TNI Ungkap Kronologi Anggota BAIS Diamankan Brimob saat Terjadi Aksi Unjuk Rasa
Jum'at, 05 September 2025 - 17:37 WIB
loading...
Kapuspen TNI Brigjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah menepis anggota BAIS TNI menjadi provokator saat aksi unjuk rasa pada pekan lalu. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah membenarkan anggota Badan Inteljen Strategis (BAIS) TNI diamankan saat aksi unjuk rasa pada Kamis, 28 Agustus 2025. Namun Freddy menepis anggotanya melakukan provokasi dalam demo tersebut.
”Yang saya sangkal adalah narasinya, karena narasi yang disampaikan itu ditangkap Polri, yang kedua adalah provokator. Itu tidak benar," kata Freddy, di Puspen Mabes TNI, Jakarta Jumat (5/9/2025).
Freddy menegaskan personel BAIS, Mayor SS itu sedang melaksanakan tugas intelijen bersama rekannya. Sebab salah satu tugasnya adalah melaksanakan deteksi dini terhadap segala upaya ancaman.
Baca juga: Prabowo Ingatkan Aparat Tak Boleh Bertindak di Luar Koridor Hukum
"Oleh karena itu, di mana pun situasi yang sekiranya mengancam, pasti akan ada rekan-rekan kita di situ bertugas, melakukan tugas negara. Kemudian di sektor flyover Slipi, Jakarta Barat, berserta empat anggota," katanya.
Saat itu, kata Freddy, massa terlibat bentrok dengan pasukan Brimob di bawah flyover Slipi hingga dipukul mundur ke Jalan Raya Pejompongan. Pada pukul 22.00-22.30 WIB massa yang dipukul mundur terbagi dalam dua kekuatan sampai pertigaan Pejompongan dan Benhil.
Hal ini membuat Mayor SS dan rekannya pindah mengikuti di belakang pasukan Brimob yang mengarah ke Pejompongan. Namun ketika sedang memonitor unjuk rasa di area pom bensin, Mayor SS berbagai jarak atau terpisah dengan rekannya sekitar jarak 50 menter karena adanya gas air mata.
Baca juga: Demo Ricuh Akhir Agustus, Mungkinkah Darurat Militer? Pengamat: Tak Mudah, Panjang Tahapannya
"Pada saat terpisah, Mayor SS duduk di atas motor yang sedang parkir di lokasi pom bensin, selanjutnya rombongan Brimob yang mengendari sepeda motor patroli tiba-tiba yang tertua di kelompok pasukan Brimob tersebut menarik Mayor SS dengan anggotanya dibawa ke arah mobil rantis," ucapnya.
Sebelumnya, unggahan akun X, @kliperano menyebut bahwa terdapat intel TNI yang ditangkap Polri.
"Polisi tangkap provokator demo di Pejompongan… ternyata intel TNI. Mayor Infanteri Sudi Suwarno, anggota BAIS lengkap dengan izin senjata, ketahuan ikut memprovokasi massa," tulis dia.
Dalam unggahan yang dimaksud, @kliperano juga menyertakan empat foto yang salah satunya menampilkan pria yang disebut anggota TNI dengan berbaju hijau dan ditangkap personel Brimob Polri.
”Yang saya sangkal adalah narasinya, karena narasi yang disampaikan itu ditangkap Polri, yang kedua adalah provokator. Itu tidak benar," kata Freddy, di Puspen Mabes TNI, Jakarta Jumat (5/9/2025).
Freddy menegaskan personel BAIS, Mayor SS itu sedang melaksanakan tugas intelijen bersama rekannya. Sebab salah satu tugasnya adalah melaksanakan deteksi dini terhadap segala upaya ancaman.
Baca juga: Prabowo Ingatkan Aparat Tak Boleh Bertindak di Luar Koridor Hukum
"Oleh karena itu, di mana pun situasi yang sekiranya mengancam, pasti akan ada rekan-rekan kita di situ bertugas, melakukan tugas negara. Kemudian di sektor flyover Slipi, Jakarta Barat, berserta empat anggota," katanya.
Saat itu, kata Freddy, massa terlibat bentrok dengan pasukan Brimob di bawah flyover Slipi hingga dipukul mundur ke Jalan Raya Pejompongan. Pada pukul 22.00-22.30 WIB massa yang dipukul mundur terbagi dalam dua kekuatan sampai pertigaan Pejompongan dan Benhil.
Hal ini membuat Mayor SS dan rekannya pindah mengikuti di belakang pasukan Brimob yang mengarah ke Pejompongan. Namun ketika sedang memonitor unjuk rasa di area pom bensin, Mayor SS berbagai jarak atau terpisah dengan rekannya sekitar jarak 50 menter karena adanya gas air mata.
Baca juga: Demo Ricuh Akhir Agustus, Mungkinkah Darurat Militer? Pengamat: Tak Mudah, Panjang Tahapannya
"Pada saat terpisah, Mayor SS duduk di atas motor yang sedang parkir di lokasi pom bensin, selanjutnya rombongan Brimob yang mengendari sepeda motor patroli tiba-tiba yang tertua di kelompok pasukan Brimob tersebut menarik Mayor SS dengan anggotanya dibawa ke arah mobil rantis," ucapnya.
Sebelumnya, unggahan akun X, @kliperano menyebut bahwa terdapat intel TNI yang ditangkap Polri.
"Polisi tangkap provokator demo di Pejompongan… ternyata intel TNI. Mayor Infanteri Sudi Suwarno, anggota BAIS lengkap dengan izin senjata, ketahuan ikut memprovokasi massa," tulis dia.
Dalam unggahan yang dimaksud, @kliperano juga menyertakan empat foto yang salah satunya menampilkan pria yang disebut anggota TNI dengan berbaju hijau dan ditangkap personel Brimob Polri.
(cip)
Lihat Juga :