Mentan Amran Dukung Spirit Ekoteologi Program Hashim Djojohadikusumo
Selasa, 09 September 2025 - 00:29 WIB
loading...
Mentan Andi Amran Sulaiman mendukung gagasan Pusat Pelatihan dan Pelestarian Bambu Dunia yang diinisiasi Utusan Presiden Bidang Energi dan Iklim, Hashim S. Djojohadikusumo. FOTO/IST
A
A
A
JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mendukung gagasan Pusat Pelatihan dan Pelestarian Bambu Dunia yang diinisiasi Utusan Presiden Bidang Energi dan Iklim, Hashim S. Djojohadikusumo. Program tersebut dinilai selaras dengan semangat ekoteologi atau kesadaran menjaga harmoni antara manusia dengan alam.
Dukungan itu disampaikan Amran saat menerima Ketua Yayasan Pengrajin Bambu Indonesia (YPBI) Aki Jatnika Nanggamihardja di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (8/9/2025). Pertemuan turut dihadiri pengurus YPBI serta Direktur Eksekutif Citra Komunikasi LSI Denny JA, Toto Izul Fatah.
"Meski tak terkait langsung dengan kementerian pertanian sebagai leading sectornya, tapi saya sangat mendukung apapun yang berbau spirit pelestarian alam. Karena masalah lingkungan hidup sudah menjadi isu besar dunia, bukan saja isu nasional," katanya.
Ia menilai dunia saat ini menghadapi ketidakpastian akibat isu lingkungan, mulai dari krisis iklim, pemanasan global, hingga target net zero emission. Karena itu, gagasan Hashim dianggap sebagai langkah nyata dalam upaya menyelamatkan masa depan lingkungan.
"Itulah yang disebut dengan spirit ekoteologi. Semangat Pak Hashim bukan hanya mengkampanyekan, tapi juga membuat terobosan lewat program nyata untuk menumbuhkan keselarasan manusia dengan alam," katanya.
Amran menambahkan, pilihan Hashim terhadap tanaman bambu sangat tepat. Selain memiliki kandungan oksigen yang tinggi, bambu juga dikenal mampu menyerap air dalam jumlah besar sehingga berperan penting mencegah longsor.
Sementara itu, Ketua YPBI Aki Jatnika menjelaskan bambu memiliki nilai historis bagi bangsa Indonesia serta varietas yang melimpah di tanah air. "Bambu itu khas Indonesia, punya sejarah panjang, dan paling banyak ragamnya di dunia," ujarnya.
Senada dengan itu, Toto Izul Fatah menekankan pentingnya bambu tidak hanya dari sisi ekologis, tetapi juga ekonomis. "Pak Hashim ingin menaikkan derajat bambu menjadi bernilai ekonomi tinggi. Program ini memberi dampak positif untuk lingkungan sekaligus ekonomi," katanya.
Toto menambahkan, di tengah paradoks global antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian alam, ke depan Indonesia membutuhkan lebih banyak pemimpin, pejabat, dan pengusaha yang memiliki kesadaran ekologis tinggi (eco conscious) seperti Amran Sulaiman dan Hashim Djojohadikusumo.
Dukungan itu disampaikan Amran saat menerima Ketua Yayasan Pengrajin Bambu Indonesia (YPBI) Aki Jatnika Nanggamihardja di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (8/9/2025). Pertemuan turut dihadiri pengurus YPBI serta Direktur Eksekutif Citra Komunikasi LSI Denny JA, Toto Izul Fatah.
"Meski tak terkait langsung dengan kementerian pertanian sebagai leading sectornya, tapi saya sangat mendukung apapun yang berbau spirit pelestarian alam. Karena masalah lingkungan hidup sudah menjadi isu besar dunia, bukan saja isu nasional," katanya.
Ia menilai dunia saat ini menghadapi ketidakpastian akibat isu lingkungan, mulai dari krisis iklim, pemanasan global, hingga target net zero emission. Karena itu, gagasan Hashim dianggap sebagai langkah nyata dalam upaya menyelamatkan masa depan lingkungan.
"Itulah yang disebut dengan spirit ekoteologi. Semangat Pak Hashim bukan hanya mengkampanyekan, tapi juga membuat terobosan lewat program nyata untuk menumbuhkan keselarasan manusia dengan alam," katanya.
Amran menambahkan, pilihan Hashim terhadap tanaman bambu sangat tepat. Selain memiliki kandungan oksigen yang tinggi, bambu juga dikenal mampu menyerap air dalam jumlah besar sehingga berperan penting mencegah longsor.
Sementara itu, Ketua YPBI Aki Jatnika menjelaskan bambu memiliki nilai historis bagi bangsa Indonesia serta varietas yang melimpah di tanah air. "Bambu itu khas Indonesia, punya sejarah panjang, dan paling banyak ragamnya di dunia," ujarnya.
Senada dengan itu, Toto Izul Fatah menekankan pentingnya bambu tidak hanya dari sisi ekologis, tetapi juga ekonomis. "Pak Hashim ingin menaikkan derajat bambu menjadi bernilai ekonomi tinggi. Program ini memberi dampak positif untuk lingkungan sekaligus ekonomi," katanya.
Toto menambahkan, di tengah paradoks global antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian alam, ke depan Indonesia membutuhkan lebih banyak pemimpin, pejabat, dan pengusaha yang memiliki kesadaran ekologis tinggi (eco conscious) seperti Amran Sulaiman dan Hashim Djojohadikusumo.
(abd)
Lihat Juga :