Negara Tidak Boleh Kalah, GM FKPPI Desak Investigasi Dugaan Makar
Jum'at, 05 September 2025 - 09:00 WIB
loading...
Ketua Umum GM FKPPI Sandi Rahmat Mandela bersama pimpinan organisasi kepemudaan (OKP) dan pimpinan organisasi mahasiswa diterima di Istana Negara untuk menyampaikan pandangan terkait situasi kebangsaan berkembang. Foto: Ist
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum Generasi Muda Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan TNI-Polri (GM FKPPI) Sandi Rahmat Mandela bersama pimpinan organisasi kepemudaan (OKP) dan pimpinan organisasi mahasiswa diterima di Istana Negara untuk menyampaikan pandangan terkait situasi kebangsaan yang berkembang. Pertemuan ini menjadi ruang penting bagi generasi muda untuk menegaskan sikap sekaligus menyampaikan aspirasi rakyat.
GM FKPPI memandang gerakan mahasiswa dan rakyat yang turun ke jalan adalah bagian dari tradisi panjang perjuangan bangsa. Sejak masa kolonial, reformasi, hingga hari ini, suara rakyat selalu hadir sebagai penyeimbang negara.
Baca juga: Bersama TNI, GM FKPPI Dorong Generasi Muda Hadir sebagai Garda Kondusivitas Nasional
“Aksi massa adalah wajah demokrasi. Kita boleh memenuhi setiap sudut kota dengan massa aksi, mengisi setiap langkah dengan aspirasi dan tuntutan,” ujar Sandi, Kamis (4/9/2025).
Namun, dia mengingatkan perjuangan yang lahir dari idealisme dan suara nurani tidak boleh dinodai. Beberapa hari terakhir, selain aksi demonstrasi, terjadi pula penjarahan dan pembakaran kantor milik negara yang merugikan masyarakat luas.
“Jika gerakan rakyat telah disusupi makar, sejatinya itu adalah pengkhianatan terhadap semangat juang yang luhur. Aspirasi yang lahir dari jeritan rakyat harus dijaga kemurniannya, jangan sampai dibajak oleh tindakan anarkistis dan kepentingan yang merusak,” tegasnya.
Menurut Sandi, demonstrasi harus tetap berada dalam koridor perjuangan beradab, bukan menjadi ajang provokasi yang memecah belah bangsa.
Atas dasar itu, GM FKPPI mendesak pemerintah, khususnya lembaga eksekutif segera membentuk Tim Investigasi Independen yang transparan dan melibatkan masyarakat, akademisi, serta tokoh bangsa. Tim ini tidak hanya bertugas mengusut tuntas dugaan makar dan aktor intelektual di balik aksi anarkistis, tetapi juga memastikan tuntutan rakyat yang sah mendapat jawaban adil dan solutif.
“Negara tidak boleh kalah. Setiap upaya makar adalah pengkhianatan terhadap rakyat Indonesia. Setiap tindakan anarkistis adalah penodaan terhadap perjuangan mahasiswa dan pemuda. Dan setiap jeritan rakyat, sekecil apa pun adalah kewajiban pemerintah untuk mendengarkan dan menindaklanjutinya,” kata Sandi yang pernah menjabat Presiden Mahasiswa Universitas Trisakti ini.
GM FKPPI menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebagai bagian solusi, bukan masalah. Generasi muda harus tampil di garis depan untuk menjaga kondusivitas, memperkuat persatuan, dan memastikan demokrasi tetap menjadi ruang perjuangan yang sehat bagi seluruh rakyat Indonesia.
GM FKPPI memandang gerakan mahasiswa dan rakyat yang turun ke jalan adalah bagian dari tradisi panjang perjuangan bangsa. Sejak masa kolonial, reformasi, hingga hari ini, suara rakyat selalu hadir sebagai penyeimbang negara.
Baca juga: Bersama TNI, GM FKPPI Dorong Generasi Muda Hadir sebagai Garda Kondusivitas Nasional
“Aksi massa adalah wajah demokrasi. Kita boleh memenuhi setiap sudut kota dengan massa aksi, mengisi setiap langkah dengan aspirasi dan tuntutan,” ujar Sandi, Kamis (4/9/2025).
Namun, dia mengingatkan perjuangan yang lahir dari idealisme dan suara nurani tidak boleh dinodai. Beberapa hari terakhir, selain aksi demonstrasi, terjadi pula penjarahan dan pembakaran kantor milik negara yang merugikan masyarakat luas.
“Jika gerakan rakyat telah disusupi makar, sejatinya itu adalah pengkhianatan terhadap semangat juang yang luhur. Aspirasi yang lahir dari jeritan rakyat harus dijaga kemurniannya, jangan sampai dibajak oleh tindakan anarkistis dan kepentingan yang merusak,” tegasnya.
Menurut Sandi, demonstrasi harus tetap berada dalam koridor perjuangan beradab, bukan menjadi ajang provokasi yang memecah belah bangsa.
Atas dasar itu, GM FKPPI mendesak pemerintah, khususnya lembaga eksekutif segera membentuk Tim Investigasi Independen yang transparan dan melibatkan masyarakat, akademisi, serta tokoh bangsa. Tim ini tidak hanya bertugas mengusut tuntas dugaan makar dan aktor intelektual di balik aksi anarkistis, tetapi juga memastikan tuntutan rakyat yang sah mendapat jawaban adil dan solutif.
“Negara tidak boleh kalah. Setiap upaya makar adalah pengkhianatan terhadap rakyat Indonesia. Setiap tindakan anarkistis adalah penodaan terhadap perjuangan mahasiswa dan pemuda. Dan setiap jeritan rakyat, sekecil apa pun adalah kewajiban pemerintah untuk mendengarkan dan menindaklanjutinya,” kata Sandi yang pernah menjabat Presiden Mahasiswa Universitas Trisakti ini.
GM FKPPI menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebagai bagian solusi, bukan masalah. Generasi muda harus tampil di garis depan untuk menjaga kondusivitas, memperkuat persatuan, dan memastikan demokrasi tetap menjadi ruang perjuangan yang sehat bagi seluruh rakyat Indonesia.
(jon)
Lihat Juga :