Tokoh Senior Jakarta Tekankan Pentingnya Jaga Keutuhan Bangsa
Senin, 01 September 2025 - 21:26 WIB
loading...
Bangkai mobil berjejer usai terjadi pembakaran oleh massa di Kantor Polres Jakarta Timur, Sabtu (30/8/2025). Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Tokoh Aktivis Senior Jakarta sekaligus Koordinator Poros Rawamangun Rudi Darmawanto menekankan pentingnya menjaga keutuhan bangsa dan solidaritas antarwarga. Dia mengingatkan masyarakat Jakarta agar tetap waspada terhadap provokasi yang berpotensi menimbulkan kerusuhan.
“Mari kita jaga Jakarta, kita jaga kampung kita, dari anasir-anasir anarkisme maupun provokasi orang yang tidak bertanggung jawab. Kita sadar bahwa yang kita hadapi adalah saudara kita sendiri,” ujar Rudi, Senin (1/9/2025).
Rudi menegaskan bahwa situasi di Indonesia berbeda dengan konflik antarnegara lain. “Kita bukan Rusia berperang dengan Ukraina, atau India dengan tetangganya. Kita tidak berperang dengan siapa pun. Karena itu, yang kita perlukan adalah menjaga soliditas dan silaturahmi,” ujarnya.
![Tokoh Senior Jakarta Tekankan Pentingnya Jaga Keutuhan Bangsa]()
Rudi Darmawanto
Baca juga: Aktivis HAM Minta Masyarakat Taat Hukum dan Tidak Anarkis saat Sampaikan Aspirasi
Ia pun mengingatkan para peserta aksi demonstrasi agar menyampaikan aspirasi dengan tertib. Menurutnya, aksi yang berujung pada perusakan fasilitas publik justru merugikan masyarakat.
“Jangan lakukan anarkisme, jangan jarah milik orang lain, karena mereka juga saudara kita,” tutur Rudi.
Kepada aparat keamanan, Rudi berpesan agar tetap mengedepankan pendekatan humanis dalam menjalankan tugas. “Anarkisme jangan dibalas dengan anarkisme. Hadapi dengan sabar, dengan senyum, dengan nurani yang baik. Itu bagian dari adab Pancasila kita,” imbuhnya.
Baca juga: Noel Terjerat Rasuah, Saatnya Bersihkan Pejabat Serakah
Rudi juga menyoroti pentingnya sikap para wakil rakyat dalam merespons situasi politik. Menurutnya, pernyataan yang tidak bijak dari pejabat publik dapat memperkeruh suasana.
“Buatlah ucapan yang santun, jangan sampai menyakiti hak dan kepentingan masyarakat,” imbuhnya.
Ia menilai, sebagian aksi yang terjadi belakangan sudah keluar dari substansi tuntutan awal dan berpotensi dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu. Karena itu, ia berharap seluruh elemen bangsa menjadikan situasi ini sebagai pelajaran.
“Gerakan yang sudah liar bukan lagi sekadar tuntutan, tetapi mengganggu kehidupan banyak orang. Semoga ini menjadi iktibar agar kita dapat kembali mengarungi kehidupan politik dengan lebih sehat, demi masyarakat dan bangsa,” pungkasnya.
“Mari kita jaga Jakarta, kita jaga kampung kita, dari anasir-anasir anarkisme maupun provokasi orang yang tidak bertanggung jawab. Kita sadar bahwa yang kita hadapi adalah saudara kita sendiri,” ujar Rudi, Senin (1/9/2025).
Rudi menegaskan bahwa situasi di Indonesia berbeda dengan konflik antarnegara lain. “Kita bukan Rusia berperang dengan Ukraina, atau India dengan tetangganya. Kita tidak berperang dengan siapa pun. Karena itu, yang kita perlukan adalah menjaga soliditas dan silaturahmi,” ujarnya.

Rudi Darmawanto
Baca juga: Aktivis HAM Minta Masyarakat Taat Hukum dan Tidak Anarkis saat Sampaikan Aspirasi
Ia pun mengingatkan para peserta aksi demonstrasi agar menyampaikan aspirasi dengan tertib. Menurutnya, aksi yang berujung pada perusakan fasilitas publik justru merugikan masyarakat.
“Jangan lakukan anarkisme, jangan jarah milik orang lain, karena mereka juga saudara kita,” tutur Rudi.
Kepada aparat keamanan, Rudi berpesan agar tetap mengedepankan pendekatan humanis dalam menjalankan tugas. “Anarkisme jangan dibalas dengan anarkisme. Hadapi dengan sabar, dengan senyum, dengan nurani yang baik. Itu bagian dari adab Pancasila kita,” imbuhnya.
Baca juga: Noel Terjerat Rasuah, Saatnya Bersihkan Pejabat Serakah
Rudi juga menyoroti pentingnya sikap para wakil rakyat dalam merespons situasi politik. Menurutnya, pernyataan yang tidak bijak dari pejabat publik dapat memperkeruh suasana.
“Buatlah ucapan yang santun, jangan sampai menyakiti hak dan kepentingan masyarakat,” imbuhnya.
Ia menilai, sebagian aksi yang terjadi belakangan sudah keluar dari substansi tuntutan awal dan berpotensi dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu. Karena itu, ia berharap seluruh elemen bangsa menjadikan situasi ini sebagai pelajaran.
“Gerakan yang sudah liar bukan lagi sekadar tuntutan, tetapi mengganggu kehidupan banyak orang. Semoga ini menjadi iktibar agar kita dapat kembali mengarungi kehidupan politik dengan lebih sehat, demi masyarakat dan bangsa,” pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :