Latgabma Super Garuda Shield 2025 Resmi Dibuka, Diikuti 13 Negara dengan 6.501 Prajurit
Senin, 25 Agustus 2025 - 19:23 WIB
loading...
Latgabma Garuda Super Shield 2025 yang diikuti 13 negara dengan 6.501 prajurit resmi dibuka. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Garuda Super Shield 2025 resmi dibuka. Tahun ini, kegiatan tersebut diikuti 13 negara dengan 6.501 prajurit.
"Dengan semangat dan penuh kebanggaan, saya nyatakan latihan gabungan bersama Super Garuda Shield 2025, secara resmi saya nyatakan dibuka," kata Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita mewakili Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto di Seskoal, Senin (25/8/2025).
Menurut Tandyo, Super Garuda Shield 2025 bukan hanya sekadar latihan militer, tapi juga wadah kepercayaan, jembatan persahabatan, serta mercusuar komitmen bersama untuk menjaga perdamaian dan stabilitas.
Baca juga: Saksikan Super Garuda Shield, Panglima Indo Pasifik AS Dukung Modernisasi Pertahanan Indonesia
Adapun 13 negara yang tergabung dalam Super Garuda Shield 2025 adalah, Indonesia, Amerika Serikat, Australia, Kanada, Inggris, Jerman, Prancis, Belanda, Brazil, Jepang, Republik Korea, Singapura, dan Selandia Baru.
Sedangkan, 12 negara yang terdiri dari Kanada, Prancis, Belanda, Inggris, Jerman, Brazil, Selandia Baru, India, Malaysia, Kamboja, Timor Leste dan Papua Nugini mengirimkan pengamat atau observer.
Baca juga: Super Garuda Shield 2024, Ribuan Tentara Gabungan Latihan Operasi Amfibi hingga Siber
"Dengan keterlibatan negara-negara sahabat yang mengirimkan personel dan alutsista serta perwira pengamat latihan, ini benar-benar mencerminkan semangat solidaritas, multinasional, dan interoperabilitas," ujarnya.
Materi Super Garuda Shield 2025 terdiri dari Staffex, Cyberex, Airborne Ops, Jungle FTX, Special Operation Force (SOF), Amphibious Operation, Engineer Civil Action Project, dan Combine Arm Life Fire Exercise (Calfex).
Adapun, sejumlah lokasi pelaksanaan materi latihan tersebut di Seskoal Jakarta, PMPP TNI Bogor, Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) TNI AD Baturaja Sumatera Selatan, dan Puslatpur Marinir IX Dabo Singkep Kepulauan Riau.
"Dengan semangat dan penuh kebanggaan, saya nyatakan latihan gabungan bersama Super Garuda Shield 2025, secara resmi saya nyatakan dibuka," kata Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita mewakili Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto di Seskoal, Senin (25/8/2025).
Menurut Tandyo, Super Garuda Shield 2025 bukan hanya sekadar latihan militer, tapi juga wadah kepercayaan, jembatan persahabatan, serta mercusuar komitmen bersama untuk menjaga perdamaian dan stabilitas.
Baca juga: Saksikan Super Garuda Shield, Panglima Indo Pasifik AS Dukung Modernisasi Pertahanan Indonesia
Adapun 13 negara yang tergabung dalam Super Garuda Shield 2025 adalah, Indonesia, Amerika Serikat, Australia, Kanada, Inggris, Jerman, Prancis, Belanda, Brazil, Jepang, Republik Korea, Singapura, dan Selandia Baru.
Sedangkan, 12 negara yang terdiri dari Kanada, Prancis, Belanda, Inggris, Jerman, Brazil, Selandia Baru, India, Malaysia, Kamboja, Timor Leste dan Papua Nugini mengirimkan pengamat atau observer.
Baca juga: Super Garuda Shield 2024, Ribuan Tentara Gabungan Latihan Operasi Amfibi hingga Siber
"Dengan keterlibatan negara-negara sahabat yang mengirimkan personel dan alutsista serta perwira pengamat latihan, ini benar-benar mencerminkan semangat solidaritas, multinasional, dan interoperabilitas," ujarnya.
Materi Super Garuda Shield 2025 terdiri dari Staffex, Cyberex, Airborne Ops, Jungle FTX, Special Operation Force (SOF), Amphibious Operation, Engineer Civil Action Project, dan Combine Arm Life Fire Exercise (Calfex).
Adapun, sejumlah lokasi pelaksanaan materi latihan tersebut di Seskoal Jakarta, PMPP TNI Bogor, Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) TNI AD Baturaja Sumatera Selatan, dan Puslatpur Marinir IX Dabo Singkep Kepulauan Riau.
(cip)
Lihat Juga :