet tersebut bisa memulihkan kepercayaan publik selama ini terhadap menteri yang menjadi biang masalah. Menteri-menteri yang menjadi biang masalah yang dimaksudnya yang justru menjadi beban bagi Presiden Prabowo.
“Seringkali statement-statementnya yang menyakitkan menyusahkan rakyat ini menjadi pembelajaran bagi dan ini harapan masyarakat Indonesia, harapan semua orang-orang di Indonesia agar Pak Prabowo tegas untuk mencopot menteri-menteri yang kemudian justru menjadi beban atau menyusahkan rakyat selama ini,” tuturnya.
Dia juga melihat ada harapan baru untuk pemerintahan ke depan yang lebih stabil dari reshuffle kabinet tersebut. Menurut dia, reshuffle itu juga memberikan pesan bahwa menteri yang membuat laporan Asal Bapak Senang tidak dibutuhkan di kabinet Prabowo.
“Jadi saya lihat orang menteri-menteri yang selama ini menyusahin rakyat, tidak ada statement-statementnya yang berpihak kepada rakyat. Bagaimana bertindak statement yang berpihak kepada aja hampir kering, hampir enggak ada sama sekali,” jelasnya.
Mereka yang dilantik adalah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pengganti Sri Mulyani, Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin pengganti Abdul Kadir Karding.
Kemudian, Menteri Koperasi Ferry Juliantono pengganti Budi Arie Setiadi, Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan, dan Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak.
Baca juga: Prabowo Reshuffle Kabinet, PDIP Tetap di Luar Pemerintahan
Sedangkan pejabat definitif pengganti Budi Gunawan untuk kursi Menteri Koordinator Politik dan Keamanan (Menko Polkam) belum ditunjuk oleh presiden. Status Menko Polkam sekarang Ad Interim.
Adapun kursi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) masih kosong karena pengganti Dito Ariotedjo masih berada di luar kota, sehingga tidak dilantik pada sore kemarin.
Baca juga: Reshuffle Kabinet, Langkah Strategis Prabowo Pulihkan Kepercayaan Rakyat
Menanggapi hal tersebut, Pengamat Politik sekaligus Direktur Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago menilai ada pembelajaran politik dari reshuffle kabinet tersebut. “Siapa pun bisa dicopot,” kata Pangi dalam program Sindo Prime, dikutip dari YouTube SindoNews, Selasa (9/9/2025).
Dia pun melihat reshuffle kabinet tersebut menjadi peringatan bagi anggota kabinet lainnya agar jangan main-main dengan mandat rakyat. “Jadi, ini artinya tidak bisa bermain-main dengan mandat rakyat. Tetap rakyat adalah kuasa,” tuturnya.
Dia berharap reshuffle kabinet tersebut bisa memulihkan kepercayaan publik selama ini terhadap menteri yang menjadi biang masalah. Menteri-menteri yang menjadi biang masalah yang dimaksudnya yang justru menjadi beban bagi Presiden Prabowo.
“Seringkali statement-statementnya yang menyakitkan menyusahkan rakyat ini menjadi pembelajaran bagi dan ini harapan masyarakat Indonesia, harapan semua orang-orang di Indonesia agar Pak Prabowo tegas untuk mencopot menteri-menteri yang kemudian justru menjadi beban atau menyusahkan rakyat selama ini,” tuturnya.
Dia juga melihat ada harapan baru untuk pemerintahan ke depan yang lebih stabil dari reshuffle kabinet tersebut. Menurut dia, reshuffle itu juga memberikan pesan bahwa menteri yang membuat laporan Asal Bapak Senang tidak dibutuhkan di kabinet Prabowo.
“Jadi saya lihat orang menteri-menteri yang selama ini menyusahin rakyat, tidak ada statement-statementnya yang berpihak kepada rakyat. Bagaimana bertindak statement yang berpihak kepada aja hampir kering, hampir enggak ada sama sekali,” jelasnya.
(rca)
Lihat Juga :