IIA Indonesia Tegaskan Peran Strategis Auditor Internal di Lembaga Publik
Kamis, 28 Agustus 2025 - 23:09 WIB
loading...
Sebanyak 600 peserta dari berbagai wilayah di Indonesia mengikuti Konferensi Nasional 2025 yang digelar The Institute of Internal Auditors (IIA) Indonesia. Foto: Ist
A
A
A
MEDAN - Sebanyak 600 peserta dari berbagai wilayah di Indonesia mengikuti Konferensi Nasional 2025 yang digelar The Institute of Internal Auditors (IIA) Indonesia. Kegiatan tersebut membahas pentingnya peran auditor internal di lembaga publik.
Kegiatan yang mengusung tema "Audit for Tomorrow: Strategic. Future-Ready Sustainable ini digelar di JW Marriott Hotel, Medan, pada 27-28 Agustus 2025.
Selain dihadiri 600 peserta dari seluruh Indonesia, kegiatan ini juga melibatkan pimpinan audit internal, regulator, praktisi GRC, akademisi, serta perwakilan perusahaan nasional dan multinasional.
Sejumlah tokoh hadir yakni Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh, Inspektur Jenderal Kementerian Keuangan Awan Nurmawan Nuh, Sophia Wattimena dari OJK serta Managing Director Internal Audit Danantara Indonesia Ahmad Hidayat. Termasuk pimpinan audit internal dari berbagai perusahaan terkemuka di sektor keuangan, energi, manufaktur, dan jasa.
President IIA Indonesia sekaligus anggota International Internal Audit Standards Board (2019–2025) Angela Simatupang mengatakan, kegiatan ini menegaskan posisi profesi audit internal sebagai mitra strategis di sektor private maupun lembaga publik dalam memperkuat governance, risk management, dan compliance (GRC).
Sebagai bagian dari IIA Global, organisasi profesi audit internal terbesar di dunia dengan lebih dari 260.000 anggota di 170 negara, IIA Indonesia adalah satu-satunya representasi resmi di Tanah Air.
Saat ini, IIA Indonesia menaungi lebih dari 3.000 anggota lintas sektor dan berperan aktif membawa standar, sertifikasi, serta praktik terbaik internasional ke Indonesia.
“Konferensi Nasional IIA Indonesia 2025 di Medan ini bukan sekadar agenda tahunan melainkan momentum strategis untuk mempertegas posisi profesi auditor internal sebagai penjaga integritas dan mitra tata kelola. Kita ingin meneguhkan peran audit internal sebagai elemen kunci dalam future-proofing organisasi,” ujarnya, Kamis (28/8/2025).
Bertepatan dengan 80 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, konferensi ini juga menjadi refleksi nilai kemandirian, integritas, dan tanggung jawab profesi.
“Sebagaimana bangsa yang merdeka harus adaptif menghadapi perubahan zaman, profesi kita pun harus adaptif terhadap dinamika risiko, regulasi, dan teknologi. Dengan memperkuat kompetensi, membangun kolaborasi, dan memimpin dengan teladan, auditor internal Indonesia bukan hanya relevan, tetapi juga dapat menjadi rujukan di kawasan bahkan dunia,” jelasnya.
Angela berharap konferensi ini memperkuat kontribusi auditor internal dalam meningkatkan tata kelola nasional, akuntabilitas publik, stabilitas ekonomi, serta daya saing Indonesia di era globalisasi.
“Bukti nasionalisme sejati bukanlah merasa cukup dengan praktik umum. Nasionalisme adalah keberanian mengukur diri pada standar terbaik dunia. Auditor internal Indonesia tidak hanya mampu mengikuti, tetapi juga bisa menjadi teladan. Inilah semangat Merdeka yang kita bawa dari Medan untuk Indonesia, dan dari Indonesia untuk dunia,” ungkapnya.
Konferensi yang berlangsung selama dua hari ini membahas implementasi Global Internal Audit Standards (GIAS) 2024, pemanfaatan teknologi dan AI, penguatan governance di BUMN maupun sektor privat, serta isu ESG dan keberlanjutan.
Kegiatan yang mengusung tema "Audit for Tomorrow: Strategic. Future-Ready Sustainable ini digelar di JW Marriott Hotel, Medan, pada 27-28 Agustus 2025.
Selain dihadiri 600 peserta dari seluruh Indonesia, kegiatan ini juga melibatkan pimpinan audit internal, regulator, praktisi GRC, akademisi, serta perwakilan perusahaan nasional dan multinasional.
Sejumlah tokoh hadir yakni Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh, Inspektur Jenderal Kementerian Keuangan Awan Nurmawan Nuh, Sophia Wattimena dari OJK serta Managing Director Internal Audit Danantara Indonesia Ahmad Hidayat. Termasuk pimpinan audit internal dari berbagai perusahaan terkemuka di sektor keuangan, energi, manufaktur, dan jasa.
President IIA Indonesia sekaligus anggota International Internal Audit Standards Board (2019–2025) Angela Simatupang mengatakan, kegiatan ini menegaskan posisi profesi audit internal sebagai mitra strategis di sektor private maupun lembaga publik dalam memperkuat governance, risk management, dan compliance (GRC).
Sebagai bagian dari IIA Global, organisasi profesi audit internal terbesar di dunia dengan lebih dari 260.000 anggota di 170 negara, IIA Indonesia adalah satu-satunya representasi resmi di Tanah Air.
Saat ini, IIA Indonesia menaungi lebih dari 3.000 anggota lintas sektor dan berperan aktif membawa standar, sertifikasi, serta praktik terbaik internasional ke Indonesia.
“Konferensi Nasional IIA Indonesia 2025 di Medan ini bukan sekadar agenda tahunan melainkan momentum strategis untuk mempertegas posisi profesi auditor internal sebagai penjaga integritas dan mitra tata kelola. Kita ingin meneguhkan peran audit internal sebagai elemen kunci dalam future-proofing organisasi,” ujarnya, Kamis (28/8/2025).
Bertepatan dengan 80 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, konferensi ini juga menjadi refleksi nilai kemandirian, integritas, dan tanggung jawab profesi.
“Sebagaimana bangsa yang merdeka harus adaptif menghadapi perubahan zaman, profesi kita pun harus adaptif terhadap dinamika risiko, regulasi, dan teknologi. Dengan memperkuat kompetensi, membangun kolaborasi, dan memimpin dengan teladan, auditor internal Indonesia bukan hanya relevan, tetapi juga dapat menjadi rujukan di kawasan bahkan dunia,” jelasnya.
Angela berharap konferensi ini memperkuat kontribusi auditor internal dalam meningkatkan tata kelola nasional, akuntabilitas publik, stabilitas ekonomi, serta daya saing Indonesia di era globalisasi.
“Bukti nasionalisme sejati bukanlah merasa cukup dengan praktik umum. Nasionalisme adalah keberanian mengukur diri pada standar terbaik dunia. Auditor internal Indonesia tidak hanya mampu mengikuti, tetapi juga bisa menjadi teladan. Inilah semangat Merdeka yang kita bawa dari Medan untuk Indonesia, dan dari Indonesia untuk dunia,” ungkapnya.
Konferensi yang berlangsung selama dua hari ini membahas implementasi Global Internal Audit Standards (GIAS) 2024, pemanfaatan teknologi dan AI, penguatan governance di BUMN maupun sektor privat, serta isu ESG dan keberlanjutan.
(jon)
Lihat Juga :