Petisi Asta Cita Rakyat: Alumni UI Suarakan Tuntutan Demokrasi dan Keadilan Sosial
Kamis, 04 September 2025 - 15:01 WIB
loading...
Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Perempuan Indonesia menggelar aksi demo di depan Gedung DPR, Jakarta, Rabu (3/9/2025). Foto/Aldhi Chandra
A
A
A
JAKARTA - Forum Silaturahmi Alumni Universitas Indonesia (FORSA UI) resmi meluncurkan Petisi Asta Cita Rakyat di Jakarta, Kamis (4/9/2025). Dokumen berisi delapan tuntutan itu disebut lahir dari “tragedi 2025” dan ditujukan untuk mengembalikan marwah demokrasi serta kedaulatan rakyat.
Koordinator FORSA UI Alip Purnomo menegaskan petisi ini merupakan respons atas ketidakadilan yang dirasakan masyarakat. “Kemarahan rakyat bukanlah letupan sesaat. Ia lahir dari luka yang menganga: pajak yang mencekik, korupsi merajalela, kekerasan aparat, hingga nyawa manusia yang diperlakukan seolah tak bernilai,” ujar Alip dalam pernyataan sikap.
Baca juga: 7 Tuntutan Ratusan Profesor dan Doktor, Nomor 5 Tolak Darurat Militer
Delapan tuntutan dalam Petisi Asta Cita Rakyat meliputi:
1. Penangkapan dan pengadilan koruptor tanpa pandang bulu.
2. Pengesahan UU Perampasan Aset Koruptor.
3. Pengadilan terhadap pelaku kekerasan terhadap rakyat.
4. Pembebasan pejuang aspirasi rakyat dan kompensasi bagi korban kekerasan.
5. Penghentian kenaikan pajak yang membebani rakyat kecil dan kelas menengah.
6. Regulasi adil bagi pekerja transportasi online, termasuk upah layak dan jaminan sosial.
7. Reformasi menyeluruh kepolisian agar menjadi pelayan rakyat, bukan alat kekuasaan.
8. Perampingan kementerian dan pembatasan fasilitas pejabat negara.
Alip menegaskan, delapan butir tersebut bukan sekadar daftar tuntutan, melainkan jeritan nurani bangsa. “Petisi Asta Cita Rakyat adalah gema dari bawah—suara yang menuntut negara hadir, melindungi, mendengar, dan menegakkan keadilan sosial,” kata Alip, aktivis ’98 dari UI.
![Petisi Asta Cita Rakyat: Alumni UI Suarakan Tuntutan Demokrasi dan Keadilan Sosial]()
Petisi ini juga menyinggung Affan Kurniawan, pengemudi ojek online yang meninggal setelah terlindas mobil taktis polisi, sebagai martir demokrasi. FORSA UI menilai pengorbanan Affan harus menjadi pengingat bagi negara agar tidak lagi menutup telinga terhadap aspirasi rakyat.
“Dengan mendukung dan menjalankan petisi ini, mari kita kembalikan marwah demokrasi, tegakkan kedaulatan rakyat, dan wujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” pungkas Alip.
Koordinator FORSA UI Alip Purnomo menegaskan petisi ini merupakan respons atas ketidakadilan yang dirasakan masyarakat. “Kemarahan rakyat bukanlah letupan sesaat. Ia lahir dari luka yang menganga: pajak yang mencekik, korupsi merajalela, kekerasan aparat, hingga nyawa manusia yang diperlakukan seolah tak bernilai,” ujar Alip dalam pernyataan sikap.
Baca juga: 7 Tuntutan Ratusan Profesor dan Doktor, Nomor 5 Tolak Darurat Militer
Delapan tuntutan dalam Petisi Asta Cita Rakyat meliputi:
1. Penangkapan dan pengadilan koruptor tanpa pandang bulu.
2. Pengesahan UU Perampasan Aset Koruptor.
3. Pengadilan terhadap pelaku kekerasan terhadap rakyat.
4. Pembebasan pejuang aspirasi rakyat dan kompensasi bagi korban kekerasan.
5. Penghentian kenaikan pajak yang membebani rakyat kecil dan kelas menengah.
6. Regulasi adil bagi pekerja transportasi online, termasuk upah layak dan jaminan sosial.
7. Reformasi menyeluruh kepolisian agar menjadi pelayan rakyat, bukan alat kekuasaan.
8. Perampingan kementerian dan pembatasan fasilitas pejabat negara.
Alip menegaskan, delapan butir tersebut bukan sekadar daftar tuntutan, melainkan jeritan nurani bangsa. “Petisi Asta Cita Rakyat adalah gema dari bawah—suara yang menuntut negara hadir, melindungi, mendengar, dan menegakkan keadilan sosial,” kata Alip, aktivis ’98 dari UI.

Petisi ini juga menyinggung Affan Kurniawan, pengemudi ojek online yang meninggal setelah terlindas mobil taktis polisi, sebagai martir demokrasi. FORSA UI menilai pengorbanan Affan harus menjadi pengingat bagi negara agar tidak lagi menutup telinga terhadap aspirasi rakyat.
“Dengan mendukung dan menjalankan petisi ini, mari kita kembalikan marwah demokrasi, tegakkan kedaulatan rakyat, dan wujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” pungkas Alip.
(rca)
Lihat Juga :