Didesak Mundur, Kapolri: Itu Hak Prerogatif Presiden, Kita Prajurit Kapan Saja Siap
Sabtu, 30 Agustus 2025 - 17:14 WIB
loading...
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo didampingi Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto memberikan keterangan di Babakan Madang, Bogor usai menghadap Presiden Prabowo Subianto, Sabtu (30/8/2025). Foto: Sindonews
A
A
A
BOGOR - Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo buka suara terkait maraknya desakan agar dirinya mundur dari jabatan tertinggi Polri. Menurut dia, pergantian Kapolri sepenuhnya merupakan kewenangan Presiden.
"Terkait dengan isu yang menyangkut dengan kabar itu hak prerogatif presiden. Kita perajurit, kapan saja siap," tegasnya di Bojong Koneng, Babakan Madang, Bogor usai menghadap Presiden Prabowo Subianto, Sabtu (30/8/2025).
Baca juga: Soroti Marak Aksi Massa di Berbagai Daerah, Kapolri: Cenderung Tidak Sesuai Aturan
Diketahui, desakan Kapolri mundur santer terdengar di media sosial buntut dari meninggalnya pengemudi ojek online (ojol) Affan Kurniawan akibat ditabrak kendaraan taktis (rantis) Brimob saat melangsungkan aksi demo DPR di Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025).
Peristiwa ini juga menjadi pemantik dari aksi massa lanjutan di banyak titik di wilayah Indonesia, termasuk di kantor kepolisian.
Di Kabupaten Cirebon, aksi demonstrasi berlangsung ricuh. Massa demonstran merusak Polsek Sumber dan Pos Polisi Lalu Lintas Polresta Cirebon, Sabtu (30/8/2025).
Berdasarkan pantauan di lokasi, massa awalnya berkumpul di Terminal Weru sebelum bergerak menuju Polresta Cirebon. Namun, di sepanjang perjalanan amuk massa makin menjadi hingga merusak Polsek Sumber dan Pospol Lantas di kawasan Sumber.
Kericuhan berlanjut di depan Polresta Cirebon. Massa melempari aparat dengan berbagai benda. Polisi pun membalas dengan tembakan gas air mata untuk membubarkan aksi massa.
"Terkait dengan isu yang menyangkut dengan kabar itu hak prerogatif presiden. Kita perajurit, kapan saja siap," tegasnya di Bojong Koneng, Babakan Madang, Bogor usai menghadap Presiden Prabowo Subianto, Sabtu (30/8/2025).
Baca juga: Soroti Marak Aksi Massa di Berbagai Daerah, Kapolri: Cenderung Tidak Sesuai Aturan
Diketahui, desakan Kapolri mundur santer terdengar di media sosial buntut dari meninggalnya pengemudi ojek online (ojol) Affan Kurniawan akibat ditabrak kendaraan taktis (rantis) Brimob saat melangsungkan aksi demo DPR di Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025).
Peristiwa ini juga menjadi pemantik dari aksi massa lanjutan di banyak titik di wilayah Indonesia, termasuk di kantor kepolisian.
Di Kabupaten Cirebon, aksi demonstrasi berlangsung ricuh. Massa demonstran merusak Polsek Sumber dan Pos Polisi Lalu Lintas Polresta Cirebon, Sabtu (30/8/2025).
Berdasarkan pantauan di lokasi, massa awalnya berkumpul di Terminal Weru sebelum bergerak menuju Polresta Cirebon. Namun, di sepanjang perjalanan amuk massa makin menjadi hingga merusak Polsek Sumber dan Pospol Lantas di kawasan Sumber.
Kericuhan berlanjut di depan Polresta Cirebon. Massa melempari aparat dengan berbagai benda. Polisi pun membalas dengan tembakan gas air mata untuk membubarkan aksi massa.
(jon)
Lihat Juga :