Ketua AMI Serukan Persatuan dan Perlindungan Warisan Budaya
Minggu, 31 Agustus 2025 - 15:15 WIB
loading...
Ketua Asosiasi Museum Indonesia (AMI) Putu Supadma Rudana. Foto/Istimewa
A
A
A
KEDIRI - Kerusuhan yang berlangsung pada Sabtu (30/8/2025) malam di Kota Kediri telah mengakibatkan kerusakan dan penjarahan di beberapa lokasi penting. Antara lain yang menjadi sasaran adalah Museum Bhagawanta Bhari yang berada di Kompleks Pemkab Kediri.
Penjarahan di museum ini mengakibatkan hilangnya artefak-artefak berharga, di antaranya dua buah plakat HVA Sidomulyo, bata berinskripsi, dan arca Sumbercangkring. Artefak-artefak ini merupakan bagian penting dari warisan budaya dan sejarah yang sangat bernilai bagi bangsa Indonesia.
Ketua Asosiasi Museum Indonesia (AMI) Putu Supadma Rudana menyampaikan keprihatinan mendalam atas kejadian ini. “Kami sangat sedih atas peristiwa ini dan turut berdukacita atas kerusuhan yang telah memakan korban. Namun, lebih dari itu, kami mengajak semua pihak untuk kembali tenang, berpikir jernih, dan menahan emosi. Keamanan dan kedamaian adalah hal yang paling penting saat ini,” ujar Putu melalui keterangan persnya, Minggu (31/8/2025).
Baca juga: Memaknai HUT ke-80 RI, Kebudayaan Kunci Menuju Bangsa Bersatu, Berdaulat, Sejahtera, dan Maju
Sebagai bagian dari warisan budaya dan sejarah, Putu berharap agar museum dan koleksi artefaknya dijaga dengan sebaik-baiknya. Ia pun menegaskan bahwa pihak keamanan harus memastikan keberlangsungan penjagaan di museum agar artefak-artefak yang ada tidak hilang atau rusak.
“Kita semua harus menjaga peradaban leluhur kita. Pemda dan pihak terkait di daerah manapun harus berkomitmen untuk melindungi sejarah dan budaya yang tak ternilai harganya. Kami mengimbau bagi masyarakat yang mengambil artefak, segera dikembalikan karena artefak itu adalah peradaban bangsa kita,” tegasnya.
Dia juga mengingatkan bahwa semangat para founding fathers kita adalah untuk menjaga persatuan dan perdamaian bangsa. “Kita harus menjaga kebudayaan, sejarah, dan kemerdekaan yang tercermin dalam museum-museum kita. Aset budaya ini adalah warisan kita yang harus dipertahankan untuk generasi mendatang,” katanya.
Budayawan asal Bali ini juga mengajak agar masyarakat Kota Kediri dan daerah lainnya untuk tetap bersolidaritas, menjaga kedamaian, dan bekerja sama dalam memulihkan situasi yang kondusif.
“Sejarah kita sebagai bangsa yang besar dibangun dengan semangat gotong royong dan persatuan, dan saat-saat seperti ini adalah ujian bagi kita semua untuk tetap bersatu dalam menghadapi tantangan. Saya berharap situasi dapat segera pulih dan masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan dengan aman dan damai,” pungkasnya.
Penjarahan di museum ini mengakibatkan hilangnya artefak-artefak berharga, di antaranya dua buah plakat HVA Sidomulyo, bata berinskripsi, dan arca Sumbercangkring. Artefak-artefak ini merupakan bagian penting dari warisan budaya dan sejarah yang sangat bernilai bagi bangsa Indonesia.
Ketua Asosiasi Museum Indonesia (AMI) Putu Supadma Rudana menyampaikan keprihatinan mendalam atas kejadian ini. “Kami sangat sedih atas peristiwa ini dan turut berdukacita atas kerusuhan yang telah memakan korban. Namun, lebih dari itu, kami mengajak semua pihak untuk kembali tenang, berpikir jernih, dan menahan emosi. Keamanan dan kedamaian adalah hal yang paling penting saat ini,” ujar Putu melalui keterangan persnya, Minggu (31/8/2025).
Baca juga: Memaknai HUT ke-80 RI, Kebudayaan Kunci Menuju Bangsa Bersatu, Berdaulat, Sejahtera, dan Maju
Sebagai bagian dari warisan budaya dan sejarah, Putu berharap agar museum dan koleksi artefaknya dijaga dengan sebaik-baiknya. Ia pun menegaskan bahwa pihak keamanan harus memastikan keberlangsungan penjagaan di museum agar artefak-artefak yang ada tidak hilang atau rusak.
“Kita semua harus menjaga peradaban leluhur kita. Pemda dan pihak terkait di daerah manapun harus berkomitmen untuk melindungi sejarah dan budaya yang tak ternilai harganya. Kami mengimbau bagi masyarakat yang mengambil artefak, segera dikembalikan karena artefak itu adalah peradaban bangsa kita,” tegasnya.
Dia juga mengingatkan bahwa semangat para founding fathers kita adalah untuk menjaga persatuan dan perdamaian bangsa. “Kita harus menjaga kebudayaan, sejarah, dan kemerdekaan yang tercermin dalam museum-museum kita. Aset budaya ini adalah warisan kita yang harus dipertahankan untuk generasi mendatang,” katanya.
Budayawan asal Bali ini juga mengajak agar masyarakat Kota Kediri dan daerah lainnya untuk tetap bersolidaritas, menjaga kedamaian, dan bekerja sama dalam memulihkan situasi yang kondusif.
“Sejarah kita sebagai bangsa yang besar dibangun dengan semangat gotong royong dan persatuan, dan saat-saat seperti ini adalah ujian bagi kita semua untuk tetap bersatu dalam menghadapi tantangan. Saya berharap situasi dapat segera pulih dan masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan dengan aman dan damai,” pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :