Representasi Mahal, Legitimasi Murah

Selasa, 02 September 2025 - 13:15 WIB
loading...
A A A
Namun faktor penentu bukan semata angka absolut, melainkan proporsionalitas. Di banyak negara maju, gaji anggota parlemen hanya dua atau tiga kali lipat dari gaji guru atau dosen. Di Inggris, seorang anggota parlemen menerima sekitar £93.900 setahun, sementara guru sekolah menengah memperoleh £35.000–45.000. Artinya, wakil rakyat hanya sekitar dua kali lipat guru.

Di Swedia, seorang anggota parlemen bergaji setara profesor universitas, hanya sedikit lebih tinggi dari guru SMA. Bahkan di Singapura, meski nominal gaji anggota parlemen sangat besar, perbandingannya masih proporsional dengan guru dan profesor yang juga bergaji tinggi.

Kontras dengan Indonesia. Anggota DPR menerima total gaji dan tunjangan lebih dari Rp100 juta per bulan. Bandingkan dengan guru PNS awal karier yang hanya Rp3–4 juta, atau dosen dengan gelar doktor yang berkisar Rp7–12 juta. Rasio ini mencapai 20–30 kali lipat untuk guru, dan 8–12 kali lipat untuk dosen. Gap sebesar ini bukan hanya tidak proporsional, melainkan juga menimbulkan jurang simbolik: wakil rakyat tampil sebagai kelas istimewa, jauh melampaui profesi-profesi yang justru menopang peradaban bangsa.

Inilah yang memicu kemarahan publik. Bukan semata rakyat tidak mengerti tingginya biaya politik, melainkan karena kesenjangan terlalu ekstrem, dan tidak dibarengi kinerja maupun komunikasi politik yang meyakinkan. E.P. Thompson dan James Scott menyebutnya sebagai moral economy: ukuran keadilan rakyat yang sering berbeda dari legalitas formal negara.

Secara hukum tunjangan DPR sah, tetapi secara moral melukai. Di tengah harga sembako yang naik, lapangan kerja sulit, dan subsidi rakyat terus diperdebatkan, tunjangan rumah, transportasi, komunikasi, hingga beras untuk anggota DPR justru terasa sebagai satire yang menyakitkan.

Lebih ironis lagi, DPR seakan abai bahwa legitimasi publik tidak hanya dibangun di ruang sidang, tetapi juga di ruang persepsi. Politik modern pada akhirnya adalah seni membangun kepercayaan. Anggota parlemen di negara lain berusaha menjaga jarak simbolik agar tetap rasional: mereka boleh digaji lebih tinggi, tetapi tidak sampai menimbulkan jurang mencolok dengan profesi penting lainnya.

Di Indonesia, jarak itu bukan saja dibiarkan melebar, tetapi justru diperluas lewat serangkaian tunjangan tambahan. Komunikasi yang buruk membuat jarak itu tampak seperti tembok yang memisahkan wakil rakyat dari rakyat yang mereka wakili.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
KPK Cecar Anggota DPR...
KPK Cecar Anggota DPR Nabil Husein soal Aliran Uang Produksi Batu Bara
DPR: Swasembada Migas...
DPR: Swasembada Migas Sama Pentingnya dengan Swasembada Pangan
Soal Rupiah, Tomkur:...
Soal Rupiah, Tomkur: Perlu Koordinasi Kebijakan Lintas Sektor
Soroti Isu Reformasi...
Soroti Isu Reformasi Jilid II, Sekjen Cipayung Plus: Tantangan Saat Ini Berbeda dengan 1998
Soroti Masalah Bangsa,...
Soroti Masalah Bangsa, Jaringan Cendekiawan Muda Ajukan 7 Tuntutan
PB PMII Serukan Persatuan...
PB PMII Serukan Persatuan Nasional, Kembalikan Intelektualitas Jadi Navigasi Gerakan
Gus Falah Desak Pelaku...
Gus Falah Desak Pelaku Penyekapan dan Penyiksaan Brutal Wanita di Bandung Dihukum Seberat-Beratnya
Ratusan Mahasiswa Trisakti...
Ratusan Mahasiswa Trisakti Bergerak dari Tugu 12 Mei Reformasi Menuju Gedung DPR
Ratusan Mahasiswa Trisakti...
Ratusan Mahasiswa Trisakti Bakal Geruduk DPR, Bawa Tiga Tuntutan Rakyat
Rekomendasi
IFG Life Tekankan Pentingnya...
IFG Life Tekankan Pentingnya Perencanaan Dana Pendidikan Sejak Dini
Komnas Perempuan Klarifikasi...
Komnas Perempuan Klarifikasi Kedatangan Sarwendah, Ternyata Belum Buat Aduan Resmi
Bea Cukai Musnahkan...
Bea Cukai Musnahkan 44 Juta Rokok Ilegal, Potensi Kerugian Negara Capai Rp32,9 Miliar
Berita Terkini
Tilep Rp2 Miliar, Mantan...
Tilep Rp2 Miliar, Mantan Ketua PN Kudus Dipecat
Kepala BSKDN Kemendagri:...
Kepala BSKDN Kemendagri: Inovasi Kunci Pembangunan Daerah
Kawal Instruksi Presiden...
Kawal Instruksi Presiden Soal Ojol, Komisi V DPR Minta Tarif Baru Tak Bebani Konsumen
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Pengasuh PP Sembilangan Bangkalan Soroti Kondisi NU
Eksekusi Vonis 4,5 Penjara,...
Eksekusi Vonis 4,5 Penjara, KPK Jebloskan Noel ke Lapas Sukamiskin
Mau Ikut Pilih Logo...
Mau Ikut Pilih Logo HUT ke-81 Kemerdekaan RI? Begini Caranya
Infografis
Harga Cula Badak di...
Harga Cula Badak di Pasar Gelap Internasional Sangat Mahal
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved