Rentetan Kematian Diplomat Kemlu, Kuasa Hukum Keluarga Arya Daru: Sedang Ditarget!

Rabu, 03 September 2025 - 13:49 WIB
loading...
Rentetan Kematian Diplomat...
Kuasa hukum keluarga mendiang diplomat Arya Daru Pangayunan (ADP), Nicolay Aprilindo menyerahkan surat permohonan Rapat Dengar Pendapat (RDP) ke Ketua Komisi III DPR, Habiburokhman di Jakarta, Rabu (3/9/2025). Foto/Achmad Al Fiqri
A A A
JAKARTA - Kuasa hukum keluarga mendiang Arya Daru Pangayunan (ADP), Nicolay Aprilindo menyoroti rentetan kematian janggal para diplomat Kementerian Luar Negeri (Kemlu). Ia menilai, para diplomat tengah menjadi target sindikat kejahatan.

Diketahui, kematian janggal diplomat Kemlu terjaid beberapa wakru terakhir. Pertama, ADP tewas dengan kondisi kepala terlilit lakban pada 8 Juli 2025; kedua, Leonardo Zetro Purba tewas ditembak saat bersepeda di Lima, Peru pada 1 September 2025.

Baca juga: Desak Pengusutan Kematian Arya Daru, Kuasa Hukum Keluarga Kirim Surat ke Komisi III DPR

"Saya berani mengatakan bahwa para diplomat ini sedang dalam target, tapi tidak tahu siapa yang mentarget, ya. karena kasus di Peru ini juga kita lihat sangat-sangat riskan ya, ditembak pada saat lagi bersepeda," kata Nicolay saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (3/9/2025).



Kendati demikian, Nicolay menilai, ada kelompok atau sindikat kejahatan tengah mengincar para diplomat RI. Apalagi, kata dia, para diplomat RI menangani kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

"Berarti ada kelompok tertentu atau sindikat tertentu mengincar. Apalagi kebanyakan para diplomat kita, kebanyakan menangani kasus human trafficking, TPPO, dan sebagainya. Nah ini yang perlu diantisipasi oleh pihak Kemlu," katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kasus Pembunuhan Sesama...
Kasus Pembunuhan Sesama WNI di Armenia, Kemlu: 2 Orang Dibebaskan, 4 Masih Diperiksa
Kemlu Soal Deportasi...
Kemlu Soal Deportasi Abdul Karim Raeq Miqdad: Murni Isu Pidana, Tak Pengaruhi Dukungan untuk Palestina
UU PFII Bukti Pemerintah...
UU PFII Bukti Pemerintah Serius Bangun Fondasi Ekonomi Jangka Panjang
Komisi IX DPR Cecar...
Komisi IX DPR Cecar BGN usai Pamer Dapat WTP dari BPK: Jangan-jangan Dibikin-bikin
BGN Nunggak ke Pihak...
BGN Nunggak ke Pihak Ketiga Rp1,6 Triliun pada 2025, Ada untuk EO hingga Jasa Konsultan
4 WNI ABK Disandera...
4 WNI ABK Disandera Perompak Somalia, Menteri P2MI Koordinasi dengan Kemlu untuk Pembebasan
SMSI Bali Desak Aturan...
SMSI Bali Desak Aturan Ketat untuk Calon 'Dubai Baru' Indonesia
BULOG dan Komisi IV...
BULOG dan Komisi IV DPR Perkuat Sinergi Dukung Kesejahteraan Petani di Klaten
Tak Hanya Hukum Oknum...
Tak Hanya Hukum Oknum Polisi, Selly DPR Minta Usut Tuntas Penganiayaan Perempuan Cirebon
Rekomendasi
Tanoto Scholars Gathering...
Tanoto Scholars Gathering 2026 Perkuat Kepemimpinan 240 Penerima Beasiswa TELADAN
10 Klub Sepak Bola Inggris...
10 Klub Sepak Bola Inggris dengan Suporter Paling Problematik
Apakah Strategi Panas...
Apakah Strategi Panas dan Dingin yang dilakukan Trump untuk Menekan Iran Bisa Sukses?
Berita Terkini
Febrie Adriansyah Tidak...
Febrie Adriansyah Tidak Diborgol, Boyamin Saiman: Kejaksaan Agung Ceroboh
Robikin Emhas: Marwah...
Robikin Emhas: Marwah NU Tercabik-cabik Hanya karena Konflik Elite PBNU
Polemik Londo Ireng,...
Polemik Londo Ireng, IJTI Minta Presiden Hindari Diksi yang Bisa Beri Label Negatif bagi Profesi Jurnalis
Febrie Adriansyah Tak...
Febrie Adriansyah Tak Pakai Rompi Tahanan, Eks Penyidik KPK: Persepsi Publik Ada Keistimewaan Tidak Bisa Dicegah
Apresiasi Pelaksanaan...
Apresiasi Pelaksanaan PTT BSPS di Bandung, Mendagri: Tender Rakyat Perkuat Transparansi
Mantan Ketua MK Sebut...
Mantan Ketua MK Sebut Kondisi Indonesia Suram: Hukum Sangat Tajam ke Bawah, tapi Tumpul ke Atas
Infografis
TNI Jaga Kejaksaan,...
TNI Jaga Kejaksaan, Ada Perseteruan Penegak Hukum?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved