Situasi Sangat Sensitif, Mendagri Larang Kepala Daerah Bikin Acara Mewah hingga Flexing
Selasa, 02 September 2025 - 16:48 WIB
loading...
A
A
A
Ia mengaku khawatir jika pemerintah daerah menggelar acara mewah ada pihak tertentu yang sengaja memviralkan kegiatan itu dengan narasi yang semakin menimbulkan kegaduhan.
"Nanti kalau pesta, pesta ada musik musiknya, dipotong, dibuat di TikTok dan lain-lain, kemudian dibandingkan dengan masyarakat yang lagi menuntut sikap low profile pada pejabat. Dibandingkan nanti akan menjadi amunisi baru yang digoreng oleh siapa pun," ungkapnya.
Dia juga melarang kepala daerah ataupun keluarganya untuk flexing atau pamer harta kekayaan. "Tolong ingatkan keluarga masing-masing terutama cara berpakaian, penggunaan cincin, jam tangan, perhiasan, kendaraan. Hati-hati, ini situasinya sangat tidak bagus, sensitif. Termasuk juga acara-acara pribadi, saya paham mungkin ada resepsi pernikahan, ultah yang ingin dirayakan," jelasnya.
Tito menambahkan, lebih baik acara pribadi itu dirayakan dengan cara-cara yang sederhana. "Karena situasi yang tidak bagus, sensitif, nanti akan dipotong, dibuat tulisan, gambar, video yang kemudian gampang sekali masyarakat terprovokasi," tegas mantan kapolri tersebut.
"Nanti kalau pesta, pesta ada musik musiknya, dipotong, dibuat di TikTok dan lain-lain, kemudian dibandingkan dengan masyarakat yang lagi menuntut sikap low profile pada pejabat. Dibandingkan nanti akan menjadi amunisi baru yang digoreng oleh siapa pun," ungkapnya.
Dia juga melarang kepala daerah ataupun keluarganya untuk flexing atau pamer harta kekayaan. "Tolong ingatkan keluarga masing-masing terutama cara berpakaian, penggunaan cincin, jam tangan, perhiasan, kendaraan. Hati-hati, ini situasinya sangat tidak bagus, sensitif. Termasuk juga acara-acara pribadi, saya paham mungkin ada resepsi pernikahan, ultah yang ingin dirayakan," jelasnya.
Tito menambahkan, lebih baik acara pribadi itu dirayakan dengan cara-cara yang sederhana. "Karena situasi yang tidak bagus, sensitif, nanti akan dipotong, dibuat tulisan, gambar, video yang kemudian gampang sekali masyarakat terprovokasi," tegas mantan kapolri tersebut.
(zik)
Lihat Juga :