Idrus Marham Minta Hendropriyono Ungkap Dalang Demo Ricuh DPR
Jum'at, 29 Agustus 2025 - 13:11 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Idrus, dalam situasi sosial politik yang rawan, ketidakjelasan justru bisa menimbulkan keresahan baru. “Kalau ada aktor asing yang ikut campur, publik berhak tahu. Ini bukan hanya soal politik, tapi soal kedaulatan bangsa. Jangan sampai publik dibiarkan bingung atau saling curiga di antara kita sendiri,” katanya.
Dia pun mengingatkan bahwa bangsa Indonesia memiliki sejarah panjang dalam menghadapi upaya adu domba oleh aktor eksternal maupun internal. Idrus berpendapat bahwa solidaritas kebangsaan harus diperkuat di tengah gejolak politik dan aksi jalanan yang kerap mengatasnamakan kepentingan rakyat.
“Kita sesama anak bangsa, jangan mau diadu domba. Identifikasi masalah harus jernih, bukan berdasarkan emosi sesaat. Jangan sampai ada pihak yang menunggangi ketidakpuasan rakyat lalu menimbulkan korban jiwa,” imbuhnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, protes publik sering kali muncul bukan hanya ketika pemerintah abai, tetapi justru ketika pemerintah sedang melakukan perbaikan. “Banyak reformasi dan kebijakan korektif itu dilawan dengan resistensi. Ini situasi klasik yang sering bikin pemerintah serba salah. Presiden Prabowo juga sering menyitir soal ini. Kita harus bijak melihatnya,” ucapnya.
Dia juga mengaitkan dinamika ini dengan teori sosial yang kerap disebut Scapegoat Theory atau teori kambing hitam. Dalam konteks politik, pemerintah sering kali menjadi sasaran utama kemarahan publik, meski akar masalah sebenarnya lebih kompleks.
Dia pun mengingatkan bahwa bangsa Indonesia memiliki sejarah panjang dalam menghadapi upaya adu domba oleh aktor eksternal maupun internal. Idrus berpendapat bahwa solidaritas kebangsaan harus diperkuat di tengah gejolak politik dan aksi jalanan yang kerap mengatasnamakan kepentingan rakyat.
“Kita sesama anak bangsa, jangan mau diadu domba. Identifikasi masalah harus jernih, bukan berdasarkan emosi sesaat. Jangan sampai ada pihak yang menunggangi ketidakpuasan rakyat lalu menimbulkan korban jiwa,” imbuhnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, protes publik sering kali muncul bukan hanya ketika pemerintah abai, tetapi justru ketika pemerintah sedang melakukan perbaikan. “Banyak reformasi dan kebijakan korektif itu dilawan dengan resistensi. Ini situasi klasik yang sering bikin pemerintah serba salah. Presiden Prabowo juga sering menyitir soal ini. Kita harus bijak melihatnya,” ucapnya.
Dia juga mengaitkan dinamika ini dengan teori sosial yang kerap disebut Scapegoat Theory atau teori kambing hitam. Dalam konteks politik, pemerintah sering kali menjadi sasaran utama kemarahan publik, meski akar masalah sebenarnya lebih kompleks.
Lihat Juga :