Mendorong Diplomasi Kreatif Indonesia melalui Dialog Terbuka
Sabtu, 23 Agustus 2025 - 22:45 WIB
loading...
Arizona IndoFest 2025 digelar di Arizona, Amerika Serikat mulai 23 Agustus 2025 hingga 25 Agustus nanti. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Arizona IndoFest 2025 digelar di Arizona, Amerika Serikat mulai 23 Agustus 2025 hingga 25 Agustus nanti. Festival ini sebagai ruang temu bagi diaspora, pelaku kreatif, penikmat budaya, serta mitra lintas sektor untuk saling berbagi karya, pengalaman, dan peluang kolaborasi.
Festival ini merupakan bagian dari rangkaian Mandiri Creative Economy Diplomacy 2025, sebuah inisiatif di Jepang, Amerika Serikat, dan Turki yang bertujuan mendorong diplomasi kreatif Indonesia melalui dialog terbuka serta jejaring berkelanjutan.
Di Arizona, tema “merayakan warisan budaya” dan “menjembatani kolaborasi” diterjemahkan dalam beragam aktivitas yang dirancang sederhana, namun bermakna. Mulai dari panggung terbuka dan pertemuan bisnis terarah hingga diskusi panel yang membumi serta expo kuliner, kriya, dan fesyen kreatif hasil kurasi.
Baca juga: Anggota DPR Sindir Noel: Dulu Teriak Koruptor Harus Dihukum Mati, Sekarang Minta Dikasihani
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad yang juga Ketua Dewan Penasihat GEKRAFS menekankan pentingnya peran industri ekonomi kreatif di tengah tantangan global. Menurutnya, dalam situasi ekonomi dunia yang penuh tekanan, diperlukan ide-ide kreatif untuk menghadirkan solusi nyata yang dapat menghasilkan pendapatan negara sekaligus membantu masyarakat yang terdampak.
Menurut Dasco, ekonomi kreatif bukan hanya sektor ekonomi, melainkan ekspresi budaya dan identitas bangsa yang strategis. Ia menegaskan, kreativitas anak bangsa harus menjadi kekuatan yang tidak hanya menggerakkan perekonomian nasional tetapi juga punya tempat yang ideal di panggung dunia.
“Kini saatnya Indonesia memimpin dengan kekuatan budaya dan kreativitas. Bersama-sama, mari kita jadikan ekonomi kreatif sebagai lokomotif menuju Indonesia maju dan berpengaruh secara global,” ujarnya dalam siaran pers diterima, Sabtu (23/8/2025).
Hal senada juga ditegaskan Ketua Umum GEKRAFS Kawendra Lukistian. Dia menyampaikan bahwa diplomasi kreatif bekerja paling baik ketika komunitas duduk bersama tanpa pretensi, saling mendengar, lalu bergerak bersama.
“Arizona IndoFest 2025 kami desain sebagai ruang perjumpaan yang wajar: orang datang, saling mengenal, lalu mungkin besok kembali bekerja sama,” ujarnya.
Arizona IndoFest 2025 akan menampilkan berbagai kegiatan, mulai dari pentas musik, tari, dan dialog singkat yang memberi konteks kultural dari karya yang dipentaskan, hingga expo terkurasi yang menonjolkan kuliner, kain, kriya, serta fashion kreatif dengan kisah di balik bahan, proses, dan pengrajin.
Pertemuan bisnis yang diadakan menekankan tindak lanjut terarah dengan fokus pada kecocokan nilai dan peluang kerja sama nyata. “Kami diaspora di Arizona melihat bahwa kawan-kawan di Indonesia berpikir untuk masuk ke Amerika, mereka perlu bergumul di Kalifornia dan biaya sangat mahal,” tutur Ananda Hutapea, Calon Ketua Gekrafs DPLN Amerika Utara.
Namun, Arizona adalah up-and-coming-state yang laju pertumbuhan ekonominya lebih tinggi dari Kalifornia dengan biaya bisnis yang masih jauh lebih terjangkau untuk perusahaan dan produk Indonesia yang ingin masuk ke Amerika.
“Melalui Arizona IndoFest ini kami berharap pesan ini dapat diterima oleh masyarakat Indonesia yang ingin menjajaki pasar Amerika. Termasuk industri kreatif Indonesia,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Panitia pelaksana Arizona IndoFest Inggrid Dotulong-Mailoor mengungkapkan Arizona IndoFest diharapkan bisa menjadi awal dari kegiatan-kegiatan tahunan yang bisa menarik perhatian masyarakat lokal untuk berbisnis dengan Indonesia.
Selain itu, dia berharap diaspora Indonesia di Arizona juga mulai melihat ini sebagai kesempatan untuk mereka dan memulai UMKM milik diaspora Indonesia di Arizona. Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) turut hadir melalui booth informasi dan sesi tatap muka terbatas.
Kehadiran perwakilan diplomatik ini bukan hanya memberikan payung legitimasi bagi diaspora dan pelaku usaha, melainkan juga menyediakan rujukan resmi dalam hal layanan konsuler, perlindungan WNI, hingga penjelasan prosedur administratif lintas batas.
Dukungan KJRI sekaligus memperkuat posisi Arizona IndoFest di mata mitra Amerika Serikat, sehingga tindak lanjut jejaring dapat berlangsung lebih aman, tertib, dan berkelanjutan. Semangat kolaborasi dalam penyelenggaraan Arizona IndoFest 2025 juga selaras dengan visi besar pengembangan ekonomi kreatif Indonesia.
Festival ini merupakan bagian dari rangkaian Mandiri Creative Economy Diplomacy 2025, sebuah inisiatif di Jepang, Amerika Serikat, dan Turki yang bertujuan mendorong diplomasi kreatif Indonesia melalui dialog terbuka serta jejaring berkelanjutan.
Di Arizona, tema “merayakan warisan budaya” dan “menjembatani kolaborasi” diterjemahkan dalam beragam aktivitas yang dirancang sederhana, namun bermakna. Mulai dari panggung terbuka dan pertemuan bisnis terarah hingga diskusi panel yang membumi serta expo kuliner, kriya, dan fesyen kreatif hasil kurasi.
Baca juga: Anggota DPR Sindir Noel: Dulu Teriak Koruptor Harus Dihukum Mati, Sekarang Minta Dikasihani
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad yang juga Ketua Dewan Penasihat GEKRAFS menekankan pentingnya peran industri ekonomi kreatif di tengah tantangan global. Menurutnya, dalam situasi ekonomi dunia yang penuh tekanan, diperlukan ide-ide kreatif untuk menghadirkan solusi nyata yang dapat menghasilkan pendapatan negara sekaligus membantu masyarakat yang terdampak.
Menurut Dasco, ekonomi kreatif bukan hanya sektor ekonomi, melainkan ekspresi budaya dan identitas bangsa yang strategis. Ia menegaskan, kreativitas anak bangsa harus menjadi kekuatan yang tidak hanya menggerakkan perekonomian nasional tetapi juga punya tempat yang ideal di panggung dunia.
“Kini saatnya Indonesia memimpin dengan kekuatan budaya dan kreativitas. Bersama-sama, mari kita jadikan ekonomi kreatif sebagai lokomotif menuju Indonesia maju dan berpengaruh secara global,” ujarnya dalam siaran pers diterima, Sabtu (23/8/2025).
Hal senada juga ditegaskan Ketua Umum GEKRAFS Kawendra Lukistian. Dia menyampaikan bahwa diplomasi kreatif bekerja paling baik ketika komunitas duduk bersama tanpa pretensi, saling mendengar, lalu bergerak bersama.
“Arizona IndoFest 2025 kami desain sebagai ruang perjumpaan yang wajar: orang datang, saling mengenal, lalu mungkin besok kembali bekerja sama,” ujarnya.
Arizona IndoFest 2025 akan menampilkan berbagai kegiatan, mulai dari pentas musik, tari, dan dialog singkat yang memberi konteks kultural dari karya yang dipentaskan, hingga expo terkurasi yang menonjolkan kuliner, kain, kriya, serta fashion kreatif dengan kisah di balik bahan, proses, dan pengrajin.
Pertemuan bisnis yang diadakan menekankan tindak lanjut terarah dengan fokus pada kecocokan nilai dan peluang kerja sama nyata. “Kami diaspora di Arizona melihat bahwa kawan-kawan di Indonesia berpikir untuk masuk ke Amerika, mereka perlu bergumul di Kalifornia dan biaya sangat mahal,” tutur Ananda Hutapea, Calon Ketua Gekrafs DPLN Amerika Utara.
Namun, Arizona adalah up-and-coming-state yang laju pertumbuhan ekonominya lebih tinggi dari Kalifornia dengan biaya bisnis yang masih jauh lebih terjangkau untuk perusahaan dan produk Indonesia yang ingin masuk ke Amerika.
“Melalui Arizona IndoFest ini kami berharap pesan ini dapat diterima oleh masyarakat Indonesia yang ingin menjajaki pasar Amerika. Termasuk industri kreatif Indonesia,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Panitia pelaksana Arizona IndoFest Inggrid Dotulong-Mailoor mengungkapkan Arizona IndoFest diharapkan bisa menjadi awal dari kegiatan-kegiatan tahunan yang bisa menarik perhatian masyarakat lokal untuk berbisnis dengan Indonesia.
Selain itu, dia berharap diaspora Indonesia di Arizona juga mulai melihat ini sebagai kesempatan untuk mereka dan memulai UMKM milik diaspora Indonesia di Arizona. Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) turut hadir melalui booth informasi dan sesi tatap muka terbatas.
Kehadiran perwakilan diplomatik ini bukan hanya memberikan payung legitimasi bagi diaspora dan pelaku usaha, melainkan juga menyediakan rujukan resmi dalam hal layanan konsuler, perlindungan WNI, hingga penjelasan prosedur administratif lintas batas.
Dukungan KJRI sekaligus memperkuat posisi Arizona IndoFest di mata mitra Amerika Serikat, sehingga tindak lanjut jejaring dapat berlangsung lebih aman, tertib, dan berkelanjutan. Semangat kolaborasi dalam penyelenggaraan Arizona IndoFest 2025 juga selaras dengan visi besar pengembangan ekonomi kreatif Indonesia.
(rca)
Lihat Juga :