Relawan Vaksin Sinovac Positif Covid-19, DPR: Cari Penyebabnya
Jum'at, 11 September 2020 - 13:21 WIB
loading...
Foto/ilustrasi.pixabay
A
A
A
JAKARTA - Kabar seorang relawan uji klinis vaksin Covid-19 dari Sinovac, China, terpapar virus corona menyita perhatian banyak pihak. Tak terkecuali Anggota Komisi IX DPR RI Kurniasih Mufidayati.
Menurut Mufida, temuan itu harus dijadikan bahan evaluasi dan analisa besar terhadap efektivitas vaksin tersebut. "Temuan ini harus ditindaklanjuti dengan kajian mendalam. Mencari penyebabnya, sehingga uji klinis vaksin bisa semakin disempurnakan," ujar Mufida dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (11/9/2020).
Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini berharap temuan itu tidak membuat upaya uji klinis vaksin dari Sinovac berjalan mundur. Kata dia, proses vaksin itu harus terus didukung namun harus lebih teliti dan diperdalam analisis uji klinisnya dengan strain kondisi yang ada di Tanah Air. Hal tersebut mengingat vaksin Sinovac itu impor dari negara lain dan fase uji klinisnya dilanjutkan di Indonesia.
"Harus tetap didukung untuk memenuhi kebutuhan mendesak dalam menghadapi pandemi Covid-19 di Indonesia. Tapi harus lebih teliti. Sehingga diharapkan kuartal pertama 2021 sudah bisa diajukan ke BPOM. Targetnya 70 - 80 persen penduduk harus tercover oleh imunisasi nantinya," ujarnya.
(Baca: Vaksin Merah Putih Ditargetkan bisa Diproduksi Massal pada Q4 2021)
Menurut Mufida, temuan itu harus dijadikan bahan evaluasi dan analisa besar terhadap efektivitas vaksin tersebut. "Temuan ini harus ditindaklanjuti dengan kajian mendalam. Mencari penyebabnya, sehingga uji klinis vaksin bisa semakin disempurnakan," ujar Mufida dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (11/9/2020).
Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini berharap temuan itu tidak membuat upaya uji klinis vaksin dari Sinovac berjalan mundur. Kata dia, proses vaksin itu harus terus didukung namun harus lebih teliti dan diperdalam analisis uji klinisnya dengan strain kondisi yang ada di Tanah Air. Hal tersebut mengingat vaksin Sinovac itu impor dari negara lain dan fase uji klinisnya dilanjutkan di Indonesia.
"Harus tetap didukung untuk memenuhi kebutuhan mendesak dalam menghadapi pandemi Covid-19 di Indonesia. Tapi harus lebih teliti. Sehingga diharapkan kuartal pertama 2021 sudah bisa diajukan ke BPOM. Targetnya 70 - 80 persen penduduk harus tercover oleh imunisasi nantinya," ujarnya.
(Baca: Vaksin Merah Putih Ditargetkan bisa Diproduksi Massal pada Q4 2021)
Lihat Juga :